Apa perbedaan dalam pariwisata antara Thailand dan Indonesia sebagai destinasi?

Dilihat 13,8 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Sudah menjadi sebuah fakta bahwa Thailand dan Indonesia berada dalam zona waktu yang sama yakni GMT+7. Namun tahukah Anda, apa saja yang mebedakan Thailand dengan Indonesia? Selain ikan, buah-buahan yang jumbo, pasar bersih, tidak ada tukang parkir ilegal, dan jarang macet. Tentunya kedua negara ini memiliki perbedaan dalam aspek budaya dan juga gaya hidup sehari-hari. Hal ini tentunya juga memengaruhi aspek pariwisata di kedua negara ini. Nyatanya, terlepas dari kenyataan bahwa Thailand secara luas tidak lebih besar dari Indonesia, pariwisata di negara gajah putih tersebut nyatanya lebih unggul dari Indonesia. Yang paling terkenal di Thailand tentunya wisata Bangkok, yang merupakan ibu kota negara tersebut, tak kalah dengan itu Indonesia juga memiliki banyak tempat wisata yang terbentang dari Sabang sampe Merauke. Lalu, mengapa kedua negara ini bisa memiliki perbedaan yang pesat dalam menarik wisatawan? Berikut saya akan memaparkan perbedaan yang ada dalam berbagai aspek di antara dua negara ini.


Perbedaan Antara Thailand dan Indonesia Sebagai Destinasi Wisata


1. Makanan

Thailand mempunyai beragam kuliner yang menarik dan menggoyang lidah. Namun, pada umumnya masakan Thailand, terutama yang biasa duijual di warung-warung, memiliki cita rasa khas yang berbeda. Ciri khas masakan orang Thailand adalah adanya keseimbangan antara rasa manis,asin, masam, pahit dan pedas. Entah bagaimana komposisi memasaknya, namun saran saya bagi yang lidahnya tidak cocok sangat dianjurkan untuk memasak sendiri dengan menu sesuai selera dan budget, terlebih ada beberapa makanan Thailand yang mengandung babi.




Indonesia pun tidak kalah dengan Thailand karena di sini, kita dapat menemukan berbagai macam cita rasa berbeda di berbagai tempat. Seperti Sumatra yang terkenal dengan cita rasanya yang pedas, namun nikmat. Atau orang Jawa yang terkenal menyukai makanan manis, sehingga kebanyakan masakan Jawa bersita rasa manis. Masakan Indonesia memiliki rasa yang begitu kaya karena penggunaan berbagai macam rempah di dalamnya.




2. Transportasi

Yang unik dari kendaraan di negeri gajah putih ini adalah kebanyakan sepa motor dipasangi keranjang di bagian depannya untuk mengangkut barang-barang, sehingga plat nomor yang ada di kendaraan hanya ada satu, yakni di bagian belakangnya saja. Selain itu, angkutan umum di Thailand ternyata merupakan modifikasi dari mobil pick up, atau disebut dengan nama Songthaew (Tuk-Tuk). Padahal di Indonesia mobil bak untuk barang tersebut diberi tulisan “Dilarang Mengangkut Orang” -merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan Pasal 5 ayat (4) dan Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) Pasal 47 ayat (2).




Ada perbedaan mencolok lainnya antara Indonesia dan Thailand dalam hal transportasi, yakni semua angkutan umum (public transportation) di Thailand pasti memakai plat warna kuning (baik itu bus, taksi, angkot, maupun ojek). Bahkan masing-masing sopirnya pun diwajibkan berseragam. Anda juga tak usah kaget ketika Anda naik bemo atau ojek di Thailand dan menemukan bahwa sopirnya adalah wanita. Di Thailand, kesetaraan gender lebih bisa dirasakan, sehingga itu bukanlah hal yang aneh lagi. Yang lebih menarik lagi, di Thailand sangat memungkinkan bagi wisatawan untuk mendapatkan transportasi, biasanya bus, gratis asalkan mereka bersedia mengikuti rute wisata yang disediakan oleh bus wisata tersebut.


Lantas bagimana dengan Indonesia? Kita memiliki transportasi umum seperti bus, kereta api, dan taksi seperti negara lainnya. Selain itu, kita juga memiliki transportasi unik seperti becak, delman, dan tentu saja angkot. Meski tentu saja lebih baik bagi wisatawan asing untuk ditemani warga Indonesia yang sudah paham betul jika ingin mengendarai angkot karena transportasi yang satu ini bisa jadi membingungkan bagi orang awam. Namun untuk becak dan delman, biasanya lebih gampang ditemui di tempat indah di Indonesia yang memang merupakan tempat yang sering dikunjungi wisatawan.




3. Keamanan

Thailand merupakan negara yang terkenal akan keramahan penduduk lokalnya dan juga merupakan negara yang termasuk dalam negara teraman untuk traveler. Bila Anda meletakkan barang di tempat umum atau tanpa sengaja meninggalkan barang Anda di suatu tempat, barang tidak akan hilang atau dicuri orang. Mesin ATM di Thailand pun berada di ruangan terbuka, sangat berbeda dengan mesin ATM di Indonesia yang berada di dalam sebuah gedung atau memiliki bilik, bahkan tak jarang mesin ATM di Indonesia dijaga oleh petugas keamanan. Tapi, dilansir oleh Daily Mail, selama tiga tahun terakhir Thailand ternyata termasuk ke dalam daftar negara yang kurang aman bagi wanita yang ingin melakukan solo traveling. Jadi, bagi para wanita yang hobinya jalan-jalan ke tempat wisata sendirian, jika ke Thailand akan lebih baik mengajak teman atau bersama keluarga.


Meski banyak tempat indah di Indonesia, sayang sekali untuk urusan keamanan bagi wisatawan di Indonesia, negara kita masih memerlukan banyak peningkatan. Warga Indonesia memang terkenal ramah, namun di sisi lain kriminalitas masih sangat banyak dan tentunya tidak aman bagi wanita untuk melakukan solo traveling di Indonesia. Tidak aman bagi wanita untuk berpakaian terbuka dan berwisata di Indonesia sendirian karena pasti akan ada saja orang jahil yang menggodanya. Selain itu, copet juga masih banyak di negara kita ini. Jika Anda tanpa sengaja kehilangan dompet Anda, sangat kecil sekali kemungkinan untuk mendapatkannya kembali.


Lalu, adanya isu konflik SARA di Indonesia juga menyebabkan negara kita ini cukup rawan bagi wisatawan asing. Seperti kasus ISIS yang ramai dibicarakan, karena mayoritas warga Indonesia beragama Islam, sedikit banyak para turis merasa was-was untuk mengunjungi negara ini. Terlepas bahwa tidak semua Muslim adalah anggota ISIS, teori labeling yang kuat membentuk ketakutan wisatawan untuk mengunjungi Indonesia. Pertanyaan seperti 'apakah saya harus mengkhawatirkan ISIS jika ingin liburan ke Indonesia?' tentunya menjadi suatu pertimbangan tersendiri bagi wisatawan.


4. Kesehatan dan Lingkungan 

Berikutnya adalah terkait tentang kesehatan dan lingkungan. Pengaturan dan kebijakan pemerintah dalam pengkondisian sampah di Thailand bisa dibilang sangat baik. Hampir tidak ada orang yang membuang sampah seenaknya karena tingkat kesadaran mereka yang sangat tinggi. Sehingga, tidak aneh jika kawasan umum dan area pariwisatanya selalu terlihat bersih dan terawat. Sebagai contoh, di sini saya akan membahas mengenai tata tertib yang ada di kantin atau kafetaria kampus di Thailand. Setiap orang yang makan di sana wajib membereskan sisa makanan dan minuman, lalu membuangnya ke tempat yang sudah tersedia di sana setelah selesai makan. Sehingga saat mereka meninggalkan tempat, tidak ada lagi piring, sendok, garpu, ataupun gelas di atas meja, meja sudah bersih dan bebas sampah. Setiap individu wajib mempunyai kesadaran dan tanggung jawab untuk membereskan dan merapikan. Hal ini sudah tertanam sejak mereka masih kecil, sehingga sudah menjadi sebuah kebiasaan yang menurut saya sangat patut untuk dicontoh. Karena adanya kesadaran seperti ini, di tempat-tempat lain pun seperti ketika saya melakukan wisata Bangkok, saya dapat menikmati pemandangan yang indah tanpa terusik sampah yang mengganggu. Namun sangat disayangkan di Indonesia kesadaran mengenai lingkungan ini masih kurang tertanam dalam warganya. Oleh karena itu masih banyak orang yang membuang sampah sembarangan, menyebabkan tempat yang seharusnya indah menjadi terlihat kumuh dan kotor, belum lagi memicu banjir ketika musim hujan tiba.


5. Faktor kemasan

Sesunggunya ketika saya mengunjungi tempat-tempat wisata di Thailand, saya menyadari bahwa apa yang mereka suguhkan tidak terlalu istimewa karena justru di Indonesia kita memiliki jauh lebih banyak ragam dan variasi. Salah satu contohnya adalah wisata budaya dan daerah, di Thailand apa yang mereka miliki cenderung sama dan homogen karena mengingat wilayah Thailand tidaklah seluas Indonesia dan hanya ada beberapa etnis yang tinggal di sana, lalu situs-situs bersejarah pun lebih didominasi oleh peninggal agama Budha. Jika dibandingkan dengan Thailand, Indonesia memiliki berbagai macam suku hampur mencapai tiga ratus suku berbeda dan terbagi atas ratusan sub etnis yang berbeda dan tentunya memiliki bahasa dan adat istiadat yang bervariasi dari Sabang hingga Merauke.


Namun satu kelebihan Thailand, yang merupakan salah satu negara yang tak pernah mengalami masa kolonial (walaupun mereka mengakui kebenaran sejarah dari penemuan arkeologi yang menyatakan bahwa kerajaan Siam pernah diduduki oleh kerajaan Sriwijaya), adalah kepintaran mereka dalam mengemas produk yang mereka miliki secara profesional, sehingga terlihat begitu menarik.  Contohnya, saat mereka menjual massage (pijat) ala Thailand yang begitu terkenal, dikatakan oleh pemandu wisata bahwa dulunya merupakan ilmu rahasia yang hanya untuk kaum bangsawan di Kerajaan Thailand sehingga wisatawan tertarik untuk mencoba namun ternyata tidak ada yang luar biasa.

 

Sama sekali tidak mengherankan, di berbagai sudut kota, ada banyak stand-stand untuk pijat wajah, refleksi kaki, dan pijat seluruh tubuh dengan patokan harga dari 100 Bath hingga 500 Bath. Bukan hanya wisatawan dari Amerika atau Eropa, tak sedikit pula pelancong yang berasal dari daerah ASEAN sendiri baik laki-laki maupun perempuan, menikmati layan pijat ala Thailand di ruangan yang nampak seperti salon kecantikan tersebut untuk relaksasi dan menghapus penat setelah hampir seharian jalan-jalan dan berkeliling ke berbagai tempat wisata di Thailand. Cara mereka mengemas obyek wisata yang mereka miliki memang unggul, misalnya dalam salah satu wisata Bangkok, turis diajak mendatangi toko yang menjual batu pertama dan perhiasan, namun sebelumnya pengunjung terlebih dahulu diajak melihat replika penambangan batu mulia ratusan tahun silam, cara tradisional mengolah perhiasan serta sejarahnya melalui sebuah kereta serta lokasi penambangan buatan.




Hal serupa tampak terjadi di pasar terapung Thailand yang menjual berbagai barang mulai dari cinderamata hingga makanan. Pasar terapung ini adalah sebuah replika kehidupan warga Siam di masa lalu yang dekat dengan kehidupan di sepanjang sungai-sungai besar. Di Indonesia kehidupan warga yang lekat dengan sungai-sungai besar, bahkan masih asli seperti Pasar Terapung Banjarmasin di Kalsel, demikian juga di beberapa daerah Kalimantan dan Sumatera namun sayangnya Indonesia kurang berhasil mengemasnya.


6. Dukungan pihak selain pemerintah

Hal lain yang menyebabkan perbedaan besar antara wisata di Thailand dan Indonesia adalah adanya dukungan pihak swasta seperti perusahaan jasa perjalanan, rumah makan, pengelola ojek wisata, dan lain-lain yang memegang peran besar dalam membantu menyukseskan sektor pariwisata negara. Sebagai contoh, di antara jalan tol atau free way antara Pattaya dan Bangkok terdapat sebuah rumah makan yang berlabel 'halal' sehingga selalu dipenuhi oleh turis-turis asal Timur Tengah, Malaysia, Brunei Darussalam, dan tak luput juga, Indonesia. Sesungguhnya lokasi rumah makan ini lumayan jauh dari jalur utama jalan tol, walau tempatnya tidak begitu strategis, rumah makan ini masih mampu bertahan karena ramai dikunjungi oleh turis-turis yang tadi saya sebutkan. Di sini dalam sektor pariwisata, mereka berhasil membentuk pola kerja sama yang saling menguntungkan bagi semua pihak yang yang terlibat di dalamnya. Sementara Indonesia, pihak pemerintah dan swasta cenderung bergerak secara terpisah demi keuntungan pribadi.




Thailand dengan wisata Bangkok dan juga wisata ke tempat-tempat lainnya memang menarik. Namun satu hal yang perlu disadari adalah fakta bahwa sesungguhnya Indonesia sama sekali tidak kalah dengan Thailand. Negara kita kaya dengan tempat-tempat wisata yang menarik dari Sabang hingga Merauke. Mulai dari gunung, pantai, bahkan hutan. Tentu kedua negara ini memiliki sisi positif dan negatifnya masing-masing, sehingga sulit untuk menentukan yang mana yang lebih baik dari yang lainnya. Indonesia mungkin kalah dalam pengaturan dan infrastrukturnya, namun dalam jumlah tempat yang bisa didatangi tentunya kita menang mengingat negara kita yang terbentang begitu luas.

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang