Apa perbedaan antara spesialis ortodonti (Orthodontist) dan Dentist (dokter gigi)

Dilihat 5,73 rb • Ditanyakan 7 bulan lalu
1 Jawaban 1

Gigi dan gusi menjadi salah satu hal yang penting untuk dijaga kesehatannya, karena berhubungan langsung dengan saraf-saraf pada tubuh kita. Maka dari itu, menjaga kesehatan gigi dan gusi memang merupakan hal yang sangat penting. Mungkin anda juga sudah sering mendengar mengenai anjuran pemeriksaan ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali. Profesi perawatan gigi sendiri memiliki beberapa spesialiasi dan salah satunya adalah orthodontist. Baik dokter gigi dan orthodontist sama-sama menangani masalah dan melakukan perawatan terhadap gigi. Keduanya tersebut juga merasakan suka duka menjadi dokter gigi. Meski demikian, terdapat perbedaan di antara kedua profesi tersebut. Untuk membantumu memahami perbedaan antara keduanya, saya akan menjelaskan mengenai kedua profesi tersebut di sini.


Dokter Gigi vs Orthodontist


dokter gigi


Seorang dokter gigi biasanya melakukan tindakan pencegahan ataupun perawatan seperti pembersihan karang gigi, penambalan gigi, pencabutan gigi, dan pembuatan gigi tiruan. Seseorang yang mengalami sakit gigi biasanya akan datang ke dokter gigi untuk melakukan pemeriksaan. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter gigi akan memutuskan apakah dia akan melakukan tindakan atau merujuk pasien tersebut ke dokter gigi spesialis.


Profesi perawatan gigi dibagi menjadi beberapa bidang yang berbeda dan orthodontist merupakan salah satunya. Sebelum menjadi dokter gigi, terdapat serangkai pendidikan yang harus dijalani oleh seorang calon dokter gigi. Pertama - tama, mereka harus menjalani pendidikan di bangku kuliah selama kurang lebih 3,5 tahun. Setelah itu dilanjutkan dengan program profesi atau koas selama 1,5 - 2 tahun. Jadi untuk mendapatkan gelar dokter gigi dibutuhkan waktu 5 - 6 tahun. Setelah itu mereka harus lulus ujian kompetensi dokter gigi Indonesia agar dapat mengenakan titel drg. nya. 


Orthodontist adalah salah satu spesialisasi dari ilmu kedokteran gigi. Untuk dapat menjadi seorang orthodontis, dokter gigi harus melanjutkan pendidikan di bangku kuliah selama paling tidak 3 tahun. Orthodontist adalah profesi yang memberikan perawatan pada maloklusi, mulai dari yang ringan sampai dengan yang berat. Perawatan yang umum dilakukan oleh seorang orthodontist adalah meratakan gigi.


Berbagai Spesialisasi Dokter Gigi


spesialisasi dokter gigi


Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, jenis dokter gigi ditentukan dari cabang apa yang dia ambil ketika melanjutan pendidikan setelah lulus dari kedokteran gigi. Ada 9 cabang dari ilmu kedokteran gigi, yaitu:

  1. Pedodontik. Cabang ini terutama berhubungan dengan anak - anak, perawatan mereka dan penanganan dari tingkat lakukan. Dokter gigi yang mengambil cabang ini pada MDS nya disebut sebagai Pedodontists. Mereka merawat anak - anak.
  2. Orthodonsi. Ini merupakan cabang yang berhubungan dengan merapikan gigi menggunakan kawat gigi. Dokter gigi yang mengambil spesialisasi di cabang ini dikenal dengan Orthodontists dan melakukan perawatan kawat gigi.
  3. Bedah mulut.  Cabang ini berhubungan dengan berbagai bedah mulut kecil, seperti penarikan gigi geraham ketiga, mencabut gigi yang gingsul, membantu dalam operasi wajah, mengurangi patah tulang rahang, dan dokter gigi ini dikenal dengan dokter bedah mulut.
  4. Periodontic. Cabang ini mengatasi masalah gusi dan berbagai bedah gusi dan penyakit gusi seperti pembengkakan gusi, radang gusi dan dokter gigi ini disebut sebagai Periodontists.
  5. Endodontic. Cabang ini berhubungan dengan perawatan mulut yang berhubungan dengan konservasi gigi. Salah satu perawatan yang biasa dilakukan oleh dokter gigi ini adalah perawatan saluran akar gigi dan dokter gigi ini dikenal dengan Endodontists.
  6. Prosthodontic. Cabang ini berhubungan dengan gigi palsu, mahkota gigi dan batang gigi dan dokter gigi ini disebut Prosthodontists.
  7. Diagnosa Gigi dan Radiologi. Kadang beberapa masalah gigi sulit untuk didiagnosa. Cabang ini berhubungan dengan mendiagnosa masalah  gigi dan radiografi (x-ray). Dokter gigi ini tidak memiliki nama tertentu. Catatan: Setiap dokter gigi dapat melakukan x-ray dan diagnosa penyakit.
  8. Patologi Oral. Cabang ini berhubungan dengan mengambil jaringan mikroskopik dari berbagai lesi gigi dan mempelajarinya di bawah mikroskop untuk mempelajari histologi. Dokter gigi ini dikenal dengan nama Patolog Oral.
  9. Kesehatan Gigi Publik. Seperti namanya, cabang ini berhubungan dengan kesehatan gigi publik dan komunitas dan juga melakukan berbagai survei dan percobaan klinis. Dokter gigi ini juga tidak memiliki nama tertentu. Catatan: Seorang dokter gigi dengan gelar BDS juga dapat melakukan perawatan - perawatan di atas.

Perawatan yang tidak dapat dilakukan oleh dokter gigi umum antara lain:

  • Perawatan kawat gigi 
  • Beberapa operasi periodontal
  • Operasi gigi geraham ketiga yang rumit dan operasi rahang
  • Implan gigi. 

Tapi dengan melakukan kuliah spesialis, dokter gigi dapat melakukan perawatan kawat gigi dan implan gigi. 


perbedaan ortodonti dan dokter gigi

Jadi perbedaan antara dokter gigi umum dan orthodontist adalah orthodontist merupakan dokter gigi spesialis yang secara khusus menangani masalah maloklusi yang terkait dengan segi estetika dari gigi. Biasanya perawatan yang diberikan oleh seorang orthodontist adalah pemasangan kawat gigi atau behel. Meskipun dokter gigi biasa juga diperbolehkan untuk mlakukan pemasangan kawat gigi, tapi hal tersebut dapat dapat dilakukan untuk kasus kelainan susunan gigi yang sederhana. Selain dari itu, orthodontist adalah orang yang tepat untuk kamu datangi jika kamu ingin melakukan pemasangan kawat gigi. Karena hasil perawatan kawat gigi pada dokter gigi tidak akan sebaik jika dilakukan oleh orthodontist

Terjawab 7 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang