Apa perbedaan antara naskah film dan naskah drama?

Dilihat 2,15 rb • Ditanyakan 10 bulan lalu
1 Jawaban 1

Naskah film dan naskah drama keduanya memang sama-sama merupakan suatu naskah. Namun keduanya memiliki beberapa perbedaan.


Anda ingin tahu perbedaannya, bukan?

Disini saya akan membandingkan naskah film dan naskah drama secara bersamaan, dari berbagai perbedaan yang ada diantara keduanya, saya bisa mengkategorikannya dari segi lingkup cerita, format cerita dan dialognya. Mari kita bahas tiap kategorinya satu-persatu.


Untuk kondisi lingkup ceritanya, drama terjadi dalam waktu riil; bukan berarti ceritanya nyata, tetapi penampilannya sebenarnya dilakukan secara langsung dan dengan demikian segala sesuatu yang terjadi di atas panggung bisa terjadi di belakang panggung juga.

Naskah Film

Sedangkan film bisa memiliki 70 adegan pada 70 lokasi dengan ratusan peran (dengan latar belakang yang ekstra, dll). Lain dengan drama yang hanya terjadi di satu panggung.

Jadi lingkup drama biasanya kecil, disertai dengan satu cerita inti dengan beberapa aktor yang cukup untuk menampilkannya. Karena drama dilakukan pada waktu yang riil, setiap malam pertunjukan, naskah drama anda tidak harus mencakup peran-peran yang memerlukan aktor tambahan untuk hanya satu adegan. 

Naskah Drama

Dalam film, seorang aktor hanya mungkin bermain pada satu adegan --- Misalnya, penjual hot dog di taman. Dia hanya memiliki satu atau dua hari untuk dipekerjakan, merekam adegan, dan lain sebagainya. Sedangkan dalam sebuah drama, anda harus menyewa aktor untuk memainkan peran itu dengan latihan berminggu-minggu dan setiap malam pertunjukan. Begitu banyak drama dengan berbagai karakter tambahan yang sering memiliki satu atau lebih pemeran ensemble untuk bermain pada bagian peran yang kecil. Ini menghemat uang untuk penyewaan bakat, serta menghemat ruang di belakang panggung.

Drama

Semua aktor dalam film tidak harus ada pada waktu yang sama; aktor bermain pada sebuah panggung yang disediakan. Sementara dalam drama juga dapat memiliki banyak sekali adegan, paling selebihnya hanya terbatas pada beberapa set inti, karena setiap kali ada perubahan lokasi, satu kru harus benar-benar berjalan ke panggung dan memindahkan latar pemandangan. Jika anda perhatikan, seorang penulis naskah yang lebih menyukai banyak adegan tidak meminta banyak pengaturan untuk beberapa hal.


Beberapa drama yang lebih tradisional akan ditulis dalam tiga babak, membuat setiap peran harus memiliki satu set baru (lokasi baru). Sedangkan untuk sebuah naskah film, mudah sekali melompat ke lokasi lain (dan kembali dalam adegan yang sama) karena mereka akan direkam pada hari yang berbeda di berbagai tempat. Naskah drama cenderung untuk tetap bertahan pada sebuah adegan yang lebih lama dari sebuah film untuk alasan tersebut.


Format cerita sedikit berbeda diantara naskah film dan naskah drama, tapi ini penting untuk dilakukan dengan benar. Anda dapat menemukan contoh format naskah drama pada internet, bisa dengan membaca naskah drama yang sebenarnya atau mencari kerangkanya.

Berikut ini adalah contoh halaman pada oscar.org tentang bagaimana cara memformat naskah film. Sama halnya untuk naskah drama (yang benar-benar memiliki sedikit lebih banyak fleksibilitas secara keseluruhan, industri yang luas, ketimbang naskah film). Satu lagi adalah contoh panduan dan halaman pada samuelfrench.com yang menuliskan pedoman pengajuan mereka.
Inti dari format cerita dari kedua contoh di atas adalah sama yaitu untuk menciptakan sebuah sistem universal yang memberikan gambaran bagi pembaca naskah berapa lama proyek tersebut akan berjalan.
Dengan mengamati panduan format cerita pada setiap media, baik di film ataupun drama anda, lama waktunya bisa diperkirakan berdasarkan jumlah halamannya.


Anda dapat memperhatikan naskah film memiliki keseimbangan yang lebih besar antara dialog dan juga aksi (dan aksi yang kadang-kadang jumlahnya benar-benar lebih banyak); ini karena film adalam sebuah media visual. Anda akan mendapatkan kedekatan dan gambar pemandangan yang lebar yang tidak bisa anda dapatkan di atas panggung. Dengan demikian,  naskah film menekankan pada penggambaran visual -- Film bukan hanya menceritakan apa yang akan terjadi ketika mereka tidak berbicara,  film dilukiskan dengan gambar. Hal ini membawa kita pada dialog.


Drama adalah pengendali dialog. Anda akan melihat pada naskah drama, dialog sangat jauh melebihi arahan di panggung. Format ceritanya sudah mencerminkan hal ini. Dialog dalam drama diberikan dengan batas yang lebih luas,  sementara aksi (atau arahan panggung diberikan dengan batas yang kecil---kebalikan dari spesifikasi naskah film).

Kisah dalam naskah drama diceritakan dalam dialog. Ini adalah aturan yang tidak tertulis pada teater dimana banyak sutradara dan para aktor memilih arahan di panggung sebagai saran saja. Dialog, bagaimanapun juga, diatur baku. Dengan demikian, babak pada drama akan menggerakkan cerita melalui dialog.

Dialog Film

Beberapa film memiliki sangat "banyak dialog" dan beberapa drama sangat visual. Sebagian besar, anda akan menemukan bahwa menulis naskah film itu membutuhkan latihan agar ekonomis dengan dialognya dan menceritakan kisah melalui deskripsi visual (sebanyak interaksi pada karakter). 


Keduanya dirancang untuk menjadi dasar produksi yang lebih besar; keduanya berfungsi sebagai cetak biru suatu cerita, pada dasarnya; dan keduanya harus menghasilkan cerita yang menarik. Jadi dalam hal itu, naskah film dan naskah drama berbagi banyak kesamaan.


Jika anda tertarik ingin mengetahui rahasia menulis skenario film, coba cek video berikut: Rahasia Menulis Naskah Film. Sulit memang, namun, untuk melakukan pertukaran diantara keduanya, naskah film dan naskah drama harus merangkul satu sama lain.

Terjawab 10 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang