Apa perbedaan antara tenis, badminton, dan shuttle?

Dilihat 8,82 rb • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1


    Tenis dan badminton

Tenis, badminton dan shuttle adalah kata-kata yang bisa kita temui dalam olahraga, khususnya olahraga raket. Dan yang membedakannya adalah jenis dan model raketnya. Raket tersebut digunakan untuk memukul bola antara pemain yang saling berlawanan agar memperoleh poin. Untuk badminton menggunakan bola yang disebut dengan shuttlecock. Sedangkan tenis menggunakan bola tenis.


Dalam perkembangannya, olahraga tenis dan badminton kini menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan dalam olimpiade, yang berarti keduanya merupakan cabang olahraga popular yang dapat dimainkan oleh pria maupun wanita dan diakui di dunia.Tenis sangat popular di kawasan Eropa dan Amerika sedangkan badminton lebih popular di kawasan Asia dan sebagian Eropa. Olahraga ini biasanya dimainkan antara dua orang (tunggal) atau antara dua pasangan (ganda) yang saling berlawanan.


Tenis dan badminton bisa dikatakan olahraga Shuttle yang berarti bolak balik karena olahraga ini dimainkan dengan pukulan bolak balik yang berlawanan.


Nah, untuk mengetahui lebih jauh perbedaan dari tenis, badminton dan shuttle yuk kita simak penjelasannya di bawah ini!



TENIS


Tenis adalah sebuah olahraga permainan yang menggunakan raket dan bola, dan dimainkan di sebuah lapangan yang dibagi menjadi dua oleh sebuah jaring.


Pada awal perkembangannya tenis dimainkan dengan memakai tangan atau sebuah tongkat yang dipukulkan bergantian menggunakan sebuah bola dari kayu yang padat. Permainan ini kemudian berkembang lagi menjadi permainan bola dengan dipukulkan melintasi sebuah dinding penghalang. 


Karena pada saat itu dirasakan bahwa kontrol bola lebih terasa menggunakan tangan, maka media yang berkembang pada waktu itu adalah dengan menggunakan sarung tangan kulit yang kemudian berevolusi kembali dengan menambahkan gagang. Inilah cikal bakal lahirnya sebuah raket tenis. Bola pun berevolusi dari sebuah bola kayu padat menjadi bola dari kulit yang diisi oleh dedak kulit padi.


Olahraga ini sangat berkembang di Perancis waktu itu. Pada abad 16-18 telah mulai banyak digandrungi terutama oleh kalangan Raja-raja dan para bangsawan dengan nama ‘Jeu de Palme’ atau olah raga kepalan tangan. Kata 


Tenis sendiri dipercaya berasal dari pemain Perancis yang sering menyebut kata ‘Tenez’ yang artinya “Main!” pada saat akan memulai permainan dan hingga sekarang kata tersebut dipakai sebagai nama olahraga ini. 


Tenis kemudian berkembang hingga dataran Inggris dan juga menyebar ke Spanyol, Itali, Belanda, Swiss dan Jerman. Namun tenis mengalami kemunduran saat terjadinya revolusi Perancis dan berkuasanya Napoleon Bonaparte di Eropa.


Pada abad 19 barulah tenis dimunculkan kembali oleh para bangsawan Inggris dengan membangun fasilitas-fasilitas country club atau lapangan tenis di rumahnya yang besar. Karena pada waktu itu tenis populer dimainkan di halaman rumput, maka terkenal dengan sebutan ‘Lawn Tennis’ atau tenis lapangan rumput.


Pada masa ini juga mulai muncul bola dari karet vulkanisir yang pada waktu itu dianggap dapat mengurangi rusaknya rumput di lapangan tanpa mengurangi elastisitas dari bola itu sendiri.


Sebutan Lawn Tennis berasal dari seorang Inggris bernama Arthur Balfour. Sejak ditemukannya lawn tennis, orang mulai bereksperimen dengan memainkannya di permukaan lain seperti clay court (tanah liat) dan hard court (semen).



LAPANGAN TENIS


Mungkin bagi anda yang sangat menyukai permainan tenis lapangan, belum tentu anda mengenal secara detail mengenai ukurannya. Lapangan tenis bukan hanya asal dibuat namun ukuran lapangan tenis lapangan sudah ditetapkan oleh ITF (International Tennis Federation) salah satu Federasi Tenis International selaku induk olahraga tenis seluruh dunia.



UKURAN LAPANGAN TENIS LAPANGAN STANDARD INTERNASIONAL


Ingat untuk ukuran lapangan tenis harus rata tidak boleh bergelombang karena bisa mengganggu para pemain. Lapangan tenis lapangan Standard Internasional yakni sebesar 23,78 meter yang telah dibagi menjadi dua bagian sama panjang yang dipisah oleh jaring atau yang biasa dikenal dengan sebutan Net.


Untuk lebar permainan tunggal 8,23 meter sedangkan untuk permainan ganda,ditambah alley 1,37 meter pada bagian kedua sisinya.Garis lapangan harus memiliki ketebalan yaitu 1- 2 inchi atau 25,4 – 50,8 mm.Pada garis baseline kiri dan kanan sama panjang dan ukuran area pantul sebesar 6,40 meter persegi.


Apabila anda masih bingung dengan keterangan di atas, untuk lebih detailnya lihat di bawah ini agar mudah untuk memahaminya:


  • Panjang Lapangan: 23,77 meter
  • Lebar Lapangan: 10,97 meter
  • Jarak garis service dari garis net: 6,40 meter
  • Jarak garis pinggir permainan tunggal dan garis pinggir lapangan: 1,37 meter
  • Jarak tiang net permainan tunggal: 0,914 meter dari garis pinggir permainan tunggal
  • Jarak tiang net permainan ganda: 0,914 meter dari garis pinggir lapangan
  • Tinggi net bagian ujung: 1.07 meter
  • Tinggi tiang net: 1.07 meter
  • Tinggi net tengah; 0,914 meter
  • Panjang Ruangan: 36,7 meter
  • Lebar Ruangan: 18,3 meter

Menurut jenis material yang dipakai untuk membuat lapangan, maka lapangan tenis secara garis besar dibagi menjadi 3, yaitu:


1. Grass Court (lapangan rumput)


lapangan rumput


Seperti namanya, lapangan ini terbuat beralaskan rumput, namun tentu saja yang ditumbuhkan pada tanah yang keras agar memiliki pantulan. 


Karakteristik lapangan ini adalah yang tercepat dalam hal laju bola di lapangan. Bola cenderung untuk meluncur dan hanya sedikit memiliki efek pantulan karena friksi minimum yang dihasilkan dari lapangan rumput. Turnamen yang terkenal dengan jenis lapangan rumput adalah Wimbledon (All England).


2. Hard Court (lapangan semen)




Lapangan ini adalah lapangan tenis yang paling populer di mana-mana. Umumnya lapangan hardcourt terbuat dari semen atau di beberapa tempat terbuat dari bahan pasiran yang di aspal. 


Karakteristik lapangan ini termasuk cepat-sedang, tergantung dari bahan yang dibuat untuk lapangannya. Untuk lapangan yang terbuat dari semen memiliki karakteristik cepat, tapi untuk yang berbahan pasir atau kerikil yang di aspal umumnya sedang. Turnamen yang terkenal dengan jenis lapangan semen adalah Australia Terbuka dan AS Terbuka.


3. Clay court (lapangan tanah liat)




Lapangan ini terbuat dari serpihan-serpihan tanah liat atau pasiran dari batu bata yang dihancurkan. Lapangan model ini umumnya memiliki karakteristik lambat. Laju bola yang bergulir di lapangan memiliki putaran yang lambat sehingga memungkinkan bagi pemain untuk dapat memainkan bola lebih lama dengan rally-rally yang panjang. 


Di lapangan ini umumnya yang menguasai adalah baseliner karena sifatnya yang lebih defensif. Turnamen yang terkenal dengan jenis lapangan tanah liat ini adalah Perancis Terbuka.



RAKET TENIS


Permainan tenis tentu saja tidak bisa dimainkan tanpa adanya raket tenis. Terdapat bermacam-macam raket tenis yang ada di pasaran saat ini. Secara garis besar terdapat 3 jenis raket berdasarkan luas kepalanya, yaitu:


1. Oversize : 110-135 sq.inch


Raket Over size adalah raket dengan ukuran 110-135 sq.inch. Raket ini adalah tipe yang paling besar diantara yang lain. Biasanya raket ini digunakan oleh pemula yang ingin belajar tennis. 


Kelebihan dari raket over size adalah area sweet spotnya yang lebar, jadi lebih mudah digunakan untuk memukul bola. Kelebihan lainnya adalah Powernya yang besar dan otomatis karena kepalanya yang besar maka akan lebih mudah digunakan untuk mengembalikan bola volley. 


Jika ingin memakai raket dengan power yang besar, maka raket over size adalah raket yang cocok.


Kelemahan dari raket over size sendiri adalah karena power/tenaganya yang besar, maka saat memukul dengan keras kadang malah menyebabkan out atau keluar. 


Jika kita tidak bisa mengontrol kekuatan kita maka power yang besar malah akan menjadi boomerang bagi kita sendiri karena akan lebih sering out mengingat bola tennis susah untuk dikendalikan. 



2. Mid-plus : 95-105 sq.inch


Raket mid-plus adalah raket tennis yang mempunyai keseimbangan antara control dan power. Bagi anda yang memilih keseimbangan antara control dan power maka raket jenis ini adalah yang paling cocok. 


Raket tipe mid-plus adalah raket yang paling banyak dijual di pasaran karena paling banyak dicari. Jadi dengan menggunakan raket ini keseimbangan bagus dan power juga bagus. Kelemahannya tentu saja karena seimbang maka tidak ada yang menonjol.


3. Mid size : 85-90 sq.inch


Walaupun namanya mid-size, akan tetapi raket ini adalah raket dengan ukuran yang paling kecil. Raket ini mempunyai bentuk kepala yang paling kecil di antara yang lain.


Kelebihan dari raket ini adalah kontrolnya yang bagus, kita bisa mengarahkan bola ketempat yang diinginkan dengan mudah. Akan tetapi ini tidak disarankan untuk pemula karena malah akan kesulitan.


Selain ukuran raket, power dan control sebuah raket juga ditentukan oleh jenis tali/senar (guts) yang dipakai dan juga tegangannya. Semakin kencang senar maka control akan lebih bagus akan tetapi power berkurang, dan berlaku sebaliknya. Jenis tali juga mempengaruhi pantulan bola di raket. 


Jadi untuk memiliki raket yang sesuai dengan kepribadian, kadang seseorang harus sering ganti raket dan senar untuk mencari perpaduan yang tepat.  



GRIP (Pegangan Raket)


Tenis cenderung menggunakan ayunan tangan dan pergerakan badan serta putaran bahu untuk memukul bola, sehingga raket dapat dianggap sebagai perpanjangan tangan dan merupakan satu kesatuan dengan badan. Ketika pegangan raket berada di titik tengah, maka akan merusak kestabilan raket dan keutuhan ayunan lengan itu sendiri. 


Berikut akan dijelaskan posisi pegangan tangan di gagang tenis ditinjau dari posisi pegangan raket.


Umumnya gagang raket tenis berbentuk oktagonal. Kedelapan sisi tersebut dibagi menjadi sisi atas, bawah, kiri, kanan dan sudut 1, 2, 3, dan 4 (searah jarum jam) seperti yang diilustrasikan pada gambar di bawah. 


Yang dipakai menjadi patokan dari setiap tipe grip adalah posisi dari pangkal ujung jari telunjuk kita.


pegangan raket



1. Forehand Continental Grip 

Grip ini merupakan grip klasik yang selalu digunakan oleh pemain-pemain tenis jaman dahulu ketika raket kayu masih digunakan. Posisi tangan berada tepat di atas gagang raket dan posisi pangkal telunjuk berada di sudut 1 (untuk pemain tangan kanan) atau sudut 4 (untuk pemain kidal). 


Grip ini sangat baik digunakan di permukaan lapangan yang cepat, seperti rumput, dan digunakan oleh pemain dengan tipe permainan ‘Service Volley’. Saat ini tidak banyak yang menggunakan tipe continental sebagai pegangan forehand utamanya karena tempo permainan yang semakin cepat dengan bola yang semakin berputar (spin). 


Minus grip ini adalah hanya bisa dipakai untuk pukulan mendatar (flat) dan mengiris (slice), sedangkan untuk pukulan spin agak sulit. Pemain yang memakai grip ini juga seringkali kesulitan menghadapi bola-bola top spin yang bersifat agak melambung parabolik. 


Akan tetapi, grip continental merupakan grip standar untuk melakukan service dan juga untuk pukulan volley serta overhead karena tangan mantap mencengkeram gagang raket.



2. Forehand Eastern Grip


Eastern merupakan grip yang paling mudah diaplikasikan petenis pemula. Grip ini seringkali disebut sebagai ‘pegangan berjabat tangan’. Anda dapat mencobanya dengan memulai pegangan dari leher raket, seperti menjabat tangan, lalu turun ke ujung gagang raket. 


Posisi dari pangkal telunjuk cenderung berada pada sisi kanan (untuk pemain tangan kanan) atau sisi kiri (untuk pemain kidal).


Pegangan jenis ini dapat memberikan variasi pukulan yang lengkap, baik itu flat, slice, maupun spin. Pilihan grip ini cocok sekali bagi pemain yang sering mengandalkan permainan volley ke depan net karena anda dapat dengan mudah dan cepat menyesuaikan grip untuk pukulan volley ke depan net. 


Namun minus pegangan ini sekali lagi agak susah untuk menghadapi bola-bola topspin yang bersifat parabolik.



3. Forehand Western grip 


Grip jenis ini merupakan grip yang ekstrim digunakan terutama untuk memproduksi pukulan topspin. Pemain spesialis lapangan tanah liat (clay) umumnya menggunakan grip jenis ini, juga banyak pemain modern saat ini.


Orang sering menyebut grip ini sebagai ‘pegangan wajan’ karena cara memegang raket ini seperti saat kita memegang gagang wajan atau panci masakan. 


Caranya adalah anda menempatkan posisi pangkal telunjuk pada sisi bawah dari gagang raket. Atau anda dapat memulai dari posisi semi-western kemudian bergeser satu sudut ke sisi bawah gagang raket.



4. Forehand Semi-Western grip


Grip jenis ini adalah grip yang paling banyak dipakai oleh pemain tenis modern, terutama yang memiliki tipe permainan baseliner.


 Anda dapat mencoba grip ini dengan menempatkan pangkal jari telunjuk anda di sudut 2 (untuk pemain tangan kanan) atau 3 (untuk pemain kidal). Atau bisa juga berawal dari grip eastern kemudian tangan anda diputar searah jarum jam satu sudut ke sudut 2 atau 3.


Keunggulan dari grip ini adalah anda dapat memukul spin dengan baik sehingga kemungkinan bola untuk melewati net lebih besar karena sifatnya yang parabolik. Grip ini juga dapat dipakai untuk memukul flat tetapi tidak direkomendasikan untuk memukul slice. 


Minus dari grip ini adalah sulit untuk mengantisipasi bola-bola rendah yang dihasilkan dari pukulan flat atau slice terutama di lapangan cepat (grass atau hard court).



Beberapa Teknik Bermain Tenis


Forehand: sebuah pukulan di mana telapak tangan yang memegang raket dihadapkan ke depan.


Backhand: sebuah pukulan di mana punggung tangan yang memegang raket dihadapkan ke depan.


Groundstroke: sebuah pukulan forehand atau backhand yang dilakukan setelah bola memantul sekali di lapanganmu.


Slice: pukulan forehand atau backhand dimana kepala reket dimiringkan sedikit dan dipukul dengan cara mengayunkan reket dari atas ke bawah.


Spin: pukulan forehand atau backhand dimana reket dimiringkan sedikit atau banyak dimana jika mengenai bola akan mengalami perubahan arah (berputar).


Dropshot: sebuah pukulan yang mengenai net lalu jatuh di daerah lawan.


Smash: sebuah pukulan keras yang menghantam sebuah bola tanpa menyentuh tanah di atas kepala dan diarahkan ke lapangan sang lawan.


Lob: sebuah pukulan dimana bola dipukul tinggi ke jurusan sebelah belakang lawan.


Passing shot: sebuah pukulan dimana bola melalui (bukan melintas di atas) musuh yang berada di dekat net (lihat lob).


Volley: pukulan forehand atau backhand sebelum bola memantul di lapanganmu.



BADMINTON


Badminton atau bulu tangkis adalah suatu olahraga raket yang dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk ganda) yang saling berlawanan.


Mirip dengan tenis, bulu tangkis bertujuan memukul bola permainan ("kok" atau "shuttlecock") melewati jaring agar jatuh di bidang permainan lawan yang sudah ditentukan dan berusaha mencegah lawan melakukan hal yang sama.


Badminton merupakan olahraga yang dimainkan dengan kok dan raket, sejarah awal badminton kemungkinan berkembang di Mesir kuno sekitar 2000 tahun lalu tetapi juga disebut-sebut berkembang di India dan Republik Rakyat Tiongkok.


Olahraga ini pada dikategorikan permainan yang sebelumnya diperkirakan adalah sebuah permainan dari Tionghoa yang disebut Jianzi. Jianzi yang melibatkan penggunaan kok tanpa raket tetapi menggunakan kaki. 


Objek/misi permainan ini adalah untuk menjaga kok agar tidak menyentuh tanah selama mungkin tanpa menggunakan tangan.


Di Inggris sejak zaman pertengahan permainan anak-anak yang disebut Battledores dan Shuttlecocks sangat populer. Anak-anak pada waktu itu biasanya akan memakai dayung/tongkat (Battledores) dan bersiasat bersama untuk menjaga kok tetap di udara dan mencegahnya dari menyentuh tanah. 


Penduduk Inggris membawa permainan ini ke Jepang, Republik Rakyat Tiongkok, dan Siam (sekarang Thailand) selagi mereka mengolonisasi Asia. Ini kemudian dengan segera menjadi permainan anak-anak di wilayah setempat mereka.


Olah raga kompetitif bulu tangkis diciptakan oleh petugas Tentara Britania di Pune, India pada abad ke-19 saat mereka menambahkan jaring dan memainkannya secara bersaingan. Oleh sebab kota Pune dikenal sebelumnya sebagai Poona, permainan tersebut juga dikenali sebagai Poona pada masa itu.


Rancangan peraturan yang pertama ditulis oleh Klub Badminton Bath pada 1877. Asosiasi bulu tangkis Inggris dibentuk pada 1893 dan kejuaraan internasional pertamanya berunjuk-gigi pertama kali pada 1899 dengan Kejuaraan All England.


Bulu tangkis menjadi sebuah olah raga populer di dunia, terutama di wilayah Asia Timur dan Tenggara, yang saat ini mendominasi olah raga ini, dan di negara-negara Skandinavia.



LAPANGAN BADMINTON


Badminton umumnya dimainkan di dalam ruangan (indoor) tidak seperti tenis yang mayoritas dilakukan di luar ruangan. Permainan di dalam ruangan ini disebabkan karena bola (shuttlecock) badminton sangat ringan dan jika dimainkan di luar ruangan akan banyak terganggu dengan angin yang bisa menyebabkan bola sulit diarahkan. 


Untuk lebih lengkapnya akan dijelaskan ukuran lapangan badminton sesuai dengan standar IBF (International Badminton Federation) atau Federasi Bulu Tangkis Internasional:


Panjang lapangan 13,40 meter digunakan untuk partai tunggal (single) dan ganda (double). 


Lebar lapangan 6,10 meter digunakan untuk partai ganda dan ukuran 5,18 meter digunakan untuk partai tunggal. Lihat gambar di bawah ini:


lapangan badminton


ALAT DAN FASILITAS PERMAINAN BADMINTON


Alat dan fasilitas yang dipakai dalam permainan badminton sebagai berikut:


1. Raket

Raket harus berukuran panjang tidak boleh lebih dari 68 cm dan kepala raket mempunyai panjang tidak lebih dari 23 cm. Permukaan raket yang dipasang senar berukuran tidak lebih dari panjang 28 cm dan lebar 22 cm.


2. Kok (Shuttlecock)


Kok harus mempunyai 16 lembar bulu yang ditancapkan pada dasar kok atau gabus yang dilapisi kajn atau kulit, berat kok berkisar antara 73—85 gram (4,74 gram-5,00 gram).


3. Jaring atau Net


Jaring atau net terbuat dari tali halus dan berwarna gelap, lubang-lubangnya berjarak 15-20 mm. Panjang net sesuai dengan lebar lapangan, yaitu 6,10 m dan 76 cm bagian atas pita putih selebar 7,5 m. Tinggi tiang net 155 cm dan bagian tengah net 1,524 m dari permukaan lantai.



TEKNIK PERMAINAN BADMINTON


  • Servis 

Servis merupakan pukulan pertama untuk mengawali permainan bulutangkis. Selain itu, servis juga dilakukan setelah bola mati. 


Apabila terjadi kesalahan dalam servis maka akan menguntungkan lawan di antaranya poin untuk lawan bila servis menyangkut atau gerakan servis salah. servis yang tanggung untuk ganda sehingga menyebabkan lawan dapat merusak pertahanan kita dengan pengembalian dari servis yang susah dicapai oleh kita. 


Oleh karena itu, teknik ini harus mendapat perhatian utama sebelum memberikan teknik yang lain dalam permainan bulutangkis.Dalam permainan bulutangkis, terdapat tiga jenis servis, yaitu servis pendek, servis tinggi, dan flick atau servis setengah tinggi. 


Namun, biasanya servis digabungkan ke dalam jenis atau bentuk yaitu servis forehand dan backhand. Masing-masing jenis ini bervariasi pelaksanaanya sesuai dengan situasi permainan di lapangan. 



1. Servis forehand


Servis forehand pendek. 


Servis pendek bertujuan untuk memaksa lawan supaya tidak dapat melakukan serangan, sehingga lawan dipaksa berada dalam posisi bertahan. 


Cara melakukannya adalah sebagai berikut:

a) Kok harus dipukul dengan ayunan raket yang relatif pendek.

b) Saat perkenaan kepala (daun) raket dan kok, posisi siku dalam keadaan bengkok, untuk menghindari penggunaan tenaga pergelangan tangan, dan perhatikan peralihan titik berat badan Anda.


Servis forehand tinggi


Servis forehand tinggi biasanya digunakan dalam permainan tunggal. 


Cara melakukannya sebagai berikut:

a) Kok harus dipukul dengan menggunakan tenaga penuh agar kok melayang tinggi dan jatuh tegak lurus di bagian belakang garis lapangan lawan

b) Saat memukul kok, kedua kaki dibuka selebar bahu dan kedua kaki senantiasa kontak dengan lantai.

c) Perhatikan gerakan ayunan raket. Lakukan dengan sempurna serta diikuti gerak peralihan titik berat badan dari kaki belakang ke kaki depan yang harus berlangsung kontinu dan harmonis.

d) Konsentrasi sebelum memukul kok.


2. Servis backhand


Servis ini biasanya digunakan dalam permainan ganda. 


Cara melakukannya sebagai berikut:

1) Salah satu kaki di depan, ujung kaki kanan mengarah ke sasaran yang diinginkan. 

2) Kedua kaki terbuka selebar pinggul, lutut dibengkokkan. Sikap badan tetap rileks dan konsentrasi.

3) Ayunan raket relatif pendek, sehingga kok hanya didorong dengan bantuan peralihan berat badan dari belakang ke kaki depan, dengan irama gerak kontinu dan harmonis. 

4) Arahkan bola dengan tepat.



  • Pegangan Raket

Salah satu teknik dasar badminton yang sangat penting dan harus dikuasai oleh setiap pemain badminton ialah pegangan raket. Cara dan teknik pegangan raket yang benar merupakan modal penting untuk dapat bermain badminton. 


Pegangan raket yang benar merupakan dasar untuk mengembangkan dan meningkatkan semua jenis pukulan dalam permainan badminton. Teknik pegangan raket dalam permainan badminton dibedakan menjadi dua, yaitu pegangan forehand dan pegangan backhand.


1. Pegangan forehand


Cara melakukannya pegangan forehand sebagai berikut: 

1) Pegang raket dengan tangan kiri, kepala raket menyamping. Pegang raket dengan cara seperti “jabat tangan”. Bentuk “V” tangan diletakkan pada bagian gagang raket. 

2) Tiga jari, yaitu jari tengah, jari manis, dan kelingking menggenggam raket, sedangkan jari telunjuk agak terpisah. 

3) Letakkan ibu jari di antara tiga jari dan telunjuk.


   forehand

Pegangan backhand


Untuk backhand grip, geser “V” tangan ke arah dalam. Letaknya di samping dalam. bantalan jempol berada pada pegangan raket yang lebar.


   backhand



  • Footwork

Footwork adalah gerakan kaki yang berfungsi sebagai penyangga tubuh untuk menempatkan badan dalam posisi yang memungkinkan untuk melakukan gerakan pukulan yang efektif. 


Untuk dapat memukul dengan posisi baik, seorang pemain harus memiliki kecepatan gerak. Kecepatan gerak kaki tidak dapat dicapai jika gerakan kaki tidak teratur.


  • Hitting position

Posisi memukul bola atau kerap disebut preparation atau persiapan. Waktu sekian detik yang ada pada masa persiapan ini juga dipakai untuk menentukan pukulan apa yang akan dilakukan. Karena itu, posisi persiapan ini sangat penting dilakukan dengan baik dalam upaya menghasilkan pukulan berkualitas. 


  • Underhand (pukulan dari bawah)

Untuk dapat melakukan teknik pukulan dari bawah. Anda harus terampil berlari dengan langkah lebar, kaki kanan berada di depan kaki kiri untuk menjangkau jatuhnya kok. 


Sikap menjangkau ini, hendaknya siku dalam keadaan bengkok dan pertahankan sikap tubuh tetap tegak, sehingga lutut kanan dalam keadaan tertekuk. 


  • Overhead clear/lob

Pukulan overhead clear atau pukulan lob harus benar-benar dikuasai, karena pukulan ini sama dengan beberapa pukulan lainnya. Pukulan lob merupakan pukulan jauh dengan hasil pukulan melambung. 


  • Smash

Pukulan smash merupakan pukulan yang keras dan tajam. Tujuan dari pukulan ini adalah untuk memetikan lawan secepat-cepatnya. Dalam praktik permainan, pukulan smash dapat dilakukan dalam sikap diam/berdiri atau sambil loncat (king smash). 


  • Dropshot

Pukulan dropshot adalah pukulan yang meluncurkan kok ke daerah lawan sedekat mungkin dengan net. Dropshot yang baik yaitu apabila jatuhnya bola dekat dengan net dan tidak melewati garis ganda. 


Karakteristik pukulan potong ini ialah kok senantiasa jatuh dekat jaring di daerah lapangan lawan. Oleh karena itu, pukulan ini harus memakai perasaan supaya jatuhnya kok setipis dan sedekat mungkin dengan garis serang lapangan lawan. 


  • Netting

Netting merupakan pukulan pendek yang dilakukan di depan net dan diarahkan ke depan net di daerah lapangan lawan. Karakteristik pukulan netting ialah kok senantiasa jatuh bergulir sedekat mungkin dengan jaring/net di daerah lapangan lawan. 


  • Drive

Drive adalah pukulan cepat dan mendatar. Drive biasanya digunakan dalam permainan ganda. Tujuannya, untuk menghindari lawan menyerang atau sebaliknya memaksa lawan mengangkat bola dan berada pada posisi bertahan. 



MENERAPKAN PERATURAN DALAM PERMAINAN BADMINTON


Peraturan dalam permainan bulu tangkis sebagai berikut :


Pemain dalam bulu tangkis terdiri atas:

  • pemain tunggal (single)
  • pemain ganda (double)
  • pemain ganda campuran (mixed double).

Pertandingan dipimpin oleh seorang wasit dibantu oleh empat hakim garis. Apabila bola keluar garis, isyarat yang ditunjukkan hakim garis adalah merentangkan kedua tangannya ke samping.


Sebelum permainan dimulai, diadakan undian (toss) terlebih dahulu untuk menempatkan atau melakukan servis terlebih dahulu bagi regu yang memenangkan undian/toss.


Perhitungan (scoring) dalam bulu tangkis memiliki ketentuan sebagai berikut:


  • Dilakukan dengan dua kali kemenangan.
  • Sejak 1 Februari 2006, seluruh partai permainan memakai sistem ’’pemenang dua dari tiga set” (best of three) yang masing-masing diraih dengan sistem penilaian rally point, yaitu dengan jumlah setiap game 21 dan apabila terjadi kedudukan nilai 20-20 maka disebut deuce atau yus sehingga untuk mencari kemenangan setelah kedudukan tersebut selisih nilai 2 poin lebih dulu haus diraih.

Jika pihak server (inside) melakukan kesalahan, penerima server (outside) dinyatakan pindah bola dan mendapat nilai satu poin.


Jika penerima server melakukan kesalahan, pemain server mendapat nilai satu poin.


Server melakukan kesalahan jika:

  • letak suttlecock pada saat dipukul lebih tinggi dari pinggang server, atau
  • pada saat shuttlecock dipukul, badan raket tidak diarahkan ke bawah sedemikian rupa sehingga seluruh bagian kepala raket tidak secara jelas dan nyata berada di bawah tangan server yang sedang memegang raket.

Demikian perbedaan tenis, badminton dan shuttle semoga bisa menjadi acuan atau pilihan bagi mereka yang sekedar ingin melakukan permainan atau bahkan tertarik menekuni secara serius hingga menjadi atlet untuk salah satu cabang olahraga ini. 



Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang