Apa rasanya merokok?

Dilihat 5,31 rb • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

         


“Merokok itu benar-benar enak, saya belum pernah mengalami sesuatu yang jauh lebih enak dibandingkan dengan sensasi menyalakan sebuah rokok dan menghisapnya dalam-dalam. Rasanya fantastis, aromanya enak, rasa kepuasan yang tidak tertandingi oleh kesenangan yang lain.“

Begitulah kira-kira penuturan sebagian orang ketika ditanya apa rasanya merokok. Rokok memang benar-benar sudah menjadi kebiasaan dalam kehidupan masyarakat. Bahkan untuk sebagian orang, mereka lebih memilih untuk tidak makan nasi ketimbang tidak merokok. Sebegitu aditktif kah mereka, seakan-akan tidak bisa hidup tanpa rokok.

Akan tetapi kenyataannya adalah rasa nikmat yang diberikan oleh rokok adalah rasa enak yang palsu, karena bahaya merokok bagi kesehatan amatlah banyak. Jadi apa rasanya merokok ? Merokok adalah hal yang menjijikkan, terasa memuakkan, aromanya yang tidak enak menempel di pakaian, rambut, kulit, perabotan, hampir semuanya. Rokok meninggalkan kotoran, lapisan minyak pada setiap permukaan, dan noda kuning di kulit, gigi, dinding, dan langit-langit. Merokok sudah menjadi kehinaan sosial, harga yang terus bertambah mahal, dan sangat merugikan kesehatan dan kesejahteraan.  

Saya tegas mengatakan ini, karena hal ini berdasarkan pengalaman yang dialami oleh kakek saya dan bahkan diri saya sendiri (saat ini saya masih dalam proses menghentikan kebiasaan merokok). Dibawah ini akan saya uraikan lebih panjang mengenai pendapat saya tentang rokok berdasarkan pengalaman saya, yang mana pilihan merokok telah menjadi penyesalan terbesar saya. Mari kita simak pengalaman tersebut yang membuat saya geram sampai sekarang!


Selamat datang dahsyatnya kecanduan.


 

Kakek saya merokok selama 50 tahun. Saat dokter mengatakan dia mempunyai Emfisema, barulah dia berhenti merokok, walaupun pada saat itu saya merasa usaha kakek saya untuk berhenti merokok kurang maksimal. Sebagai seorang remaja, hal ini mengherankan saya, kakek saya layaknya seorang tentara, dia tidak menunjukkan sama sekali keberatannya ketika disarankan untuk berhenti merokok. Seperti kebanyakan, -atau mungkin sebagian besar remaja yang belum mengerti seberapa besar bahaya merokok bagi kesehatan- saya tidak mengetahui bagaimanakah dahsyatnya kekuatan candu rokok itu, karena saya tidak melihat perjuangan kakek saya untuk berhenti merokok, hal ini memperkuat persepsi saya bahwa memilih berhenti merokok segampang memulai untuk merokok.

Tetapi pada akhirnya saya mengetahui bahwa sebenarnya kakek saya telah berjuang selama lebih dari 20 tahun untuk berhenti merokok sebelum emfisema "memenangkan" pertempuran ini. Saya ingat dengan baik beberapa percakapan saya dengannya 16 tahun setelah dia berhenti merokok -pada saat itu saya telah merokok selama lebih dari satu dekade, dan telah beberapa kali gagal dalam usaha untuk mencoba berhenti- saya bertanya kepadanya apakah dia pernah berpikir tentang rokok lagi. Dia hampir meruntuhkan saya saat dia menjawab, “setiap hari”. 

Hal ini menyadari saya bahwa ternyata kekuatan candu rokok memang benar-benar dahsyat. Bagi seseorang yang sudah kecanduan rokok, berhenti merokok memang sangat sulit. Meskipun hanya 15 menit, pasti akan terasa sangat menyiksa.


Iblis itu bernama Rokok  

Merokok adalah iblis yang tidak akan pernah benar-benar meninggalkan anda setelah anda membuka pintu. Orang dapat kambuh setiap saat setelah berhenti merokok berbulan-bulan, bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun, bayak sekali contoh-contoh tragis tentang hal itu. Saya bahkan tidak bisa menghitung berapa kali saya mencoba untuk berhenti merokok, beberapa kali mencoba berhenti selama lebih dari setahun dan pernah sekali berhenti merokok selama hampir 3 tahun, tetapi iblis itu memiliki bakat untuk menemukan cara untuk kembali pada saat anda lengah.

 

Saya berfikir, seandainya di dalam masyarakat beredar anggapan bahwa merokok itu aman, ada banyak manfaat rokok yang bisa dirasakan atau jika seandainya dokter mengatakan kalau merokok tidak berbahaya dan tidak merusak kesehatan, pasti semua mantan perokok akan berbondong-bondong untuk membeli berbungkus-bungkus rokok dan menghabiskannya satu demi satu. 

Kini saya sedang berjuang untuk berhenti merokok lagi, saya telah bersumpah untuk tidak merokok seperti seorang pecandu rokok. Karena saya sangat sadar bahwa manfaat rokok itu tidak ada sama sekali, saya tidak akan menjadi lebih muda dikarenakan merokok sehingga saya tidak akan menunda-nunda waktu untuk berhenti merokok sekarang . Memilih untuk merokok adalah, -tanpa diragukan lagi- salah satu penyesalan terbesar saya. Seandainya saja dulu saya tidak penasaran bagaimana rasanya merokok itu, maka saya tidak akan merasa menyesal seperti sekarang ini.


Peringatan Kesehatan



Anak-anak sekarang diberikan kata-kata “Katakan tidak” atau “Merokok membunuhmu” pada slogan iklan rokok . Menurut saya, lebih baik memberikan anak-anak tentang sesuatu yang harus dipikirkan dari pada hanya kata-kata dan slogan pemasaran yang hanya memiliki sedikit kekuatan atau pengaruh. Berilah peringatan yang benar, peringatan yang sesuai kenyataan, bahwa sangat banyak sekali bahaya merokok bagi kesehatan. 

Saya merasa slogan pada iklan rokok merupakan sebuah penekanan yang berlebihan. Harus ada usaha nyata untuk membantu orang yang belum pernah mengalami kecanduan agar mereka dapat memahami bagaimana cara mengendalikan dan menghindari rokok dengan benar, sehingga mereka tidak akan pernah merasakan kecanduan rokok.

Jika anda memutuskan untuk merokok, saya bisa menjamin bahwa suatu saat -dalam waktu yang tidak terlalu lama- keputusan tersebut akan ada dalam daftar singkat dari penyesalan terbesar anda

Akhirnya saya bisa mengambil kesimpulan bahwa saran dari siapapun tidak akan mengena dihati jika bukan diri sendiri yang memutuskan untuk berubah.Saat ini saya telah memasang target kapan saya akan benar-benar berhenti dari kebiasaan merokok. Karena hal pertama yang harus kita lakukan untuk menghentikan kecanduan rokok adalah membulatkan tekad dan berjanji pada diri sendiri untuk berubah.

 

Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang