Apa perbedaan antara DSLR dan camcorder biasa?

Dilihat 670 • Ditanyakan 10 bulan lalu
1 Jawaban 1

Kerap kali kita kebingungan jika ditanya apa perbedaan DSLR dengan camcorder biasa? Sekilas, keduanya tampak sama. Lantas, di mana letak perbedaannya? Ada beberapa cara mudah untuk mengidentifikasi perbedaan antara kedua kamera tersebut, sebelum kita memutuskan untuk membeli jenis yang mana. Kita bisa melihat dari kekuatan sensor, kapasitas dan kualitas video, dan yang paling penting harganya.

Perbedaan Antara DSLR dan Camcorder Biasa


Cara paling mudah adalah melihat fungsi sensor dari DSLR dan Camcorder. Untuk tujuan pembuatan video, perbedaan ada pada sensor. Kebayakan kamera perekam video sejenis camcorder, dari yang model murah dengan harga 3 juta rupiah hingga belasan juta rupiah, memiliki spesifikasi khusus seperti  chip sensor yang didesain untuk pengambilan video. Selain itu, beberapa jenis camcorder memiliki desain sensor yang kecil dibandingkan DSLR

         


Selain itu, perbedaan dari Camcorder dan DSLR adalah pada fungsi. Untuk pembuatan video HD menggunakan camcorder, kamu hanya butuh sensor 2 mega pixel, tapi tetap saja, ukuran tersebut relatif kecil. Yang paling kecil diagonalnya berukuran antara 2-3 mm. Karena pada dasarnya dalam pembuatan video tidak membutuhkan sensor yang besar dibandingkan untuk mengambil foto. 


Pengaruh Sensor pada Sensitifitas Cahaya dan Kedalaman Gambar


Keberadaan sensor ini berpengaruh pada beberapa hal. Misalnya, lensa yang lebih kecil punya area yang juga kecil. Namun sensitifitas cahaya yang ditangkap kurang – ukuran sensor 2 Mega pixel dengan ukuran sensor 3 mm membutuhkan resolusi pixel yang lebih kecil. Akibatnya sensitifitas cahaya cenderung kurang jika dibandingkan dengan resolusi yang sama pada sensor 6mm atau lebih.


Sekarang mari kita lihat pada spesifikasi kamera DSLR dan Electronic View Finder (EVF) , keduanya dipakai untuk pembuatan video sebagai pengganti camcorder tradisional. Kamera tersebut menggunakan sensor Micro Four-Third yang ukuran diagonalnya sebesar 21,6 mm (seperti Panasonic GH4 untuk video).



Beralih ke kamera sensor APS (Active Pixel Sensor), sama seperti kamera video Canon 70D. Kamu akan mendapati spesifikasi kamera DSLR dengan sensor dengan ukuran diagonal sebesar 26,82 mm. Canon memberikan bingkai penuh kelas sensor 35 mm dengan ukuran diagonalnya sekitar 43 mm.

Jadi untuk kamera di “kelas DSLR” tetap kamera yang dipakai untuk video yang membiarkan banyak cahaya masuk. Itu keunggulan utamanya,selain itu keunggulan lain terletak pada tingkat kedalaman dari gambar yang dihasilkan. 


Kalau untuk mengukur kedalaman lensa bisa dilihat dari besarnya celah dan panjang fokus. Namun, semakin besar sensornya, tentunya kamu membutuhkan lensa yang semakin panjang untuk mendapatkan gambar “normal”. Hasilnya, lensa didesain untuk sensor 6 mm mungkin menjaga semua dari beberapa meter pada jarak tidak terbatas di fokusnya. Hal itu bagus untuk merekam gambar, tapi akan membatasi beberapa opsi dari kamera.


Di sisi lain, sensor APS memiliki ukuran gambar seperti kamera super 35 mm "full frame". Fitur perekaman video di kamera jenis ini bisa menggunakan banyak view yang sama seperti yang dipakai di film, termasuk memilih opsi efek background buram.


Namun, kelemahannya format spesifikasi kamera DSLR yang didesain untuk merekam. Seperti Panasonic GH4, yang memiliki modul adapter serta menyediakan beberapa keunggulan dari kamera perekam video sejenis camcorder (input mikrofon, video professional format I/O, d.l.l.), tapi mereka tidak didesain untuk videografi saja. Jadi kamu tetap harus memperlengkapi, satu kamera dan banyak aksesoris. Hal ini bukan masalah besar saat kamu merekam dari tripod, tapi akan sangat merepotkan ketika kamu merekam menggunakan tangan.


Perbedaan Kamera pada Jangka Waktu Merekam


Kebanyakan kamera yang bagus di kelas DSLR seperti canon dan sony dirancang untuk merekam dalam jangka waktu 29 menit 59 detik sebelum akhirnya berhenti. Keterbatasan ini dirancang untuk menekan harga produksi kamera DSLR. Pasalnya, kamera DSLR yang dilengkapi fitur merekam video dengan durasi lebih dari 30 menit harus membayar biaya pajak tambahan. Oleh sebab itu untuk menghindari pajak berlebihan, umumnya produsen camera digital beri batasan waktu kemampuan merekam video hanya sampai 30 menit saja.Tentu saja, alasan lain dibuatnya keterbatasan durasi merekam itu agar produk camcorder mereka laku di pasaran. 


Di sisi lain, pada dasarnya tujuan utama seseorang memilih untuk membeli kamera DSLR adalah untuk keperluan fotografi. Sehingga, kemampuan merekam video dalam durasi panjang tidak terlalu dipikirkan oleh konsumen DSLR. Selain itu, kamera DSLR memiliki kelemahan dalam menjaga stabilitas video saat merekam. Bentuk body kamera DSLR lebih cocok digunakan untuk memotret. Sehingga, jika kita memerlukan bantuan alat seperti tripod untuk menjaga stabilitas gambar saat merekam menggunakan DSLR. 


Fitur Autofocus Pada Kamera untuk Merekam Video


Kedua camcorder yang dirilis oleh Sony dan Canon menggunakan lensa DSLR/EVIL, canon seri EOS C, sony NEX (sekarang alpha). Selain itu, Panasonic juga menjual juga menjual camcorder dengan lensa micro-four-third. Bedanya produk  ini tidak akan menghentikan rekaman video kamu pada durasi ke 29 menit 59 detik.


Pada dasarnya, DSLR dirancang khusus untuk mencari fokus secara manual saat merekam video. Pengguna professional biasanya tidak menggunakan fitur auto focus. Cara kerja atau mekanisme di dalam DSLR yang menggunakan mirror dan titik fokus mengharuskan bagian dari mirror terangkat saat sedang melakukan rekaman video. Alhasil titik fokus yang ada tidak lagi berfungsi. Akibatnya auto focus akhirnya menggunakan deteksi kontras yang lebih lambat dari biasanya.


Kebanyakan lensa DSLR tidak dirancang untuk melakukan zoom atau mencari fokus gambar secara otomatis selama merekam video. Faktanya, perangkat untuk melakukan zoom pada saat kita merekam menggunakan kamera DSLR akan menghasilkan suara noise yang ikut terekam saat merekam video. Oleh sebab itu kebanyakan DSLR tidak bisa mngaktifkan fitur zoom saat sedang merekam video. Kecualian jika kita menggunakan DSLR dengan zoom manual. Tetapi, beberapa perusahaan menambah fitur dengan membuat lensa “cinema” DSLR secara spesifik untuk video. 


Beberapa DSLR terbaru, seperti Canon 70D, meningkatkan teknologi secara spesifik untuk dapat menemukan fokus saat pembuatan video. Dukungan layar sentuh memudahkan kita saat menentukan fokus saat merekam gambar. EOS 70D juga dibekali dual pixel AF yang membantu auto focus saat merekam video menjadi lebih cepat, khususnya untuk fokus kontinu. Kecanggihan teknologi yang disuguhkan oleh produsen Canon melalui kamera 70D dalam urusan video adalah adanya opsi untuk menggunakan kompresi IPB untuk kebutuhan normal, atau All-I untuk kebutuhan editing. Canon juga memberikan fitur  time code untuk kemudahan sinkronisasi saat kita melakukan editing video. 


Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, produsen kamera DSLR terus menyempurnakan fitur videonya. Kita bisa mengamati dari produk DSLR yang  terbaru yang semakin sempurna untuk merekam video. Misalnya, Nikon D5300 yang dibekali kemampuan merekam video 1080p 60fps untuk slow motion dengan hasil yang halus. Jenis spesifikasi tersebut memang menaikkan kelas kamera ke dalam spesifikasi kamera yang bagus. Tapi harus diingat, tentunya hal itu bisa menghabiskan uangmu – karena harganya sangat mahal! 



Terjawab 9 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang