Apa perbedaan antara perasaan kasih sayang , ketertarikan, percaya, keintiman, kedekatan, cinta, cinta sejati, nafsu, naksir , tergila-gila, obsesi, gairah, dan rasa iba?

Dilihat 758 • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

"Cinta" dan "naksir" adalah kata yang berbeda digunakan oleh orang-orang dengan cara yang berbeda. Tidak ada makna yang diterima secara universal, meski kebanyakan orang menggunakan kata "naksir" sebagai label untuk jenis ketertarikan yang lebih dangkal daripada "cinta". 


Menurut Saya, naksir adalah ketertarikan yang awet untuk seseorang yang lajang. Jika saya melihat seseorang, lalu berpikir "wow!" dan kemudian melupakannya, Saya tidak mengklasifikasikan hal itu sebagai naksir. Saya hanya melakukannya jika dia terus menerus dalam pikiran Saya berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau bertahun-tahun. Saya menyebut perasaan saya "cinta" ketika orang lain seringkali lebih penting daripada diri saya sendiri.Saya sedang jatuh cinta keika "Saya mengambil sebuah peluru untuknya" ketika kebahagiaannya adalah hal yang sangat penting bagi Saya dan ketika kesedihannya serasa seperti kesedihan saya. Dia menjadi bagian dari diri saya dan kami menjadi satu. 


Naksir lebih berpusat pada diri sendiri. Saat saya naksir seseorang, saya ingin perhatian darinya sehingga saya merasa bahagia. Ini lebih mirip dengan pertemanan. Ada orang-orang di dunia yang mengesankan. Saya tertarik dengan mereka. Sebagai contoh, saat dia hidup, sutradara film Stanley Kubrick. Dia seorang jenius dan Saya terobsesi dengan film-filmnya dan cara bekerjanya. Saya membayangkan bertemu dengannya dan bekerja dengannya- bahkan menjadi seperti Stanley Kubrick. Apa yang tidak sering Saya lakukan adalah khawatir tentang kebahagiaannya. Dimana Saya melakukan hal itu pada teman-teman dekat saya. Beberapa hubungan kerja, ada yang bukan. Saya telah bekerja selama 20 tahun. Dengan "bekerja" maksud saya istri saya dan saya telah banyak bahagia dalam pernikahan ini daripada sebelum kami menikah. Orangtua Saya telah bahagia dalam pernikahan lebih dari 50 tahun dan orang tua istri saya (yang telah tiada) bahagia dalam pernikahannya dalam waktu yang lama.Tapi Saya tahu orang-orang yang buruk dalam hubungan.


Jadi ini seperti menanyakan "jika kamu bermain catur, akankah menang atau kalah? apakah semua kalah?" tidak. Beberapa orang kalah, yang lain menang. Banyak orang merasa tidak aman, setidaknya kadang - kadang begitu. hubungan yang berdasar pada ketidakamanan cenderung menggelepar dan gagal. Hubungan yang berdasarkan pertemanan, berbagi nilai martabat dan tujuan, penuh dengan permainan cenderung bertahan.

Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang