Apa saja gejala - gejala dari gangguan obsesif kompulsif?

Dilihat 521 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Informasi ini saya ambil dari situs pelayanan kesehaatan nasional


Gejala - gejala dari gangguan obsesif kompulsif. Gangguan obsesif kompulsif mempengaruhi masing - masing orang dengan cara yang berbeda, tapi biasanya menyebabkan pola pemikiran dan perilaku tertentu. Pola tersebut memiliki empat langkah utama.


Obsesi - dimana pemikiran - pemikiran yang tidak diinginkan, mengganggu, dan seringkali menyedihkan muncul berulang kali dalam pikiranmu yang cemas - obsesi membangkitkan perasaan kecemasan atau tekanan menyedihkan yang intens - perilaku berulang atau tindakan mental yang kamu rasa harus segera dilakukan sebagai dampak dari kecemasan dan kesedihan yang disebabkan oleh kelegaan obsesi sementara. Perilaku kompulsif memberikan rasa lega sementara dari kecemasan, tapi obsesi dan kecemasan akan segera kembali dan menyebabkan siklusnya memulai kembali pemikiran yang obsesif.


Hampir semua orang pernah merasakan pemikiran yang tidak menyenangkan atau tidak diinginkan pada satu titik dalam hidupnya, seperti kekhawatiran bahwa mereka mungkin lupa mengunci pintu rumah atau bahwa mereka dapat terkena penyakit dengan menyentuk orang lain atau bahkan gambaran - gambaran serangan mental yang tidak bersahabat dan kasar.


Kebanyakan orang dapat mengatasi pemikiran - pemikiran tersebut dan dapat menjalani hari - hari mereka dengan seharusnya. Mereka tidak terus - menerus memikirkan kekhawatiran yang mereka tahu tidak memiliki dasar yang jelas. Tapi kalau kamu memiliki pemikiran yang tidak diinginkan dan tidak menyenangkan yang mendominasi pemikiranmu sampai pada titik dimana hal tersebut menggangu pemikiran - pemikiran yang lain, kamu mungkin memiliki obsesi.


Beberapa obsesi umum yang dapat mempengaruhi orang dengan gangguan obsesif kompulsif mencakup : 

  • rasa takut untuk secara sengaja menyakiti diri sendiri atau orang lain - misalnya ketakutan bahwa kamu akan menyerang seseorang, meskipun perilaku semacam ini membuat kamu muak.
  • Ketakutan untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain secara tidak sengaja - misalnya taku bahwa kamu akan membuat rumh terbakar dengan secara tidak sengaja membiarkan kmpor menyala.
  • Takut terkena penyakit, infeksi atau kuman.
  • Kebutuhan untuk hal - hal yang simetris atau tersusun - misalnya kamu merasa butuh untuk memastikan bahwa label kaleng pada lemarimu menghadap ke arah yang sama.

Perilaku kompulsif. Perilaku kompulsif muncul sebagai cara untuk mengurangi atau mencegah bahaya dari pemikiran obsesif. Tapi perilaku tersebut biasanya berlebihan atau sama sekali tidak berhubungan secara realistis. Misalnya, seseorang yang takut terkontaminasi kumas akan mencuci tangan merek berulang kali sepanjang hari, atau seseorang yang taku membayakan keluarga mereka akan merasakan desakan untuk mengulangi suatu tindakan berulang kali untuk "menetralkan" pikiran tentang bahaya tersebut. Perilaku kompulsif yang terakhir paling sering ditemui pada anak - anak yang menderita gangguan obsesif kompulsif.

Kebanyakan orang - orang yang menderita gangguan obsesif kompulsif menyadari bahwa perilaku kompulsif mereka tidak rasional dan tidak masuk akal, tapi mereka tidak dapat menghentikannya. Beberapa perilaku kompulsif yang sering mempengaruhi orang - orang yang terkena OCD antara lain:

  • Membersihkan dan mencuci tangan berulang kali
  • Terus menerus mengecek apakah pintu sudah dikunci atau apakah kompor sudah dimatikan
  • Menghitung atau menyusu sesuatu secara berurutan
  • Meminta kepastian
  • Mengulang kata - kata secara diam - diam dengan berlebihan
  • Berpikir terlalu berlebihan tentang sesuatu untuk memastikan ketakutan mereka tidak akan terjadi, misalnya jika kamu berpikir kamu mungkin akan melakukan kekerasa, kamu "menetralkan" pemikiran tersebut dengan menghindari tempat - tempat atau situasi yang dapat memicu pemikiran tersebut.

Terjawab 12 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang