Apa metode operasi untuk pengobatan hernia? Apakah perbedaan antara keduanya?

Dilihat 330 • Ditanyakan 10 bulan lalu
1 Jawaban 1



Anda tentu sering mendengar penyakit Hernia bukan? Banyak orang mengetahui, namun tidak banyak yang memahami. Masyarakat kita hanya mengenal hernia dengan istilah “turun berok”, tidak banyak yang paham dengan jelas penyakit apakah ini sebenarnya.


Sebagai gambaran singkat, otot pada tubuh biasanya cukup kuat untuk menahan organ-organ tubuh sehingga organ tersebut akan tetap di tempatnya masing-masing. Namun, ketika otot melemah dan tidak mampu untuk menahan organ yang ada di sekitarnya, maka organ tersebut akan menonjol dan mencuat keluar melalui jaringan otot yang lemah, sehingga apabila ini terjadi, akan timbul penyakit yang kita kenal dengan nama hernia. Jadi bukan hanya sebatas “turun berok” ya. Memang sebagian besar kasus hernia yang terjadi di masyarakat kita adalah hernia inguinalis atau yang sering disebut dengan istilah “turun berok “, namun sebenarnya masih banyak jenis hernia yang lain.


Penyakit ini sering dianggap sepele karena jarang memiliki gejala. Namun pada kondisi tertentu hernia dapat menjadi kasus darurat medis yang dapat mengancam jiwa jika terlambat ditangani. Hernia dapat mengakibatkan gangguan usus atau terhambatnya aliran darah pada jaringan hernia yang terjepit. Oleh karenanya, penting untuk mengetahui gejala hernia agar kita bisa mewaspadai dan menghindarinya sebaik mungkin. Nah, untuk lebih jelasnya simak yuk ulasan berikut ini…




Apakah yang dimaksud dengan hernia?

Apa itu Hernia? Selama ini mungkin kita hanya memahami bahwa hernia merupakan pembesaran pada scrotum (kantung buah zakar) akibat turunnya usus, yang dikenal dengan hernia inguinalis. Namun, tahukah Anda bahwa penyakit hernia tidak hanya sebatas itu saja, banyak macamnya tergantung pada bagian mana terjadinya dan organ apa yang terlibat.. Hernia adalah penyakit yang terjadi ketika ada organ dalam tubuh yang menekan dan mencuat melalui jaringan otot atau jaringan di sekitarnya yang lemah. Jika kelemahan yang terjadi cukup besar, maka sebagian organ akan keluar atau bocor melalui lubang atau celah yang terbentuk. Beberapa jenis hernia diantaranya adalah :


  • Hernia inguinalis - Terjadi ketika ada sebagian usus atau jaringan lemak di rongga perut yang mencuat ke selangkangan, sehingga selangkangan akan menonjol bahkan jika berat akan masuk ke kantung buah zakar. Ini merupakan jenis hernia yang paling sering terjadi dan pria memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalaminya. 
  • Hernia femoralis - Terjadi ketika ada jaringan lemak atau sebagian usus yang mencuat ke bagian atas paha bagian dalam. Risiko wanita untuk terkena penyakit ini lebih tinggi daripada pria. 
  • Hernia umbilicus - Terjadi ketika ada jaringan lemak atau sebagian usus mendorong dan menonjol di dinding abdomen, dinding perut di dekat pusar.
  • Hernia insisi - Usus akan menonjol melalui dinding perut di lokasi operasi pada perut sebelumnya.  
  • Hernia hiatus - Terjadi ketika ada bagian lambung yang masuk lewat celah pada diafragma (sekat antara rongga dada dan rongga perut) dan mencuat ke rongga dada. 
  • Hernia otot - Terjadi ketika ada sebagian otot yang mencuat pada abdomen. Jenis hernia ini juga dapat terjadi pada otot kaki akibat cedera berolahraga 



Hernia bisa timbul biasanya disebabkan oleh beberapa faktor pemicu, antara lain:


  • Obesitas  
  • Adanya penimbunan/penumpukan cairan di dalam abdomen/rongga perut
  • Konstipasi yang menyebabkan penderita sering mengejan setiap kali buang air besar  
  • Sering mengangkat beban yang terlalu berat  
  • Kehamilan yang menyebabkan tekanan pada perut meningkat. 
  • Batuk atau bersin yang berkepanjangan/ berlangsung lama 
  • Pola hidup yang tidak sehat, seperti merokok dan kurangnya asupan makanan bergizi 

Jenis hernia yang paling sering terjadi di masayarakat kita adalah hernia inguinalis, oleh karenanya pembahasan kali ini akan dibatasi hanya pada jenis hernia tersebut, termasuk gejala dan tindakan pengobatan yang harus diambil. Lalu bagaimana mengobatinya ? Sebelum dilakukan pembahasan lebih jauh mengenai jenis pengobatan hernia yang tepat, ada baiknya kita kenali dahulu gejala hernia inguinalis yang kerap kali dialami penderita, yaitu :


  • Kesemutan – Kesemutan ini dapat terjadi pada kaki atau daerah tulang belakang. 
  • Otot melemah, tubuh akan terasa lemas 
  • Demam – Demam bisa berlangsung lama atau hanya sebentar 
  • Rasa Nyeri Pada kaki – Terasa pada telapak kaki atau pada kaki secara keseluruhan. 
  • Nyeri Hebat pada Perut Bagian Bawah – Merupakan salah satu gejala hernia yang paling sering dialami oleh penderita.  
  • Kandung Kemih Bermasalah  
  • Terdapat Tonjolan – Tonjolan bisa tumbuh di daerah sekitar lipat paha, selangkangan, atau pada bagian perut.  
  • Tonjolan yang timbul bisa didorong kembali ke dalam perut ketika berbaring, jika tidak bisa dan terasa nyeri serta menyakitkan, segera periksakan ke dokter. 
  • Rasa Sakit Ketika Berjalan – Rasa sakit ini biasanya dipicu oleh tonjolan yang telah tumbuh, sehingga menyebabkan sulit untuk berjalan atau pun melakukan gerakan seperti membungkuk atau mengangkat sesuatu 
  • Timbul rasa sakit dan pembengkakan di sekitar testis ketika usus menonjol turun ke dalam skrotum   

Metode Operasi Hernia

Setelah mengetahui gejala yang timbul ketika hernia terjadi, langkah berikutnya yaitu melakukan tindakan untuk mengatasi hernia Anda. Dokter umumnya menganjurkan para penderita hernia untuk menjalani operasi. Terdapat dua jenis pengobatan hernia melalui prosedur operasi untuk mengatasi hernia inguinalis, yaitu prosedur operasi hernia terbuka atau bedah konvensional dan prosedur operasi hernia laparaskopik.




1. Operasi Hernia Terbuka 

Biasanya bedah jenis ini akan direkomendasikan oleh dokter apabila penderita merasakan nyeri yang hebat atau beresiko terjadi komplikasi penyakit lain. Pada dasarnya, operasi ini dilakukan dengan cara melakukan sayatan tunggal atau mengiris kulit sepanjang kurang lebih 5-7 cm tepat di atas benjolan hernia. Penyayatan dilakukan lapis demi lapis hingga ke titik sakit. Selanjutnya dokter akan memasang selembar jaring/jala sintesis pada dinding perut (pada lokasi hernia sebelumnya). Pemasangan jaring/jala sintesis ini bertujuan untuk membuat titik dinding yang sebelumnya lemah agar menjadi lebih kuat, sehingga akan mengurangi resiko penyakit hernia kambuh kembali. Langkah terakhir adalah menutup sayatan dengan menjahit bagian tersebut.

Operasi jenis terbuka ini tergolong kategori operasi besar. Pasien harus menjalani istirahat yang cukup lama untuk proses pemulihan, yaitu sekitar kurang lebih 3 minggu


2. Operasi Hernia Laparoskopi

Pada bedah jenis ini akan dibuat sebuah lubang kecil atau sayatan kecil dengan panjang sekitar 1 cm tepat di bawah pusar. Sayatan dibuat dengan tujuan sebagai tempat masuknya pipa berukuran kecil dan berlampu serta laparoskop yang dihubungkan dengan kamera khusus untuk dapat melihat daerah yang terkena hernia.

Pada operasi ini, perut akan diisi dengan udara untuk mempermudah pengamatan organ perut oleh dokter. Proses memasukkan pipa tadi bertujuan untuk membuat aliran gas karbondioksida agar bisa menuju perut dan menggembungkannya sehingga dokter dapat melihat organ di dalam perut secara lebih detail. Adanya laparoskop yang dimasukkan lewat pipa tersebut, akan menghasilkan gambar/ area yang terkena hernia secara jelas yang ditampilkan lewat layar monitor. Tindakan/prosedur pengobatan yang diambil disesuaikan dengan kondisi penyakit yang ditampilkan lewat layar. Selanjutnya dokter akan mengeluarkan kembali gas karbondioksida dari perut pasien dan melakukan jahitan untuk menutup sayatan

Tidak semua pasien akan direkomendasikan untuk menjalani jenis operasi hernia laparoskopi, semuanya disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Umumnya pasien yang sedang menjalani kehamilan, obesitas atau kelebihan berat badan, pasien dengan hernia yang besar atau pasien yang memiliki riwayat operasi pada bagian perut atau panggul, biasanya tidak boleh menjalani prosedur bedah ini.

Selain itu, terdapat sejumlah faktor pertimbangan yang mempengaruhi keputusan dokter dalam menentukan prosedur operasi, seperti kondisi kesehatan pasien, Isi/ jenis hernia yang diderita, gejala yang dirasakan, dan lokasi hernia berada. 


Tentunya semua operasi memiliki risiko tertentu, karena itu, dokter pasti akan menjelaskan semua manfaat serta risiko dari prosedur operasi yang Anda jalani, apa yang boleh dan tidak boleh Anda lakukan. Beberapa pendapat menyatakan bahwa metode operasi laparoskopi memiliki beberapa kelebihan dibanding operasi hernia terbuka, diantaranya luka operasi lebih kecil, pasien lebih cepat pulih, peluang untuk kambuh kembali lebih kecil, rasa sakit minimal dan pasien dapat beraktivitas kembali lebih cepat dibandingkan dengan masa pemuihan pada operasi hernia terbuka. Namun, itu semua tentunya kembali lagi pada kondisi kesehatan masing-masing pasien. Satu hal yang pasti, masih banyak orang yang menganggap sepele penyakit hernia. Oleh karenanya, diharapkan setelah membaca artikel ini Anda dapat lebih mawas diri dan perkecillah faktor-faktor pemicunya. Jaga selalu kesehatan Anda dan kenali gejala penyakit ini sedini mungkin. Semoga bermanfaat!



Terjawab 9 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang