Apa saja konsekuensi nutrisi yang buruk pada anak remaja?

Dilihat 1,59 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

remaja


Usia remaja atau masa remaja dikatakan masih tergolong usia sekolah, dimana mereka banyak mengikuti aktivitas fisik maupun mental, seperti bermain, belajar, berolah raga. Karenanya masa remaja merupakan saat terjadinya perubahan-perubahan cepat dalam proses pertumbuhan fisik, kognitif dan psikososial. Pada masa ini terjadi kematangan seksual dan tercapainya bentuk dewasa karena pematangan fungsi sistem endokrin. Pada saat proses pematangan fisik, juga terjadi perubahan komposisi tubuh. Itulah sebabnya usia remaja tetap membutuhkan asupan nutrisi yang baik agar perkembangan dan pertumbuhannya lebih maksimal. Periode ini dinamakan Periode Adolesensia ditandai dengan pertumbuhan yang cepat (Growth Spurt) baik tinggi badannnya maupun berat badannya. Pada periode growth spurt, kebutuhan zat gizi tinggi karena berhubungan dengan besarnya tubuh. Masa Growth Spurt tiap jenis kelamin adalah:


  • Anak perempuan : antara 10 dan 12 tahun 
  • Anak laki-laki : umur 12 sampai 14 tahun. 

Pada masa remaja terjadi pula peningkatan berat badan, otot, serta pertumbuhan biokimia dan hormonal. Pertumbuhan ini terjadi pada laki-laki maupun perempuan. Dengan pertumbuhan seperti itu, maka harus diimbangi dengan pola makan yang baik agar tidak terjadi masalah gizi. Malnutrisi pada kebanyakan remaja adalah anemia dan obesitas, sehingga diperlukan perhatian khusus. Seorang remaja khususnya laki-laki mempunyai nafsu makan yang sangat besar, sehingga sering mencari makanan tambahan dengan jajan di luar waktu makan. Para remaja menyukai makanan yang manis dan berlemak, padahal makanan tersebut berpotensi menyebabkan kegemukan.


Malnutrisi adalah kondisi medis serius pada seseorang akibat tidak mendapatkan semua nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh. Atau dengan kata lain mengalami gizi buruk. Seseorang bisa kekurangan gizi meski mengonsumsi banyak makanan. Mengapa? Karena makanan yang dikonsumsi tidak mengandung mikro nutrien (vitamin dan mineral) yang cukup guna memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari. Selain itu, malnutrisi juga bisa disebabkan oleh kondisi kesehatan tubuh yang tidak dapat menyerap nutrisi, masalah pada kesehatan mental, dan kecanduan narkotika dan alkohol.


diet remaja



Kebutuhan Gizi Seimbang


Pada anak remaja kudapan berkontribusi 30% atau lebih dari total asupan kalori remaja setiap hari. Tetapi kudapan ini sering mengandung tinggi lemak, gula dan natrium dan dapat meningkatkan resiko kegemukan dan karies gigi. Oleh karena itu, remaja harus didorong untuk lebih memilih kudapan yang sehat. Bagi remaja, makanan merupakan suatu kebutuhan pokok untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya. Kekurangan konsumsi makanan, baik secara kualitatif maupun kuantitatif, akan menyebabkan metabolisme tubuh terganggu. Kecukupan gizi merupakan kesesuaian baik dalam hal kualitas maupun kuantitas zat-zat gizi sesuai dengan kebutuhan. Kebutuhan gizi yang harus dipenuhi oleh para remaja di masa pertumbuhan mereka antara lain:


  • Energi 

Kebutuhan energi diperlukan untuk kegiatan sehari-hari maupun untuk proses metabolisme tubuh. Cara sederhana untuk mengetahui kecukupan energi dapat dilihat dari berat badan seseorang. Pada remaja perempuan 10-12 tahun kebutuham energinya 50-60 kal/kg BB/ hari dan usia 13-18 tahun sebesar 40-50 kal/ kg BB/ hari.


  • Protein 

Kebutuhan protein meningkat karena proses tumbuh kembang berlangsung cepat. Apabila asupan energi terbatas/ kurang, protein akan dipergunakan sebagai energi.

Kebutuhan protein usia 10-12 tahun adalah 50 gram/ hari, 13-15 tahun sebesar 57 gram/ hari dan usia 16-18 tahun adalah 55 gram/ hari. Sumber protein terdapat dalam daging, jeroan, ikan, keju, kerang dan udang (hewani). Sedangkan protein nabati pada kacang-kacangan, tempe dan tahu. Karena protein memiliki banyak fungsi yang sangat penting untuk tubuh, maka tentu saja tubuh akan rentan terhadap penyakit akibat kekurangan protein yang cukup. Adapun beberapa penyakit yang dapat ditimbulkan akibat kekurangan protein, bisa sangat membahayakan hingga menyebabkan kematian.


  • Lemak 

Lemak dapat diperoleh dari daging berlemak, jerohan dan sebagainya. Kelebihan lemak akan disimpan oleh tubuh sebagai lemak tubuh yang sewaktu- waktu diperlukan. Departemen Kesehatan RI menganjurkan konsumsi lemak dibatasi tidak melebihi 25 % dari total energi per hari, atau paling banyak 3 sendok makan minyak goreng untuk memasak makanan sehari. Asupan lemak yang terlalu rendah juga mengakibatkan energi yang dikonsumsi tidak mencukupi, karena 1 gram lemak menghasilkan 9 kalori. Pembatasan lemak hewani dapat mengakibatkan asupan Fe dan Zn juga rendah.


  • Vitamin dan Mineral 

Kebutuhan vitamin dan mineral pada saat ini juga meningkat. Golongan vitamin B yaitu vitamin B1 (tiamin), vitamin B2 (riboflavin) maupun niasin diperlukan dalam metabolisme energi. Zat gizi yang berperan dalam metabolisme asam nukleat yaitu asam folat dan vitamin B12. Vitamin D diperlukan dalam pertumbuhan kerangka tubuh/ tulang. Selain itu, agar sel dan jaringan baru terpelihara dengan baik, maka kebutuhan vitamin A, C dan E juga diperlukan.


  • Fe/Zat Besi 

Kekurangan Fe/ zat besi dalam makanan sehari-hari dapat menimbulkan kekurangan darah yang dikenal dengan anemia gizi besi (AGB). Makanan sumber zat besi adalah sayuran berwarna hijau, kacang-kacangan, hati, telur dan daging. Fe lebih baik dikonsumsi bersama dengan vitamin C, karena akan lebih mudah terabsorsi.



Masalah Gizi Yang Banyak Menyerang Anak Remaja


Jika asupan gizi tidak maksimal maka pertumbuhan anak usia remaja juga tidak maksimal, hal ini disebabkan karena ketidaktahuan masalah gizi

Berikut ini beberapa masalah gizi yang banyak menyerang kaum remaja, seperti dikutip dari BBCHealth, yaitu:


1. Kekurangan zat besi

Kondisi ini merupakan hal yang paling umum dijumpai. Pertumbuhan yang cepat ditambah dengan gaya hidup dan pilihan makanan yang buruk bisa mengakibatkan remaja mengalami anemia akibat kekurangan zat besi, terutama pada remaja putri ketika ia sudah mengalami menstruasi.

Sumber makanan utama yang mengandung zat besi adalah daging merah, sereal, buah kering, roti dan sayuran berdaun hijau. Sumber zat besi yang berasal dari non-daging membutuhkan asupan nutrisi lain untuk meningkatkan penyerapannya seperti makanan kaya vitamin C (jeruk, blackcurrant dan sayuran berdaun hijau), sedangkan zat tanin yang terkandung dalam teh bisa mengurangi penyerapan zat besi.


2. Kekurangan kalsium

Survei menemukan sekitar 25 persen remaja memiliki asupan kalsium lebih rendah dari yang direkomendasikan sehingga berdampak terhadap kesehatan tulangnya di masa depan, salah satunya adalah osteoporosis yang membuat tulang rapuh dan mudah patah.

Tulang akan terus tumbuh dan diperkuat sampai usia 30 tahun dan masa remaja adalah waktu yang sangat penting untuk perkembangan ini. Nutrisi yang diperlukan seperti vitamin D, kalsium dan fosfor.

Sumber kaya kalsium yang sebaiknya dikonsumsi adalah susu dan produk susu, misalnya segelas susu, 150 gram yogurt dan sepotong keju ukuran kecil. Jika tidak bisa mengonsumsi produk susu, maka konsumsilah susu kedelai yang sudah difortifikasi, atau jika takut dengan kandungan lemak pilihlah susu yang rendah lemak (low fat).


3. Kekurangan gizi akibat salah diet

Berbagai studi melaporkan kaum remaja terutama perempuan banyak yang tidak puas dengan berat badannya, sehingga melakukan diet dengan cara yang salah seperti melewatkan waktu makan, menghindari daging merah, tapi mengonsumsi makanan ringan dan bergula.

Hal ini bukanlah pilihan yang tepat dan sehat karena pada usia tersebut tubuh mengalami percepatan pertumbuhan yang menuntut adanya peningkatan nutrisi. Jika diet yang dilakukan salah maka tubuh akan mendapatkan nutrisi yang penting dalam jumlah kecil atau tidak sama sekali.


remaja sehat


Saat remaja terjadi perubahan fisiologis yang bisa mempengaruhi kebutuhan gizi termasuk untuk pertumbuhan yang cepat, oleh karena itu dibutuhkan pula makanan sehat. Makanan sehat adalah makanan yang mengandung vitamin atau zat- zat lain yang dibutuhkan oleh tubuh guna menjadikan agar tubuh selalu sehat dan juga organ-organ didalamnya dapat menjalankan fungsi semestinya dengan baik dan lancar. Jika tubuh kita sehat dan organ- organ tubuh kita dapat berfungsi secara normal, hal ini tentu saja akan membuat kita merasa nyaman dalam menjalani kehidupan sehari- hari ini. Untuk memperoleh tubuh yang sehat, tidak hanya diperlukan olahraga, namun juga diperlukan adanya asupan- asupan nutrisi yang baik untuk tubuh yang diperoleh dari makanan atau minuman yang dikonsumsi setiap hari. jika ditambah lagi dengan suplemen atau vitamin, maka akan lebih bagus lagi.


Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang