Apa rasanya menjadi pengedar narkoba?

Dilihat 299 • Ditanyakan 7 bulan lalu
1 Jawaban 1

Menjadi pengedar narkoba sangat melelahkan. Memberikan penghasilan yang sangat besar lebih dari yang saya kira, tapi juga sangat penuh dengan tekanan, paranoia yang tidak dapat dihindari, dan yang paling sulit, keberadaan dalam duniay yang tidak ada dalam standar tradisional.


Awal saya menjadi pengedar narkoba terjadi tiba - tiba dan berakhir dengan cepat, mengubah tahun - tahun itu menjadi kenangan yang terbakar, besar, dan traumatis. Sekali kamu sudah mulai melakukannya, sulit untuk keluar, tidak ada jalan keluar yang mudah. Saya sampai di Timur dengan lega dan dengan dua buah kotak sepatu penuh dengan uang, tersembunyi dengan aman di rumah orang tua saya. Bisnis kamu dengan sekolah kurang lebih sudah berakhir, atau tidak setimpal untuk dilanjutkan dan kami berlibur untuk sementara. 


Tapi kami siap untuk memulai kembali. Kami memiliki waktu yang singkat sebelum koneksi kami di California pergi ke luar negeri untuk beberapa bulan. Tidak ingin melewatkan kesempatan itu, kami mengatur transaksi yang jauh lebih besar, 70 kg untuk lebih dari setengah juta dolar. Tapi beberapa hal sudah sangat berubah, karena kami selamat dari pengantaran di Selatan, saya  dan teman saya menolak untuk melakukan perjalan dengan alasan bahwa sebagai koneksi utama antara bagian Timur dan Slatan, kamu terlalu penting untuk mengirimkan barangnya. Untungnya koneksi kami di Timur mau melakukan pengiriman dengan biaya yang besar tapi masuk akal.


Waktu itu sudah di akhir musim dan harganya tidak terlalu bagus, Tapi kamu berhasil mendapatkan produk yang membuat perjanjian itu menjadi bagus. Dan setelah menginvestasikan $200,000 dari uang hasil kerja keras kami, paketnya meninggalkan bagian Timur. Tapi di sekitar perbatasan, sopir kamu disuruh menepi. Memberikan SIM bagian timur di dalam plat nomor bagian utara, di tidak memiliki kesempatan.

Satu - satunya penyesalan saya adalah bahwa kami terlalu percaya diri untuk menempatkan semua yang kami punya ke perjanjian itu. Kamu mungkin bilang kami sedang sial, dan setelah mendapatkan salah satu panggilan telepon terburuk dalam hidup saya, perjanjiannya dibatalkan. Bisnis narkoba saya berakhir secepat saat dimulai.


Semua kerja keras kami selama dua tahun terkahir hilang begitu saja. Saya kehilangan arah dan ketakutan. Benar - benar tidak memiliki ketertarikan dalam karir profesional atau kerja kantoran, CV saya sudah tidak diperbaharui selama dua tahun. Pada dasarnya saya pengangguran dan kamu memiliki masalah keuangan yang parah.


Saya berusaha untuk membangun kembali bisnis kami tapi saya kelelahan dan letih secara emosional. Lebih sulit bagi saya untuk menerima situasi tersebut dibandingkan teman saya yang lebih dekat dengan dunia kerja profesional dan memiliki nilai yang bagus dan gelas master di bidang keuangan. Dia juga menerima sejumlah uang yang cukup besar dari orang tuanya ketika kami sudah kehabisan uang. Menyimpan cukup banyak uang selama dua tahun terakhir.

Tahun berikutnya, saya hanya menghasilkan 5000 dolar. Tapi setidaknya saya sudah membeli cukup banyak mainan untuk menyenangkan diri saya masih punya mobil, yang masih harus saya lunasi dengan susah payah, sementara tinggal di rumah orang tua saya. Dalam keterpurukan, saya mengaku kepada orang tua saya yang, sama sekali tidak mengetahui apa yang terjadi. Menurut saya hal yang luar biasa adalah apa yang berhasil kamu bangun melalui kerja keras dan keteguhan hati.

Bagaimana rasanya menjadi seorang pengedar narkoba? Hal itu berarti bahwa segala hal yang kamu lihat, orang - orang yang kamu temui, dan hidup yang kamu jalani memiliki dasar yang kecil dalam kenyataan. Resikonya sangat besar dan pendapatannya juga lebih besar lagi. Kami sampai pada titik dimana kami tidak bisa kembali dan sampai hari ini, saya tidak tahu apakah yang menarik adalah uangnya atau kesibukannya. Setelah perjalanan ke Texas, saya sadar bahwa ini bukan hanya soal uang, menjadi pengedar narkoba berarti mempertaruhkan hidupmu, kehidupan yang sadis.


Tapi menjadi pengedar narkoba merupakan persiapan terbaik yang dapat aku harapkan, untuk memasuki dunia nyata. Sekarang saya tahu cara menangani situasi yang membutuhkan persiapan waktu selma bertahun - tahun. Lebih dari itu, menjadi pengedar narkoba mengajarkan saya untuk percaya pada diri saya sendiri dan apa yang dapat saya lakukan. 


Hal itu mengajarkan saya untuk mempercayai insting saya dan membuat keputusan yang sulit. Saya adalah siswa di sekolah yang tidak dipertimbangkan olhe guru dan siswa yang baik. Tapi kalau melihat ke belakang, bahkan dengan masa lalu saya sebagai pengedar narkoba, beberapa orang di masa lalu saya dapat membandingkan kesuksesan mereka dengan apa yang telah saya alami. Tentunya kesuksesan tersebut tercapai lewat kegagalan besar yang berdampak baik dan buruk. Dan kerugian yang saya alami terhadap kesehatan dan kondisi psikis saya mungkin tidak setimpal dengan yang saya dapatkan.


Setelah beberapa waktu, saya beruntung mendapatkan posisi sangat bagus pada sebuah perusahaan di LA yang cocok dengan kepribadian saya. Saya dan teman saya kadang suka mengenang apa yang kami lalui, membayangkan bagaiman hidup kami seandainya satu perjanjian itu berjalan dengan baik.

Terjawab 6 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang