Apa saja efek kehamilan bagi wanita?

Dilihat 688 • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1



Kehamilan merupakan periode seorang wanita membawa embrio di dalam rahim nya. Hal ini untuk pasangan suami-istri adalah saat yang begitu dinantikannya.  Gejala awal kehamilan sebelum telat haid penting diketahui terutama bagai pasangan yang belum berpengalaman dalam menghadapi kehamilan. Mendeteksi kehamilan lebih dini sangat penting guna menghindarkan hal-hal yang tidak diinginkan. Sebab jika calon ibu serta pasangannya telah mengetahui adanya tanda kehamilan, tentunya akan mempersiapkan segala sesuatu yang terbaik untuk kesehatan ibu dan perkembangan janinnya. Sebaliknya, jika calon ibu tidak mengetahui bahwa dirinya sedang hamil, maka dikhawatirkan akan melakukan hal-hal yang dilarang ketika hamil karena berpotensi membahayakan perkembangan dan pertumbuhan janin yang dikandungnya. Wanita yang mengetahui kehamilannya sejak dini akan lebih memperhatikan  kesehatan diri dan janin yang dikandungnya.Calon ibu harus mulai meningkatkan perhatian pada kebutuhan nutrisi yang diperlukan untuk sang buah hati. Bagi anda yang ingin mengetahui apakah anda sedang hamil atau tidak, berikut ini merupakan gejala awal dan  ciri-ciri awal kehamilan. Yuk simak terus artikel di bawah ini.


Gejala dan ciri-ciri awal kehamilan


  • Terlambat haid


Pada umumnya telat haid dijadikan indikator sebagai gejala awal kehamilan. Akan tetapi tidak semua keterlambatan hai  berarti terjadinya kehamilan. Cara ini memang benar, namun banyak wanita yang mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur, sehingga akan kesulitan untuk menghitung keterlambatan menstruasinya. Pada wanita yang mengalami haid teratur pun terkadang  mengalami keterlambatan karena berbagai faktor, seperti pengaruh hormon, lingkungan, kondisi fisik, maupun psikis.  Adapun hubungan terlambat haid dengan munculnya kehamilan, yaitu saat sel telur sudah terbuahi maka tidak akan lagi dikeluarkan oleh tubuh (menstruasi), dan ovarium tidak akan lagi memproduksi sel telur baru selama masa kehamilan. Sehingga, ketika mengalami kehamilan, anda tidak mengalami haid.


  • Perubahan pada payudara

Pada masa awal kehamilan payudara seorang wanita juga terjadi perubahan, dimana payudara akan terasa lebih padat, lebih kencang dan  lebih sensitive. Aerola (daerah sekitar puting susu) terlihat lebih menonjol dan berwarna lebih gelap dengan pembuluh darah yang lebih tampak pada permukaan kulit payudara. Pada dua minggu pertama setelah awal kehamilan, ukuran payudara mulai membesar  serta terasa lebih berat  dan area sekitar payudara terasa agak sakit. Hal itu sebagai persiapan untuk memproduksi susu. Adapun penyebab dari perubahan tersebut karena adanya peningkatan  hormon progesteron dan estrogen dalam tubuh wanita hamil.


  • Sering buang air kecil


Wanita hamil akan sering mengalami  buang air kecil. Gejala ini dipicu oleh peningkatan hormon HCG . Selain itu keinginan buang air kecil lebih disebabkan oleh janin yang tumbuh di dalam rahim sehingga pembesaran rahim akan  menekan kantong kemih. Kandung kemih juga lebih cepat dipenuhi dengan urine. Hal ini menyebabkan frekuensi buang air kecil meningkat. Saat hamil muda, janin di dalam rahim membutuhkan ruang yang lebih luas, peluasan rahim mengakibatkan kandung kemih menjadi tertekan.


  • Perubahan bentuk tubuh

Bukan hanya perut yang membesar  ketika seorang wanita mengalami kehamilan, bagian lainnya seperti bokong, paha, dada dan lengan juga umumnya akan membesar.  Tanda awal kehamilan  juga dapat dilihat dengan adanya perubahan pada bibir organ intim (area kewanitaan). Perubahan tersebut yaitu pada warnanya yang semula merah muda berubah menjadi lebih pucat (gelap). Pada awal kehamilan biasanya juga akan keluar cairan dari organ intim yang mirip keputihan. Hal itu merupakan cairan yang dihasilkan dari pembuahan yang berasal dari cervical mucus.  Cervical mucus yaitu lendir  serviks. Lendir serviks yang sehat menjadi jalan dimana sperma dapat dengan lancar menuju ke dalam saluran telur, membantu menjaga dan menutrisi sprema, serta membantu pergerakan sperma di dalam rahim agar bertemu sel telur.


  • Mual (muntah)


Mual (muntah)  merupakan tanda awal kehamilan yang diakibatkan meningkatnya asam lambung  karena meningkatnya hormon estrogen. Selain itu mual (muntah)  juga dapat dipicu oleh adanya perubahan metabolisme pada organ hati pada saat awal kehamilan serta dapat pula ditambah karena adanya faktor psikis calon ibu yang mulai labil.  Mual dan muntah umumnya baru akan terasa pada usia kehamilan 6 minggu. Tapi gejala ini juga bisa muncul lebih awal. Kondisi ini biasanya akan hilang setelah memasuki usia kehamilan 12-16 minggu. Akan tetapi pada beberapa kasus ada calon ibu yang terus merasakan mual/muntah sampai bayi yang dikandungnya lahir. Situasi ini lebih sering terjadi pada pagi hari saat bangun tidur sehingga sering disebut sebagai morning sicknes, hal ini terjadi karena menumpuknya asam lambung selama anda tidur. Morning sickness ini biasanya juga disertai gejala pusing atau tidak enak badan. Mual (muntah)  juga sering diikuti oleh gejala ngidam, dimana calon ibu mempunyai keinginan atau dorongan besar terhadap jenis makanan tertentu, yang biasanya rasanya asam.


  • Sensitif terhadap bau

Salah satu tanda awal kehamilan lain yaitu calon ibu biasanya lebih sensitif terhadap bau.  Sensitif terhadap bau seperti tidak menyukai aroma-aroma menyengat  walaupun aroma itu sebelumnya disukai. Ketika ibu hamil pergi ke dapur, akan beresiko tinggi mengalami mual karena mencium bumbu dapur ataupun aroma makanan tertentu. Selain mual, bau aroma yang terlalu menyengat dapat pula menyebabkan muntah bagi wanita hamil. Mual yang dialami pada awal kehamilan umumnya disebabkan oleh indera penciuman yang menjadi lebih tajam terhadap bau-bauan tertentu, baik yang beraroma positif, seperti minyak wangi, atau yang beraroma negatif seperti asap rokok.


  • Suasana Hati yang Mudah Berubah


Perubahan hormon juga dapat membuat anda merasa lebih emosional dan suasana hati cepat berubah tanpa alasan yang jelas. Jika anda bukanlah seorang wanita yang sensitif, namun tiba-tiba  muncul rasa emosional ketika menghadapi situasi yang wajar, hal  itu terjadi karena membanjirnya jumlah hormon di dalam tubuh ketika awal-awal kehamilan, sehingga mengakibatkan muncul rasa emosional. Perubahan suasana hati atau mood, seperti biasanya gembira menjadi sedih, umumnya terjadi pada trimester pertama masa kehamilan. Perubahan suasana hati secara mendadak dan ekstrem cukup sering terjadi, hal ini adalah  normal, asal tidak mengarah ke kondisi depresi atau stres berlebihan.


  • Mudah lelah

Mengantuk serta cepat lelah tanpa sebab dapat menjadi gejala awal kehamilan. Gejala ini dapat berlanjut terutama pada 3 bulan awal masa kehamilan. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh meningkatnya kadar  hormon progesteron dan perubahan pada produksi darah, detak jantung, dan metabolisme tubuh. Apabila  anda memiliki riwayat gangguan tekanan darah rendah, maka  kelelahan saat melakukan aktivitas dapat berakibat pingsan. Hadirnya janin akan menyebabkan peningkatan pasokan aliran darah menuju ke janin dan tentunya ibu harus berbagi nutrisi dengan janin yang dikandungnya. Minggu pertama atau kedua masa kehamilan maka tubuh akan bekerja dengan sangat keras untuk memompa hormon serta memproduksi lebih banyak darah untuk nutrisi bagi janin.  Jantung akan bekerja memompa lebih keras dan lebih cepat dari biasanya.


  • Rasa kram pada perut


Umumnya saat awal kehamilan seorang wanita  akan mengalami kram  pada perut. Kram pada perut ini diakibatkan akibat terhentinya produksi hormon progesteron dari corpus luteal setelah hadirnya plasenta. Kram perut juga dapat disebabkan karena otot rahim yang meregang akibat hadirnya janin.  Rasa kram terjadi karena terjadinya implantasi janin ke dinding rahim. selama proses ini masih berlangsung maka rasa kram juga masih akan terasa. Kondisi ini biasanya hanya berlangsung ringan. Jika terjadi kram perut yang hebat disertai dengan banyak perdarahan, maka anda harus segera menemui dokter untuk mendapatkan pertolongan medis. Keluarnya bercak darah umumnya diikuti munculnya rasa kram atau nyeri pada perut, yang nyeri ini dapat terus berlanjut hingga masa kehamilan trimester kedua.


  • Bercak darah dan nyeri perut

Pada masa awal kehamilan seorang wanita dapat juga mengalami flek atau mengalami sedikit pendarahan, yaitu sekitar 10 atau 14 Hari setelah pembuahan. Munculnya bercak darah  ringan  pada saat kehamilan ini terkadang disalahpahami sebagai menstruasi.  Bercak darah ini biasanya berwarna merah muda atau coklat. Bercak darah pada awal masa kehamilan ini disebabkan oleh adanya proses penempelan sel ovum yang telah dibuahi oleh sel sperma ke dinding rahim.  Adanya bercak darah ini adalah merupakan sesuatu hal yang wajar. Namun bila pendarahan atau flek tidak juga hilang dalam waktu lama atau memiliki  volume yang  banyak, maka anda disarankan untuk pergi menemui  dokter untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.


  • Merasa pusing dan melayang.


Pada awal kehamilan, terjadi peningkatan sirkulasi darah yang disebabkan oleh adanya perubahan hormon, yang menjadi pemicu munculnya sakit kepala ringan. Sensasi tubuh melayang atau rasa  pusing di kepala ini karena terjadi perubahan sirkulasi ketika pembuluh darah dalam tubuh membesar, serta tekanan darah mengalami penurunan.   Munculnya rasa pusing dapat  lebih terpicu  ketika ibu hamil dalam kondisi kadar gula darah yang rendah.


  • Sering meludah

Terjadinya perubahan hormon estrogen, terutama ketika masa kehamilan trimester pertama, mengakibatkan wanita hamil  menjadi cukup sering meludah.  Kondisi ini akan berangsur-angsur menghilang setelah masa kehamilan memasuki trimester kedua.



Peningkatan kadar hormon beta-hCG (human chorionic gonadotrophin) dan sensitivitas terhadap bau-bauan dapat membuat wanita hamil menjadi tidak berselera menyantap makanan yang sebelumnya biasa dikonsumsi.  Ibu hamil seringnya mengalami perubahan selera makan ketika 6 bulan pertama. Pada awal masa kehamilan bau makanan tertentu dapat menimbulkan rasa mual. Hal ini dapat terjadi karena meningkatnya  hormon estrogen di dalam tubuh. Dengan kondisi penciuman yang lebih tajam, berakibat beberapa bau makanan tertentu dapat  membuat ibu hamil menjadi sangat mual.  Pada sebuah studi yang dilakukan, ditemukan bahwa umumnya ibu hamil tidak menyukai bau kopi, daging, makanan yang mengandung susu seta makanan berbumbu banyak  Sebaliknya, mengidam satu makanan tertentu dapat juga terjadi, hal ini sebagai akibat adanya perubahan hormon.


  • Konstipasi.

Konstipasi  pada  mada masa awal kehamilan dapat terjadi  karena adanya peningkatan jumlah hormon testosterone, yang membuat kinerja sistem pencernaan melambat. Makanan yang lebih lambat untuk dapat masuk ke saluran pencernaan, dapat menyebabkan konstipasi.  Dalam kondisi seperti ini, cobalah untuk mengonsumsi lebih banyak serat, untuk membantu proses pencernaan  menjadi lebih lancar.


Semua gejala di atas, sayangnya, tidak selalu merujuk kepada kehamilan. Beberapa wanita bahkan tidak merasakan satu pun gejala di atas sebelum hamil. Dunia medis memiliki cara tersendiri dalam memastikan kehamilan. Cara pertama yaitu menggunakan alat tes kehamilan (test pack). Alat ini mudah didapat  di apotek. Cara yang digunakan yaitu melakukan tes urin, dan keakuratannya pun telah cukup teruji, dengan keakuratan hingga 99%. Apabila anda positif hamil, maka tanda yang terlihat adalah dua garis, namun  jika negatif maka garis yang terlihat hanya satu.  Cara medis kedua yaitu pemeriksaan USG. Cara ini sangat  efektif dan paling akurat. Dengan menggunakan teknologi USG, maka anda dapat  melihat apakah di dalam kandungan terdapat janin atau tidak, bahkan dapat mengetahui dengan jelas kondisi janin di dalam kandungan.


Efek Kehamilan Bagi Wanita


  • Kembung

Kondisi tak nyaman ini disebabkan hormon progesteron yang menyebabkan jaringan otot polos dalam tubuh anda termasuk saluran bernapasan menjadi santai. Efeknya adalah pencernaan menjadi lambat yang memungkinkan lebih banyak nutrisi tersampaikan ke bayi anda. Sayangnya, hal itu juga menghasilkan banyak gas.


  • Jerawat

Wanita hamil sering berjerawat dikarenakan  hormon yang dihasilkan dalam tubuh  mendorong tubuh membuat lebih banyak sebum. Kelebihan sebum dapat menutup pori-pori kulit wajah anda, yang menciptakan suatu lingkungan di mana bakteri bisa berkembang biak dengan cepat. Saat hamil, jerawat juga bisa tumbuh di lokasi yang tak biasa seperti di kaki.


  • Perut gatal

Gatal pada bagian tubuh, sering dialami oleh wanita hamil. Iritasi ini disebabkan terjadinya peregangan kulit.  Apabila perut anda sudah membesar, andapun akan berurusan dengan papula urtikaria pruritus dan plak kehamilan. Ruam ini tidak berbahaya, namun rasa gatalnya dapat mengganggu.  Untuk  mengatasi gatal, para ahli merekomendasikan menghindari panas, mengolesinya dengan pelembab, dan mandi oatmeal sesekali.


  • Bintik hitam di wajah

Beberapa wanita hamil mengalami bercak kecoklatan atau kekuningan yang disebut chloasma di wajah mereka. Penampilan ini sebagai akibat  karena hormon kehamilan yang menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak pigmen. Tak banyak yang dapat anda lakukan dengan bintik hitam di wajah selain menggunakan trik kosmetik. Namun, setelah bayi lahir dan hormon mulai normal, bintik hitam akan memudar.


  • Tumbuh rambut

Rambut anda menjadi lebih tebal dan tak hanya itu, begitu juga di rambut seluruh tubuh anda. Hormon kehamilan menyebabkan rambut yang biasanya rontok tetap bertahan dan rambut baru terus tumbuh. Kondisi ini dapat membuat lengan, kaki dan perut anda memiliki rambut-rambut halus. Untuk mengatasinya dapat dilakukan beberapa metode yang aman untuk wanita hamil seperti waxing, mencabut atau mencukur rambut. Setelah kehamilan berlalu,  rambut yang berlebih itu pun akan rontok.


Selain efek yang telah disebutkan diatas kehamilan sangat  mempengaruhi wanita dalam banyak hal. Fase kehamilan sangat indah dan penuh emosional  namun juga  menakutkan (penuh stress dan tekanan  serta jutaan perasaan lainnya). Kehamilan membawa perubahan dalam diri seorang wanita termasuk memberi perubahan hormonal yang akan mempengaruhi suasana hati wanita. Perubahan kadar hormon dapat  membawa perubahan gila pada seorang wanita. Namun  juga terdapat wanita lain yang tampaknya tidak terpengaruh oleh masalah hormon.  Secara fisik fase kehamilan merubah tubuh wanita, hal ini dikarenakan wanita membawa sesuatu  yang extra berat  (bayi dan ketuban) yang hidup di dalam rahimnya. Hal ini  menimbulkan perubahan yang cukup besar pada tubuh. Dimana tubuh wanita akan melebar, berat badan akan bertambah, berubahnya ukuran pusar  dan payudara, kandung kemih seperti ditekan, paru-paru terasa sempit, tulang rusuk terasa luas dan banyak lagi. Kehamilan juga memainkan pikiran seseorang. Kehamilan merupakan campuran antara perasaan bahagia dan sakit. Namun kebahagian yang diperoleh melebihi rasa sakitnya. Kehamilan sangat sulit, tetapi juga indah dan menakjubkan. Kehamilan sangat berat, namun  kehamilan sangat berharga, sehingga banyak wanita merasa senang untuk mengulangnya kembali. 

 


Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang