Apa saja cerita sukses dari orang-orang yang menderita gangguan rasa cemas kronis?

Dilihat 322 • Ditanyakan 7 bulan lalu
1 Jawaban 1

Pertarungan selama 9 tahun melawan gangguan kecemasan yang parah, serangan panik, fobia terhadap ruangan terbuka, depresi, dan bipolar merupakan cerita yang panjang, saya kan berusahan untuk mempersingkat cerita tersebut. Durasi dan jangka waktu yang berbeda - tahun akhir kuliah + pernikahan + memiliki anak + gejala saat ini.


  • Serangan panik (kesulitan bernafas, tenggorokan serasa tercekik, tangan gemetaran, ketika sedang cemas saya akan melakukan hal - hal yang bodoh)
  • Tidak memiliki kehidupan sosial (saya tidak pergi ke restoran, bioskop ataupun taman) [jika saya harus meninggalkan zona nyaman saya, saya akan membuat masalah besar, lalu merasa bersalah karena telah melakukannya dan akhirnya bersiap pergi dan duduk sembari meminta maaf sepanjang perjalanan.
  • Tidak mau pergi dan berkunjung ke dokter.
  • Menangis dan merasa depresi tanpa alasan yang jelas.
  • Merasa seperti orang gagal.
  • Orang - orang menghakimi dan mengolok - olok saya (kenapa??.. saya tidak tahu)
  • Setiap saat selalu berpikir bahwa saya adalah orang yang gagal dibandingkan dengan orang lain.
  • Tidak ingin melakukan apapun

Mengalami masalah kesehatan:


  • Sering pilek dan flu
  • Rambut rontok, berubah, berketombe
  • Merasa sangat dehidrasi, berat badan teralu rendah dengan perut yang lembek
  • Tingkah laku dan ekspresi wajah selalu tegang - terlihat seperti zombie

Saya merasa sudah waktunya saya melakukan sesuatu - hidup saya berantakan, pernikahan saya tidak berjalan dengan baik, anak - anak masih sangat kecil dan segala hal tersebut mempengaruhi karir suami saya serta kesehatan kedua orang tua kami yang merasa sedih dan tegang. 


Saya merasa tidak berguna - apa gunanya saya sebagai seorang pasangan kalau saya hanya menariknya ke dalam nerakan yang mengerikan itu bersama saya. Saya tidak bisa hanya menjadi tuan puteri yang selalu dirawat setiap saat. Ketakutan setengah mati, sambil menggenggam tanganya dengan erat - saya mengambil langkah pertama - saya pergi menemui dokter. Hasil pemeriksaan menunjukkan tingkat vitamin D yang sangat rendah (nilai saya 3, sementara minimalnya 30), kekurangan kalsium dan mineral - mineral lain yang parah, anemia.

Pengobatan yang panjang dan efek sampingnya meningkatkan depresi saya +serangan panik  dan segala hal. Ketika saya dalam kondisi "waras" saya berusaha keras untuk membangun hidup saya kembali:

  • Membaca - Saya membaca banyak buku, segala macam buku yang bisa saya dapatkan
  • Internet - saya menonton video - video lucu, motivasi - motivasi, lagu - lagu / tutorial
  • Menonton film
  • Memasak
  • Ingin pergi ke luar - mencari makanan, ke taman, berekreasi
  • Menggambar
  • Berolahraga
  • Banyak berdoa
Dengan menjalani hal - hal tersebut dengan jadwal yang ketat, segalanya mulai berubah secara perlahan. Saya mengalami perbaikan. Saya masih hidup dalam gangguan kecemasan tapi sekarang gangguan itu seperti kucing liat yang tinggal di dalam rumah saya (makan, tidur, dan membutuhkan perhatian saya dan kadang lepas kendali, tapi saya pemiliknya dan saya akan menjinakkannya)

Efek samping yang positif:


  • Kesehatan anak - anak san suami membaik
  • Saya dapat memasak dengan lebih baik
  • Menjadi lebih terhubung ke keluarga
  • Lebih bugar secara fisik
  • Kosa kata saya bertambah dan saya dapat menyampaikan apa yang ingin saya sampaikan dengan lebih jelas
  • Berusaha untuk mempelajari tentang programming
  • Saya dapat membantu orang lain dan membaur, bukan hanya tersisih dan menangis untuk mencari perhatian.


Terjawab 6 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang