Apa perbedaan antara penyakit celiac dan intoleransi gluten non-celiac?

Dilihat 546 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Penyakit celiac terdiri dari 2 komponen: Tes darah yang menunjukkan antibodi (IgA) anti-jaringan transglutaminase dan/atau peningkatan endomysial dan antibodi anti-jaringan transglutaminase (IgA juga). Antibodi Anti-gliadin mungkin juga bisa terlihat. Bukti endoskopis (via biopsi) adanya atropi/kerusakan duodenal villi. Kebanyakan profesional medis butuh keduanya untuk membuat diagnosa pastinya. Untuk bagian celiac dari diagnosanya adalah bagian dari patologi villi.


Jadi pertanyaan berikutnya adalah: Bisakah seseorang memiliki alergi gluten dan mempengaruhi anggota tubuh lainnya selain segmen dari saluran GI? Jawabannya: Tentu saja bisa. Ada kasus-kasus asma, autoimun, eczema, radang usus, sebagai tambahan dalam banyaknya penyakit lainnya yang bisa terkait langsung dengan intoleransi/alergi gluten.

Saya, tentu saja, tidak mengatakan bahwa SEMUA asma, autoimun (dll) berkaitan dengan masalah gluten. Saya telah melakukan eliminasi makanan/uji alergi selama 20 tahun dan telah melihat begitu banyak kondisi-kondisi yang tidak dapat disembuhkan dengan sejumlah pengobatan, atau mengalami kemajuan dramatis atau sembuh dengan eliminasi makanan yang mengandung gluten.


Temuan terakhir yang telah saya cari selama lebih dari 3-4 tahun ini adalah sebagian orang-orang intoleran gluten ini ternyata tidak benar-benar intoleran terhadap gluten. Yang saya ketahui mereka itu memiliki masalah dengan jenis gluten tertentu yang mengandung gandum tetapi tidak semuanya. Saya menemukan bahwa gandum kuno seperti kamut, bulgur, spelt dan bahkan beberapa tepung gandum tradisional yang digunakan di Eropa tidak menimbulkan masalah sebanyak yang dialami pasien saya yang mengkonsumsi gandum yang lebih baru. Gandum yang lebih sedikit dihibridisasi seperti oat dan barley juga tak bermasalah. Saya tak berbicara mengenai GMO, tapi, secara umum, tingkat "pengolahan" yang kita lakukan terhadap gandum, tampaknya lebih bersifat alergen.


Dugaan saya bahwa "pencerahan" ini akan menjadi ketetapan medis kira-kira pada 15-20 tahun mendatang. Untuk sementara, "kegilaan" gluten ini mungkin berlebihan tapi setidaknya SEBAGIAN orang yang tidak memakannya lebih mampu menjaga kesehatannya ketimbang harus minum obat untuk mengatasi gejala-gejala mereka.

Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang