Apa penyebab myopia?

Dilihat 411 • Ditanyakan 12 bulan lalu
1 Jawaban 1

Sebagai seorang dokter mata, saya sudah berusaha untuk mencari tahu cara terbaik untuk menangani myopia selama 20 tahun. Biasanya, profil dari pasien myopia adalah orang - orang yang menghabiskan banyak waktu melihat sesuatu yang dekat (membaca, melihat komputer, tablet, telepon genggamdll). Tekanan pada penglihatan jarak dekat tersebut melibatkan penggunaan otot siliaris untuk penyesuaian (fokus) dan enam otot ekstra okular dalam konvergensi (menderetkan mata ke ttik yang sama)


Meskipun kebanyakan dari tidak menganggap hal tersebut sebagai masalah, memfokuskan mata pada objek yang dekat membutuhkan beberapa sistem otak (saya suka menganggapnya sebagai program karena komputer dapat menjalankan bayak program) di belakang kendali fisik dari otot yang disebutkan di atas (untuk berkedip, memproduksi air mata, mengendalikan biji mata, daya paham, perhatian, dll).


Anggaplah myopia sebagai adaptasi. Tidak berbeda denagn penambahan otot ketika kamu berolahraga dengan beban yang berat. Perbedaannya adalah pada mata, otot tersebut tidak merespon dengan cara yang sama. Otot siliaris yang berada di dalam mata merupakan jenis otot halus (berbeda dari otot rangka) yang ukurannya tidak akan bertambah besar ketika dilatih dengan keras. Hal ini masuk akal, karena kalau tidak, mata kita akan semakin besar dan kita memiliki masalah yang lebih besar. Pikirkan mengenai jantung, ukurannya juga tidak bertambah besar setelah dilatih.


Jadi bagaimana caranya mencegah otot siliaris bekerja terlalu keras ketika menatap sesuatu yang dekat?  Ada beberapa cara yang dapat dilakukan.  Cara yang paling jelas adalah dengan menutup mata, yang berarti menjadi lelah dan tertidur. Tapi ini bukan sesuatu yang praktis. Respon jangka panjangnya biasanya ada dua : meningkatkan kelengkuang kornea atau meningkatkan panjang aksial (ukuran mata bertambah besar).


Kedua adaptasi tersebut menyebabkan mata fokus pada titik yang lebih dekat, myopia. Semakin myopia, semakin dekat fokus matamu, semakin kabur penglihatan jarak jauh. Tapi sekarang kamu tidak lagi menggunakan otot siliaris terlalu banyak dan bergantung pada tingkat dari myopia.

Ngomong - ngomong, kamu akan mendengar istilah astigmatisme yang berarti kelengkungan kornea berubah secara tidak merata. Jadi bukannya memiliki permuakaan bola, kamu memiliki toroidal (oval, seperti telur) atau lensa bagian dalam dari kemiringan dan menyebabkan efek yang serupa.

Jadi pada akhirnya kamu pergi ke dokter mata karena kamu menyadari bahwa kamu tidak bias melihat objek yang jauh sebaik sebelumnya. Doktermu yang baik memberikanmu resep kacamata untuk penyakit myopia dan semoga saja menjelaskan kepadamu kenapa kamu terkena myopia, paling tidak secara singkat.

Coba pikirkan ini, apakah kamu mengubah kebiasaan melihatmu sehingga kamu mengalami hal ini? Apakah kamu melakukan istirahat yang cukup dari telepon genggam, komputer, membacan, dll? Apakah kamu menjauhkan layarmu? Jadi sekarang kamu melihat masalahnya. Kamu mendapatkan kacamata baru, tapi alasan kamu haru menggunakan kacamata masih ada. Pada dasarnya kacamata akan mengulang sistemnya dan kamu harus mulai dari awal lagi. Tahun depan kamu akan membutuhkan kacamata dengan minus yang lebih besar.

Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang