Apa saja gejala yang kelihatan yang mengarah pada kanker otak?

Dilihat 651 • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Gejala tumor otak bisa muncul karena pertumbuhan tumor di dalam batasan ruang tertentu sehingga gejala apapun yang muncul bisa diakibatkan oleh tekanan yang meningkat. Kemungkinan lain ialah gejala tersebut muncul akibat efek dari tumor yang mulai mempengaruhi otak. 


Gejala akibat tekanan yang meningkat

Otak berada di dalam tulang tengkorak. Pertumbuhan tumor mungkin akan menyebabkan kenaikan tekanan pada otak. Gejala ini dikenal dengan istilah kenaikan tekanan intra-kranial (ICP) dan bisa menyebabkan gejala seperti sakit kepala, mual dan muntah. Sakit kepala yang disebabkan oleh tekanan ini biasanya lebih parah di pagi hari dan mulai berkurang saat siang hari. Di samping itu, tekanan ini juga bisa lebih meningkat karena aktivitas seperti membungkuk, batuk, bersin, atau kegiatan fisik yang intens. Tekanan yang naik akan menyebabkan kantuk dan gangguan visual seperti pandangan yang kabur, objek yang mengambang di medan visual ataupun tunnel vision. Penderita akan menjadi bingung dan keseimbangan serta koordinasi akan mulai terpengaruh. 


Kejang-kejang

Segala serangan kejang-kejang atau perubahan pada pola kejang-kejang harus diinvestigasi lebih jauh. Hal ini bisa menjadi gejala tumor otak. Tentu saja ada banyak sebab kejang-kejang. 


Gejala yang ditunjukkan berkaitan dengan lokasi tumor.

Lokasi tumor di dalam otak bisa mempengaruhi gejala yang ditunjukkan pada pasien.

1. Tumor lobus frontal:

- Perubahan pada kepribadian dan intelektual. Langkah yang tidak terkoordinasi atau kelemahan pada satu sisi tubuh, kehilangan penciuman, kesulitan berbicara.

2. Lobus parietal:

- Kesulitan berbicara atau mengerti kata-kata. Kesulitan dalam menulis, membaca atau melakukan kalkulasi sederhana. Kesulitan dalam mengkoordinasi gerakan sederhana. Kelemahan pada satu sisi tubuh

3. Lobus oksipital

- Kehilangan pengelihatan pada satu sisi, mungkin tidak terdeteksi hingga tes mata

4. Lobus temporal:

- Serangan yang tiba-tiba dan mengakibatkan sensasi yang tidak wajar: perasaan takut atau keramahan intens (deja vu), bau yang aneh atau pingsan. Kesulitan berbicara dan ingatan yang terganggu.

5. Cerebellum:

- Kurangnya koordinasi yang mengganggu cara berjalan dan berbicara. Keadaan yang tidak seimbang. Gemetaran, gerakan yang tidak disadari pada mata (nystagmus), muntah-muntah.

6. Batang otak:

- Ketidakseimbangan, pengelihatan anda, kelopak mata yang terasa berat, senyum pada satu sisi. Kesulitan berbicara atau menelan. 


Kemungkinan juga ada perubahan pada kepribadian (www.macmillan.org.uk). 


Saya ingat ada seorang pasien yang datang setelah mengalami serangan tiba-tiba. Sebelumnya ia sudah datang ke dokter umum dan mengeluh soal sakit kepala yang berkepanjangan dan ia diberitahu bahwa ia menderita stres. Meskipun serangannya diinvestigasi secara rutin, pada akhirnya pasien ini diminta untuk melakukan pemindaian karena ada sesuatu tentangnya yang membuat kami khawatir. Tampaknya ia terkena tumor otak yang sangat besar. Namun untungnya tumor ini bisa dioperasi dan dia selamat. Tumor otak cukup langka, namun siapapun yang menderita gejala mengganggu dan berkepanjangan seharusnya diperiksa sebab gejala ini bisa mengindikasikan masalah serius. 
 

Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang