Apa rasanya memiliki anggota keluarga dengan skizofrenia ?

Dilihat 207 • Ditanyakan 7 bulan lalu
1 Jawaban 1

Sebagian besar, dari pengalaman saya, hal itu sangatlah membuat stress (tergantung pada tingkat keparahan) meskipun tidak mustahil untuk mengatasinya. Ibu saya telah didiagnosa menjadi skizofrenia sejak saya bisa mengingatnya. Sebelumnya, ketika ayah saya menikahinya, dia tidak melihat gejala-gejalanya meskipun saya yakin mereka ada disana untuk sebagian ringan.


Sebagaimana perkembangan pernikahan mereka, gejala-gejala tersebut mulai tampak kepadanya (saya tidak yakin apakah dia selalu seperti ini, meskipun dia tidak memiliki saudara dengan masalah yang sama). Ayah saya mencoba bekerja dengan ibu saya melaluinya bersama, tetapi tampaknya tidak membantu. Ibu saya telah ditentukan dengan pengobatan yang benar-benar bekerja dengan baik, namun dia lalai dalam menggunakannya. Jadi, kebiasaan tersebut kembali. Pada saat itu ayah saya mengetahui kondisi ibu saya, mereka baru saja mempunyai kakak perempuan saya (tidak lebih dari satu tahun).

Pernikahan mereka berjalan dengan baik. Ibu saya tidak selalu berobat, yang disebabkan argumen-argumen, tetapi mereka seutuhnya bahagia. Ketika saya sekitar tiga atau empat (kedua tertua), beliau behenti sepenuhnya. Saya tidak akan  tahu tentang ini, jika ayah saya tidak mengatakannya pada saya, namun perilaku ibu saya berubah menjadi lebih tidak teratur dan mengganggu secara sosial. Ayah saya kehilangan kontak dengan banyak teman karena ibu saya. Ibu saya hanya tidak bisa bergaul dengan orang-orang lagi, mengatakan kepada mereka hal-hal yang tidak pernah terjadi atau hal-hal yang tak seorang lainnya pun telah melihat.


Meskipun demikian, ayah saya masih mencoba bekerja dengannya dan membantunya tetapi itu tampaknya tidak bekerja.
Beliau tetap frustasi harus berbuat apa, karena meskipun ibu saya skizofrenia, beliau masih ibu dari anak-anaknya. Ayah saya tidak bisa melemparkannya ke samping. Ibu saya bertambah buruk saat saya bertambah dewasa. Perilaku ketidak aturannya tetap,  namun telah meningkat dengan kata-kata kasar, perilaku kontra-produktif dan  kadang-kadang tindakan kekerasan. Dia begitu buruk bahwa saya ( dan empat saudara saya lainnya ) yang di asuh selama dua tahun. Itu sangat aneh bagi saya. Saya berusia sepuluh tahun dan saya tinggal dengan orang asing. Itu membuat saya melihat secara berbeda daripada yang lain ; Saya harus matang di usia muda . Ketika saya tinggal dengan dia dan ayah saya lagi, dia berbeda dan kembali pada obat yang diamanatkan oleh pengadilan.

Ini adalah pertama kalinya saya melihatnya pada mereka dan saya mengingat itu menjadi nyata. Kepribadiannya itu diredam dan asing. Saya ingat dia menjadi sangat tenang. Meskipun Ini bukanlah yang terakhir.

Beberapa bulan kemudian, ia berhenti menggunakannya dan perilakunya perlahan kembali.

Sejak saat itu, saya harus hidup dengan itu. Jika tidak, kita semua akan dipisahkan dan di asuh lagi (mungkin sampai kita semua masing-masing berusia 18). Hidup dengan dia adalah dunia emosi yang terasa seperti anda akan mati dengan berapa banyak yang anda rasakan. Di satu sisi, anda merasa untuknya tapi di sisi lain anda tidak ingin melihat wajahnya karena semua kenangan mengerikan dari apa yang dia lakukan. Ada banyak cara yang dapat anda bereaksi dan mengatasinya.

Saya memilih pelarian. Saya merasa bahwa setelah saya berangkat kuliah, saya akan bisa memaafkan dia untuk apa yang dia lakukan. Melihat dia sehari-hari seperti mengupas keropeng  dari luka lama berulang-ulang.

Bisa saya katakan bahwa ada garis yang sangat tipis antara cinta dan benci. Dan saya tidak bisa selalu mengatakan bahwa sisi saya bersandar pada cinta, tapi itu pasti tidak membenci. Dia telah membuat saya siapa saya dengan cara ini, melalui pengalaman saya dengan dia. Saya terutama dewasa untuk usia saya. Saya tidak pesta atau memakai narkoba.

Saya juga sangat dilindungi. Di satu sisi, saya terasing dari orang-orang usia saya karena saya merasa jauh dari apa yang mereka lakukan merupakan hal sepele. Sementara saya berpengalaman, saya tidak merasa itu adalah  cara yang benar karena saya dipaksa untuk tumbuh dengan cepat. Dalam dosis kecil, saya bisa mencintainya. Tapi dalam jumlah besar, saya tidak akan pernah ingin melihatnya lagi. Ini adalah perasaan yang rumit bagi seseorang muda untuk menanganinya, tetapi membantu saya untuk dapat mengkategorikan dan tahu bahwa saya tidak sendirian dalam hal ini. Saya memiliki cinta dan dukungan dari saudara kandung dan ayah saya.

Terjawab 8 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang