Bagaimana rasanya terserang diare ketika sedang bertugas sebagai pilot pesawat tempur?

Dilihat 1,93 rb • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Pasti itu mimpi buruk. Ya, tak seorang pilot pesawat tempur pun sanggup membayangkan situasi semengerikan ini. Profesi pilot membutuhkan fokus, kosentrasi dan intelejensi tinggi di dalam mengoperasikan sebuah pesawat udara apalagi sebuah pesawat tempur. Di ketinggian hingga ribuan kilometer di atas permukaan bumi, apapun bisa terjadi dan jika lengah sekian detik saja maka nyawa menjadi taruhan. Mengalami diare di dalam kokpit bisa merusak konsentrasi seorang pilot.


Semua orang sepertinya pasti pernah mengalami diare. Tetapi kapan dan di mana kejadian diare itu dialami memberikan efek yang sangat berbeda. Saat sedang berada di dalam pesawat perang, jangankan berpikir cara mengobati diare, bisa mendarat dengan selamat saja sudah sangat bersyukur.

Namun ada hal unik yang jika skenario mules atau diare di dalam kokpit pesawat tempur memang dialami oleh seorang pilot. Bagi kebanyakan orang tentu ini lucu dibayangkan, namun jika memang benar-benar terjadi maka ancaman bahaya yang timbul sangat serius. 


Sebuah pesawat tempur merupakan kendaraan yang sangat krusial dan berharga sehingga untuk mengoperasikannya pilot harus benar-benar berfisik prima. 


Coba kita perhatikan situasi di sebuah pesawat perang berikut ini.



Ruang Kokpit Pilot Serba Tertutup


Mungkin Anda sering nonton film seperti Top Gun atau pun searching di Youtube tentang bagaimana kondisi sebuah pesawat tempur. Desainnya kita tahu tidak memberi celah sedikitpun untuk terhubung dengan lingkungan di luarnya. Jika ini terjadi, dipastikan pesawat akan meledak akibat tekanan tinggi saat melaju di ketinggian ratusan sampai ribuan kilometer.


Satu-satunya kesempatan bagi seorang pilot untuk membuka pesawat dengan aman adalah pada saat naik dan turun dari pesawat. Kalau terbuka di antara keduanya ada kemungkinan pesawat tengah mengalami masalah serius. Nah, bayangkan saja jika dalam ruang yang tertutup ini tiba-tiba seorang pilot mengalami diare. Tidak perlu memikirkan sampai harus cebok atau mengelap kursi pilot, bau kentut saja sudah bikin pusing tujuh keliling di ruang sesempit itu. 


Jadi gak usah pula mikir misalnya apa penyebab diare warna hitam, yang jelas itu sudah sangat menyiksa.

    

Jadi perlu ditegaskan lagi bahwa pesawat perang tidak punya ventilasi, tidak ada masker oksigen. Sekali mengudara maka sistem pernapasan pilot akan bergantung pada sistem suplai oksigen otomatis dari pesawat perang tersebut. Daripada harus menanggung bau tak sedap selama perjalanan (belum risiko yang lain), maka sangat penting memastikan seorang pilot benar-benar sehat lahir batin.


pesawat perang


Benarkah kejadian “sepele” pernah dialami pilot di dalam kokpit?


Ada cerita menarik dari seorang instruktur bernama George Faulker. Pertama kali ia memakai pesawat F4U di tahun 1945. Misinya untuk membentuk sebuah formasi gagal gara-gara co pilotnya terjepit sama bajunya sendiri. Jadi siapa lagi yang bisa bantu memperbaiki kalau bukan dirinya? Masih lanjut, ketika ada pesawat lain yang jemput, kopilot yang ditumpangi itu tidak sadarkan diri setelah berjam-jam mengudara.


Usut punya usut, setelah sampai di daratan kopilot tersebut sadar dan ditanya apa yang terjadi pada dirinya. Dia menjawab setelah buru-buru dari belakang. Katanya selama mengudara dia sakit perut dan harus menahan BAB berjam-jam. Begitu parahnya, sampai pesawat yang dia tumpangi baunya sangat menyengat. Entah benar atau tidak cerita ini, yang jelas mengalami diare di sebuah kokpit pesawat saat mengudara sebagai pilot tentu menjadi hal yang tidak diinginkan.


Cara mengobati diare bukanlah hal yang sulit jika kita mengalaminya dalam situasi normal di daratan. Anda tinggal pergi ke toko obat dan membeli obat diare yang murah. Atau jika memang lokasi Anda jauh dari keramaian Anda bisa menggunakan obat diare bahan-bahan alami seperti jambu biji ataupun daun jambu biji. Namun untuk situasi seperti di dalam kokpit pesawat tempur tentu Anda tidak bisa bangun dan mencari toilet. Jadi, penting bagi Anda untuk tetap menjaga kesehatan dan kebugaran fisik. Jika memang terjadi, maka pilot harus segera mencari landasan pacu terdekat.


diare


Solusi Bagi Pilot yang Mengalami Diare


Berapapun rasio perbandingan munculnya kejadian di atas, tetap saja ada kemungkinan pilot mengalami diare. Anggap saja demikian dan yang terpenting dari semua itu adalah antisipasi. Oke sekarang coba bayangkan Anda di posisi pilot. Mendadak pada ketinggian tertentu Anda mengalami mual dan diare. Saran saya, tetaplah konsentrasi dengan navigasi dan sistem kendali Anda. 


Tidak usah berpikir soal tadi makan apa, atau salah siapa yang jelas Anda dalam situasi mengemudikan pesawat tempur dan sedang diare.


Atur pernapasan Anda dan tetap konsentrasi. Jangan biarkan perut mulas mengalahkan fokus Anda dan sebisa mungkin batalkan misi. Hal terpenting yang harus Anda lakukan adalah kembali ke pangkalan atau menemukan landasan pacu terdekat. Sementara itu tetap jaga komunikasi yang baik dengan mereka yang ada di pangkalan. 


Tujuan Anda adalah mendarat secepat mungkin dengan aman dan mencari cara mudah mengobati diare. Mustahil bagi Anda minum obat diare di saat mengudara bukan?


penyakit diare


Selama di darat, seorang pilot harus menjaga kebugaran fisiknya. Berat badan turun karena diare membuat seorang pilot atau siapapun harus beristirahat dan memulihkan diri. Jadi jika Anda memang berprofesi sebagai pilot yang khusus mengemudikan pesawat tempur, pastikan mengemudi pesawat tempur tanpa gangguan diare. 


Demikian tadi kira-kira gambaran kalau kita mengalami penyakit diare di dalam sebuah pesawat tempur sebagai pilot. Jangankan pilot yang lagi mengudara, orang awam saja sedang diare bawaannya gelisah dan marah-marah melulu serta membutuhkan cara mengobati diare yang manjur untuk diare yang dialaminya ini. 


Tapi mungkin juga unik kalau kita memiliki pengalaman pernah diare di ketinggian ratusan kilometer di atas permukaan bumi. Semoga artikel singkat ini dapat menjawab rasa penasaran Anda.

Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang