Apa perbedaan antara bayi tabung dan kloning?

Dilihat 31,1 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Dengan perkembangan jaman yang semakin pesat ini, telah ditemukan solusi untuk 'menciptakan' individu tanpa melalui cara alami. Beberapa di antaranya yang sudah ditemukan dan pernah diuji ialah In-Vitro-Fertilisation (IVF) atau bayi tabung, serta kloning. 


Cara ini, terutama untuk IVF, adalah salah satu opsi yang sering dipertimbangkan bagi pasangan yang kesulitan dalam memiliki keturunan. Bayi tabung itu sendiri mempunyai pengertian pembuahan yang dilakukan di luar kandungan yaitu sel sperma dan sel telur bertemu di luar atau bukan di perut ibu, melainkan di tempat yang wadah atau cawan kemudian dipindahkan setelah membentuk zigot ke perut sang ibu.



Pemahaman Dasar Mengenai Bayi tabung dan Kloning


Proses bayi tabung dalam In-Vitro-Fertilisation (IVF) atau bayi tabung, sebuah sel telur difertilisasi oleh sperma (yang kemudian membentuk zigot). 


Zigot ini selanjutnya akan dipindahkan ke dalam uterus dan berkembang menjadi  individu yang mirip dengan pembuahan yang normal. Anak tersebut akan membawa DNA dari kedua orang tuanya.



          


Proses bayi tabung bisa dilakukan abapila ada persetujuan dari  kedua belah pihak dan harus dilakukan beberapa tes untuk melakukan proses tersebut agar memperoleh hasil yang maksimal. Pada saat ini memang baying tabung sedang banyak dibicarakan terutama oleh para pakar ilmu kandungan yang mana tentunya ada resiko dari setiap tindakan. 


Proses bayi tabung membutuhkan waktu yang lama untuk melakukan beberapa serangkaian tes sebelum mulai pembuahan dan kondisi fisik ibu harus benar-benar sehat.


Bayi tabung adalah suatu solusi bagi para pasangan yang sulit memperoleh anak karena adanya penyempitan reproduksi atau sperma lemah sehingga sulit mempunyai anak. para dokter mempunyai jalan keluar agar pasangan yang sulit punya anak dapat memilki anak sendiri. 


bayi tabung

Sedangkan pada kloning, sel somatik diambil dari seorang donor dan digunakan untuk membuat embrio. Sel somatik adalah segala sel dari suatu individu selain sel gamet. Individu baru ini akan lahir dari orang tua tunggal dan hanya membawa DNA orang tersebut. Dolly, mamalia pertama yang berhasil dikloning dari sel orang dewasa, terbentuk dengan mengambil sel dari kambing ibu kandungnya.


Kloning belum pernah dilakukan untuk menciptakan satu manusia utuh. Biasanya hanya terbatas pada stem cell atau menciptakan organ untuk keperluan transplantasi.


Secara biologis, anak dari bayi tabung merupakan individu yang unik (kecuali ia kembar identik). Sedangkan, individu dari hasil kloning secara gen mirip dengan orang tuanya.


  



Dampak Positif dan Negatif 


IVF atau yang lebih dikenal dengan bayi tabung merupakan salah satu opsi yang dipertimbangkan oleh pasangan yang kurang subur untuk bisa memiliki anak sendiri. Tingkat keberhasilannya juga cukup tinggi, yaitu sekitar 72% setelah enam sesi IVF. 


Seperti yang telah disebutkan, IVF akan menghasilkan individu dengan DNA dari kedua sel gamet orangtuanya. Namun ada beberapa kekurangan IVF yang perlu diperhatikan.  Pembuahan melalui IVF bisa menghasilkan kelahiran kembar yang tidak diinginkan. Para klinik cenderung untuk menanamkan lebih dari satu embrio untuk meningkatkan peluang keberhasilan. Kelahiran kembar ini dapat meningkatkan resiko pada ibu dan bayi tersebut. IVF juga dapat meningkatkan resiko preeklampsia maupun kehamilan ektopik. 


Penemuan terkini juga menyatakan adanya kemungkinan kelainan kongenital pada bayi yang dihasilkan melalui prosedur IVF. Namun biasanya kelainan ini tidak berbahaya. Para pasangan juga perlu mempertimbangkan biaya yang dibutuhkan sebab proses IVF tentunya tidak memakan biaya yang sedikit. 


 Kloning memiliki beberapa sisi positif seperti contohnya:


  • Menciptakan individu dengan genetik yang bebas penyakit menurun (misalnya diabetes dan leukimia).
  • Kloning akan sangat bermanfaat pada hewan ternak dalam memenuhi kebutuhan pangan.
  • Kloning bisa dilakukan pada hewan langka untuk mencegah kepunahan.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada proses kloning juga. Misalnya saja pada kasus Dolly. Pada umur enam tahun, Dolly pada akhirnya menerima eutanasia karena kesehatannya yang terus menurun. Dolly merupakan hasil kloning secara individu yang berhasil dilakukan untuk pertama kalinya


Beberapa peneliti menilai bahwa penuaan dini yang dialami Dolly sebagai bukti yang cukup signifikan, bahwa proses kloning masih belum sempurna secara fundamental dan harus diinvestigasi lebih jauh. Banyak laporan yang menyatakan harapan hidup yang sangat rendah pada hewan hasil kloning. Eric Haaland telah membahas beberapa faktor yang berkaitan dengan telomer, yang mungkin menyebabkan fenomena ini. Kemungkinan lainnya adalah tidak adanya imunitas pada hewan hasil kloning. 


Di samping itu, proses kloning dapat mengurangi keberagaman suatu spesies, mengingat bahwa individu baru yang dihasilkan memiliki DNA yang sama persis dengan sel induk asalnya.  

                             

kloning


Kode Etik Bayi Tabung dan Kloning


Ditinjau dari segi kode etik, IVF atau bayi tabung tidak banyak diperdebatkan seperti Reproductive Cloning (RC). Keduanya berusaha untuk membantu pasangan infertil dan pasangan sesama jenis dengan hak reproduktif mereka. 


Hal ini akhirnya mengarah pada komersialisasi bayi tabung dan pembentukan 'kontrak ibu'. Banyak orang juga percaya hal ini merupakan komodifikasi anak-anak dimana persepsi sosial dari keluarga berubah dan membuat bayi sebagai komoditas yang perlu dibuat.


Di dalam dunia sehari-hari, istilah kloning bisa kita lihat pada kembar identik yang dikandung secara alami. Pemahaman ini membuat kloning dipertanyakan dalam hal implikasi sosio-etik. Anak laki-laki yang dikloningkan oleh seorang pria akan menjadi kembaran identiknya nya. Akibatnya akan mengarah pada hubungan keluarga yang jauh lebih rumit. Eksperimen dan penelitian kloning membutuhkan uji coba pada embrio. 


Di satu sisi tentunya percobaan ini sangat ditentang oleh banyak agama karena menurut mereka, hidup seharusnya dimulai dari momen pembuahan dan hal ini akan dianggap sebagai pembunuhan. (Aku tidak akan masuk ke aspek agama karena hal ini sangatlah membingungan bagiku).


Oleh karena itu, persepsi mengenai kloning akhirnya berubah menjadi negatif. Sub-tema mengenai fiksi kloning yang dipakai berulang-ulang menampilkan kegunaan klon sebagai persediaan organ untuk transplantasi (yang benar-benar kejam) atau membuat angkatan klon untuk menghancurkan manusia (Clone Wars); atau membuat makhluk hidup yang tidak biasa (TimeMagazine pernah menggambarkan modifikasi Michelangelo's Creation of Adam untuk menggambarkan klon Adam dengan lima tangan yang mirip); atau hanya untuk mengakhiri kemanusiaan. 


Kloning merupakan tahap pertama dalam perkembangan zaman dibandingkan dengan bayi tabung dan tentunya menyebabkan rasa skeptis yang lebih besar. Kendati begitu, keduanya merupakan terobosan yang besar dalam penelitian ilmiah dan penyelidikan dengan potensi yang hebat.


Kesimpulannnya, baik bayi tabung maupun kloning, keduanya merupakan teknologi yang masih memerlukan penelitian lanjut dan mendalam. Efek samping yang dihasilkan perlu ditelusuri lebih jauh untuk meminimalisir "Dampak" yang mungkin ditimbulkan.  

Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang