Apa perbedaan antara produk rambut laki-laki: pomade, wax dan gel?

Dilihat 554 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Di masa kini, pomade hairstyle adalah cara styling rambut yang populer di kalangan pria. Selain terlihat keren, gaya rambut ini juga terlihat rapi dan dengan menggunakan pomade, rambut pria bisa dimodel menjadi seperti yang mereka inginkan. Lantas apakah itu pomade? Pomade adalah salah satu produk untuk menata rambut yang sering digunakan oleh pria. Pomade adalah minya rambut yang dikemas dalam berbagai bentuk seperti gel, minyak, atau krim.

Meski tergolong sebagai minyak rambut, pomade lebih kuat dari minyak rambut biasa. Walaupun sudah cukup banyak digunakan, masih ada orang yang tidak mengetahui perbedaan antara pomade, wax, dan gel rambut. Memang jika dilihat secara sepintas ketiganya terlihat mirip, tapi tentunya tiga produk ini memiliki perbedaan.


Oleh karena itu, di bawah ini saya akan membahas perbedaan antara pomade, gel, dan wax.



Perbedaan antara Pomade, Wax, dan Gel


Untuk penampilan yang rapi dan memukau, pomade, wax, dan gel sering digunakan untuk menata rambut terutama oleh pria. Meski ketiganya memiliki fungsi yang kurang-lebih sama, tiga produk itu pada dasarnya berbeda. Mulai dari bahan dasar hingga efek yang dihasilkan pada rambut pun sangatlah berbeda. 


Pomade adalah sejenis minyak rambut yang terbuat dari lemak binatang atau beeswax yang juga dikenal dengan istilah lilin lebah. Pada awal-awal kemunculannya, pomade terbuat dari lemak beruang, namun seiring dengan berkembangnya teknologi, lemak berung digantikan oleh bahan-bahan seperti petrolleum jelly, beeswax (lilin lebah), atau lemak babi. Meski pomade adalah salah satu jenis minyak rambut, bentuknya tidak cair seperti minyak goreng. Pomade berbentuk padat seperti wax. Penataan rambut dengan pomade akan memberi kesan basah pada rambut walaupun rambut Anda tidak benar-benar basah. 




Pomade pertama kali diperkenalkan pada tahun 1800an atau pada awal abad ke sembilan belas. Saat itu, pomade dibuat begitu saja dan tidak ditambahi bahan penambah aroma apa pun, namun pada awal tahun dua ribu, mulai lah ditambahkan aroma pada pomade untuk kesan lebih stylish. Pomade sendiri berasal dari kosa kata bahasa Perancis, pommade, yang memiliki arti 'salep'. Sebelum penggunaan pomade kembali populer, sesungguhnya pomade sudah banyak sekali digunakan semenjak pertengahan abad ke dua puluh di mana model rambut klimis sangat populer di kalangan pria. Pomade hairstyle di mana rambut disisir dan ditarik ke belakang, sementara bagian samping dipotong tipis dan diberi pomade agar terkesan klimis disebut dengan pompadour di era itu. Gaya rambut ini sangat melekat pada sosok penyayi legendaris Elvis Persley, meski pada kenyataannya bukan Elvis yang pertama kali menggunakan gaya rambut tersebut. 




Selain Elvis Persley, gaya rambut pompadour juga sering dikaitkan dengan aktor kawakan John Travolta. Dalam filmnya yang dirilis pada tahun 1978 dan berjudul 'Grease', gaya rambut pompadour mengalami sedikit modifikasi di mana yang tadinya rapi klimis menjadi gaya klimis rebel. Gaya rambut Travolta ini populer di komunitas pecinta mobil bernama Hot Rod dan gaya rambut tersebut dikenal juga dengan istilah 'greaser'. Tampilan rapi dan klimis sangat digemari pada kala itu, sehingga penggunaan pomade pun sangat banyak. tak hanya itu, pomade juga diaplikasikan pada jambang, kumis, dan jenggot. Ketika mulai muncul flower generations dan komunitas hippies, keberadaan pomade sempat terancam karena gaya rambut yang klimis dianggap menggambarkan kemapanan dan kaum elit, sementara hal tersebut bertentangan dengan prinsip kaun hippies dan flower generations. Tapi untungnya masih ada komunitas Hot Rod yang tetap bertahan dengan gaya rambut pomade.


Berbeda dengan pomade untuk menata rambut dengan model klimis, saat Anda ingin menata rambut Anda dengan style spike, Anda lebih baik menggunakan wax. Selain itu, jika Anda memiliki tipe rambut berminyak, mungkin Anda akan lebih suka menata rambut Anda dengan wax karena pada dasarnya pomade adalah minyak rambut. 


Berlawanan dengan pomade, wax akan mengering setelah beberapa jam dan Anda akan memiliki kesempatan untuk menata ulang rambut Anda sebelum wax tersebut mengering. Wax bekerja dengan sangat baik jika Anda ingin memberikan detail pada gaya rambut Anda, sehingga model rambut seperti spiky akan lebih maksimal jika ditata dengan menggunakan wax. 


Wax juga cocok untuk menata rambut dengan gaya berantakan seperti orang bangun tidur, namun tetap terlihat stylish. Namun wax kurang cocok digunakan jika Anda memiliki rambut dengan tekstur halus dan lemas, juga kurang bekerja dengan maksimal pada rambut yang panjang. Selain itu, wax juga agak sulit dibersihkan dan terkadang masih tersisa meski rambut sudah dicuci dengan shampoo. Untuk menggunakan wax, sama dengan poamde, Anda perlu memanaskannya terlebih dahulu di telapak tangan Anda. Sebelum Anda menggunakannya, pastikan rambut Anda sudah seratus persen kering.


Selain wax dan pomade, alternatif lain untuk menata rambut Anda adalah dengan menggunakan gel. Gel dapat membuat rambut Anda berdiri dalam jangka waktu sangat lama, lebih lama dari wax dan pomade. Dengan menggunakan gel, Anda bisa menata rambut Anda dengan gaya punk atau rock. Jika Anda menginginkan hasil tatanan rambut yang benar-benar kaku namun tak bisa Anda dapatkan dengan menggunakan pomade ataupun wax, gel adalah pilihan yang paling tepat untuk Anda. 


Namun perhatikan juga tipe rambut dan seberapa kuat gel Anda. Untuk jenis rambut yang lebih halus, Anda lebih baik menggunakan gel yang lebih ringan. Berbeda dengan wax dan pomade yang harus diaplikasikan pada rambut kering, untuk menggunakan gel, Anda harus mengoleskannya pada rambut yang masih basah untuk hasil maksimal. Tuangkan sedikit gel pada tangan Anda, lalu gosokkan dahulu gel yang akan Anda gunakan di antara kedua telapak tangan Anda. Setelah itu aplikasikan pada rambut yang masih basah. 


Perlu anda ketahui, gel tidak membuat rambut Anda berkilau, namun gel bisa digunakan pada hampir semua jenis rambut dan harganya relatif lebih murah. Hal ini karena setelah beberapa saat gel bisa mengering dan mengelupas, oleh karena itu harganya lebih murah dibanding dengan wax dan pomade.


Jadi, pomade membuat rambut Anda terlihat lebih natural. Dengan pomade Anda dapat dengan lebih mudah menyisir rambut Anda dengan tangan tanpa perlu menarik rambut Anda. 


Sementara wax secara umum membuat rambut Anda terlihat lebih berminyak dan berkilau. Kalau Anda menyisir rambut Anda dengan tangan, rambut Anda akan tertarik. 


Dan terakhir, gel membuat rambut Anda jadi lebih kaku dan tidak fleksibel. Dengan gel, Anda tidak dapat menyisir rambut Anda dengan tangan. Semua ini telah  saya alami sendiri, tetapi kalau Anda mau informasi lebih, Anda bisa membaca mengenai bermacam-macam produk menata rambut dan membantu Anda lebih memahami mengenai perbedaan ketiga produk di atas, juga mengenai produk-produk menata rambut lainnya yang tidak saya bahas seperti mousse. Semoga bermanfaat!

Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang