Apa radang usus buntu itu?

Dilihat 1,48 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Apa itu appendicitis? Appendicitis adalah radang pada umbai cacing (yang biasanya dipanggil usus buntu). "Itis" adalah akhirkan untuk radang. Usus buntu merupakan organ berbentu seperti cacing yang tersambung pada usus kita. Apa fungsi dari usus buntu? Sejauh ini, usus buntu tidak memiliki fungsi. Beberapa orang percaya dulunya usus buntu membantu untuk mencerna makanan dan orang lain juga percaya usus buntu merupakan rumah bagi bakteria "sehat" dan membantu sistem imunisasi tubuh. Usus buntu juga diperkirakan sebagai bagian dari sistem pencernaan walaupun tidak ada bukti jelasnya.

Apa yang menyebabkan Appendicitis? Seperti yang dapat kamu lihat, usus buntu hanya memiliki satu pintu. Appendicitis terjadi ketika ssuatu memblokir/menutup pintu tersebut, yang disebut sekum, dan hal itu menutup semua pintu keluar. Bakteria pada usus buntu kemudian mulai bereplikasi, seperti yang bakteria lakukan, membuat usus buntu meradang. Biasanya sekum ditutupi oleh sebuah fekalith, yang pada dasarnya merupakan batu-batuan yang terbuat dari tinja. Dilain tangan, terkadang hal seperti kanker atau parasit dapat menutup sekum. Kalau ada infeksi yang menyebabkan pembengkakkan kelenjar getah being, kelenjar bengkak yang berada di dekat pintu usus buntu akan menyebabkan appendicitis.

Apa yang terjadi jika appendicitis tidak ditangani? Usus buntu hanya akan semakin melebar. Kalau bakteria dalam usus buntu terus bereplikasi, akan ada lubang pada dinding usus buntu. Inilah apa yang orang-orang maksudkan ketika mereka mengatakan tentang usus buntu yang meledak atau pecah. Hal ini juga dapat ditujukan pada usus buntu yang berlubang. Sekarang, bakteri Escherichia coli (E. coli) dapat menyebar luas dibagian tubuh manapun. Biasanya akan dimulai dari selaput perut, yang menghasilkan peritonitis (radang selaput perut). Selaput perut merupakan membran yang melindungi organ perut. Sekarang, karena ada bakteria pada selaput perut, bakteri ini dapat menyebar luas sesuai kemauannya. E. coli mungkin akan menyebar luas ke hati, paru-paru, otak, ginjal, darah, dll. Bahaya dari pecahnya usus buntu itulah mengapa appendicitis dimasukkan dalam kategori darurat medis.

Bagaimana apendicitis didiagnosa? Appendicitis didiagnosa dengan membayangkan (biasanya pemindaian CT atau suara-ultra) dan uji hitungan sel darah putih. Kalau hitungan sel darah putihnya tinggi, itu mengartikan adanya infeksi. Pemindaian CT dan suara-ultra dapat membantu dalam mendiagnosa appendicitis.

Bagaimana cara perawatannya? Appendicitis dirawat dengan pembedahan usus buntu, atau operasi pengambilan usus buntu. Usus buntu yang tidak pecah biasakan akan diambil dengan laparoscopic atau operasi lubang-kunci. Ahli bedah akan membuat tiga irisan kecil dan menggunakan alat operasi mereka dalam perut, seperti kamera dan beberapa penjepit "buaya" untuk mengambil usus buntu tersebut. Pasien dengan operasi ini biasanya akan tinggal semalaman atau dipulangkan pada hari itu juga dan pulih secara cepat. Pasien dengan usus buntu yang pecah akan mendapatkan operasi terbuka, atau satu irisan besar dan ahli bedah akan menarik keluar usus buntu dari tubuh dan memotongnya dengan pisau. Pasien yang mendapatkan operasi terbuka biasanya harus tinggal paling tidak 2-3 hari dan akan memakan waktu lebih lama untuk pulih kembali. Pasien dengan usus bantu yang pecah terkadang akan dirumah sakitkan selama paling tidak seminggu. walaupun bervariasi dari kasus ke kasus. 

Apa saja gejala usus buntu?
Menurut Klinik Mayo, gejala dari usus buntu adalah sebagai berikut: 

  • Rasa sakit tiba-tiba yang dimulai pada bagian kanan perut bagian bawah
  • Rasa sakit tiba-tiba yang dimulai dibagian pusarmu dan terkadang bergeser ke bagian bawah kanan perut
  • Rasa sakit yang semakin parah ketika kamu batuk, berjalan atau melakukan gerakan yang cepat
  • Nausea dan muntah
  • Kehilangan nafsu makan
  • Demam ringan yang mungkin akan menjadi parah seiring dengan proses penyakit
  • Sembelit atau diare
  • Perut terasa kembung

Menurut Klinik Mayo, gejala dari peritonitis adalah sebagai berikut:

  • Rasa sakit diperut
  • Perut kembung
  • Demam
  • Nausea dan muntah
  • Kehilangan nafsu makan
  • Diare
  • Mengeluarkan urin yang sedikit
  • Cepat haus
  • Sulit buang air besar atau membuang gas
  • Cepat lelah

Peritonitis akan lebih sakit daripada radang usus buntu sendiri. Apa yang harus kulakukan kalau aku merasakan appendicitis? Pergilah ke ER dan jangan minum atau makan apapun jika kamu ingin melakukan operasi.

Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang