Apa rasanya tinggal di Lombok, Indonesia?

Dilihat 264 • Ditanyakan 8 bulan lalu
1 Jawaban 1

Sangat hebat!
Aku lahir dan tumbuh di Lombok. Walaupun aku sudah pindah beberapa tahun lalu, aku ragu kalau ada yang menjadi buruk. Dengan bandara yang baru, globalisasi, dan gelombang turisme yang lebih banyak, seharusnya akan jauh lebih baik. Di bagian pedesaan dimana aku tinggal dulu sepi dan berada di belakang, jadi, sedikit modernisasi pastinya akan membuat sesuatu yang lebih menarik.

Kehidupan Umum
Lombok itu damai (belum pernah dengar konflik apapun) dan memiliki fasilitas umum yang mencukupi. Ketika aku tinggal disana, mati lampu sering terjadi hampir tiap malam, tapi sekarang sudah tidak lagi. Merupakan pulau yang kecil, jadi sangat mudah untuk berpindah-pindah. Walaupun ukurannya kecil, disana ada banyak objek turisme, baik alami maupun budaya, jadi, aku menghabiskan setiap hari liburku dengan liburan dengan keluargaku. Harganya juga murah. Walaupun sedikit lebih mahal dari Jawa (yang penuh pabrik), Lombok JAUH lebih murah dari Bali, yang merupakan pengecualian dengan mempertimbangkan Lombok adalah pulau turis. [Ada pasar seni di Mataran, seharusnya bagus untuk turis, tapi ibuku sering berbelanja disana karena harganya yang pas. Jauh lebih beda dari Bali, yang harga di pasar seperti itu setinggi langit]

Budaya
Orang-orangnya jamak, walaupun umumnya beragama, dengan 60%-70% dari mereka itu Musilm, 20-30%nya Hindu, dan sisanya lain. Walaupun persenan Muslim itu lebih rendah dari bagian lain di Indonesia, budaya Muslim itu dipertimbangkan lebih awet dibandingkan Jawa. Disekolah, pelajar selalu mengadakan Yasinan (resital dari Yassin) setiap Jum'at, dan masyarakat umum banyak yang melakukan pembelajaran Yasinan dan Qur'an. Berlajar Qur'an itu diharuskan untuk anak-anak. Walaupun fraksi Hindu jauh lebih rendah dari Bali, tradisi Hindu itu sama saja dengan Bali karena kedekatannya yang dekat. Ada kuil Hindu dimana-mana dan menawarkan penyebarannya dijalanan. Hari Suci Hindu selalu dirayakan dijalanan, dengan ogoh ogoh dan lainnya. Terkadang juga ada upacara Ngaben, dimana kerbau raksasa diarak-arakkan di jalan. Ada juga tradisi tanda tangan Lombok, yaitu sunatan... Untuk anak laki-laki dan perempuan (jangan tanya aku apa yang dipotong). Setelah penyunatan selesai, anak laki-laki/perempuan itu akan menaiki patung kerbau dan diarakan dijalan, dengan orang-orang dan musisi tradisional mengikuti dari belakang. Dan juga, upacara Bau Nyale, yaitu mengambil ulat nyale berwarna untuk menemukan tanda tentang panenan yang akan datang. Masih ada beberapa tradisi budaya yang kuat dalam desa tradisional sasak seperti Sade, yang terbuka untuk turis. Walaupun orang-prangnya memiliki agama yang kuar, kami memiliki toleransi yang baik terhadap budaya & tradisi yang berbeda. Kami tidak pernah mempunyai konflik picik, ataupun kerusuhan. Dulu di Lombok, tetangga di seberang rumahku adalah orang Hindu Bali yang taat; aku bermain dengan anaknya setiap hari, dan kami saling berbagi makanan dalam setiap perayaan agama. Tetangga lainku yang ada disebelah rumahku adalah orang Lombok asli.

Keadaan Alam
Tanah di Lombok cukup lembab dan merupakan pegunungan, berkat Gunung Rinjani. Karena itu, ada atraksi alami seperti Gunung Rinjani itu sendiri, air terjun, dll. Keadaan alamnya masih dirawat dengan baik dan sungainya itu sangat jernih dan bisa digunakan untuk bmandi. Aku dan keluargaku dulu sering pergi ke sungai favorit kami (aku lupa namanya, tapi melewati hotel) dan berenang disana. Sebagai pulau tropis yang kecil, Lombok menyediakan beberapa pantai indah seperti Senggigi dan Kuta (namanya sama karena merupakan bagian dari Bali juga). Senggigi adalah pantai dengan tipe pantai untuk berkunjung, aku pergi kesana hampir setiap minggu karena pekerjaan ibuku sebagai guru di sekolah perhotelan. Kuta memiliki butiran pasir yang unik; ukurannya dikatakan lebih tinggi dari butiran pasir pantai yang biasa. Ada pantai baru yang bernama pantai Pink karena pasirnya yang berwarna merah muda. Dan juga, pantai Batubolong itu sangat keren juga, dengan batu-batunya yang kenyal. Pantai dimana Bayu Nyale dilakukan, aku lupa namanya, juga sangat keren (laguna dengan warna biru air, pasir yang luas, dan langit yang bersih).

Kehidupan Kota
Jangan terlalu mengharap, kota-kotanya itu cukup sepi kecuali Mataram, ibu kotanya, yang terlihat seperti kota pada umumnya yang berukuran sedang di Jawa. Aku tinggal di Praya dan tempatitu sangat, sangat sepi. Kotanya selalu kosong dimalam hari dan jalanannya tidak pernah ada kemacetan. Lebih mirip ke desa daripada kota, dengan ladang-ladang padi disekitarku dan bukan gedung. Ketika aku masih kecil, aku bermain di ladang padi dan memasukkan kakiku ke lumpur daripada bermain permainan tersendiri seperti anak-anak sekarang...

Kuliner

Makanan tradisional paling terkenal di Lombok adalah ayam taliwang dan beberapa jenis bumbu-bumbu saus, tapi ada beragam sate seperti sate cakranegara (daging kambing), sate narmada (sapi & usus), dan sate pusut (daging giling ikan/ayam/sapi yang dicampur dengan serutan kelapa dan bumbu-bumbu, diletakkan di potongan bambu yang leavar. favorit pribadiku). Makanan disana pastinya pedas / panas, walaupun tidak sepedas hidangan padang. Lagipula, Lombok itu artinya cabai :D | Tempat makan favoritku adalah di depot yang menjual es campur yang enak di Ampenan.

Transportasi

Kalau orang-orang di Jawa naik becak, orang-orang disini menaiki cidomo, yang merupakan singkatan untuk cikar (kereta roda yang ditenagai oleh sapi), dokar (keraeta roda yang ditenagai kuda), dan mobil. Itu dikarenakan cidomo ditarik oleh kuda, tapi kaeretanya lebih terlihat seperti cikar dan bukannya dokar/andong di Jawa, dan menggunakan roda mobil dan bukannya menggunakan roda kayu yang biasa. Transportasi modern, seperti angkot (kendaraan umum) masih ada. Tapi, jangan mengharapkan kendaraan bis; pulau ini terlalu kecil untuk garis bis.

Kesimpulan
Hidupku di Lombok itu seperti surga :D

Terjawab 8 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang