Apakah kita bisa mengonsumsi obat antidepresan tanpa resep dokter?

Dilihat 8,76 rb • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Gangguan kecemasan dan gangguan depresi sering ditandai oleh gejala-gejala fisik yang disadari maupun tidak dapat disadari oleh sang penderita. Dan untuk mengetahui secara pasti apakah seseorang mengalami depresi, seorang dokter jiwa atau psikiater harus melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap para calon pasien untuk mengetahui riwayat atau gejala-gejala yang berkaitan dengan gangguan kejiwaan sebelumnya, lalu menyiapkan serangkaian pengobatan untuk mereka.


Dalam menangani seseorang yang mengalami depresi, seorang psikiater tentu akan meminta keluarga yang bersangkutan untuk menciptakan suasana yang kondusif untuk proses penyembuhannya dan memberikan resep obat antidepresan


Namun, tak sedikit orang yang 'mendeklarasikan' dirinya sendiri sebagai penderita depresi, menolak untuk berkonsultasi dengan psikiater, dan membeli obat sendiri. Tapi apakah boleh kita membeli obat penenang yang dijual bebas di pasaran tanpa anjuran dari ahlinya?


penggunaan obat antidepresan



Obat Antidepresan dan Penggunaannya



  • Penggunaan Obat

Pengobatan yang dilakukan oleh seseorang yang mengalami gangguan cemas dan depresi harus memenuhi standar pengobatan yang telah mendapat rujukan oleh para ahli. Organisasi psikiatri yang terdapat di Indonesia maupun luar negeri telah membuat pedoman-pengobatan untuk kasus-kasus gangguan psikiatri. 


Obat antidepresan hanya bisa didapatkan dengan resep dokter. Golongan obat antidepresan mulai digunakan karena lebih efektif dan juga aman dibandingkan dengan obat anti cemas yang lain seperti benzodiazepine (obat penenang), aprozolam, lorazepam, dan bromazepam. Walaupun efektif tapi terkadang obat-obatan tersebut menimbulkan masalah lain, seperti adanya ketergantungan. 


Bila ketergantungan telah terjadi, biasanya sang pasien akan selalu membutuhkan peningkatan dosis obat dan tidak bisa berhenti untuk mengonsumsinya.


penggunaan obat penenang


Sering kali ada permasalahan yang ditimbulkan oleh obat yang digunakan yaitu efek samping pada pasien seperti mual, ganguan lambung, dan maag. Namun, efek samping tersebut akan menghilang dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu. Obat antidepresan golongan SSRI dan SNRI adalah golongan obat yang mempunyai tolerabilitas yang baik, pasien bisanya cukup nyaman dengan obat yang diberikan.



  • Keamanan Obat.

Pengobatan pada pasien yang menggunakan obat antidepresan biasanya berlangsung lama tapi walaupun sudah membaik disarankan untuk terus melakukan pengobatan sampai 6 bulan dari mulai gejala timbul. Hal ini agar pasien sembuh dengan baik dan tidak terjadi lagi gejala. Pengobatan dilakukan pada waktu panjang harus diperhatikan untuk menjaga keamanan jika obat dipakai bersamaan dengan obat lainnya.


Terkadang kita bisa menemukan obat penenang yang dijual bebas oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Pemakaian obat tanpa resep dokter bertentangan dengan kode etik. Bahaya yang ditimbulkan akibat pemakaian obat secara ilegal pada orang yang menderita gangguan kecemasan akan berakibat buruk bagi kesehatanya. Jika seseorang bermaksud untuk mendapatkan obat secara ilegal atau menggunakannya sendiri hal ini jelas menyalahi aturan yang ada. 


efek obat penenang


Maka kesimpulannya adalah, obat antidepresan tidak boleh dikonsumsi secara bebas, melainkan harus berkonsultasi terlebih dahulu dan harus menggunakan resep dari dokter ahli yang menangani penyakit tersebut. 


Hal ini untuk menghindari efek yang tidak diinginkan dari obat antidepresan, karena apabila dikonsumsi bersamaan dengan obat-obatan lain akan berpengaruh buruk pada kesehatan. Demikian juga dengan obat penenang yang dijual bebas tidak diperbolehkan karena kita tidak tahu apakah itu benar-benar obat yang kita butuhkan, dan apabila salah dosis akan sangat beresiko pada pasien dan dapat berujung pada kematian. Keamanan obat yang digunakan untuk pasien harus diawasi oleh seorang dokter yang bekerja sama dengan apoteker agar tidak terjadi kesalahan yang merugikan pasien.

Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang