Apa saya perlu konsultasi dengan ahli astrologi sebelum menggunakan cicin batu permata?

Dilihat 1,82 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Kalau kamu benar - benar suka dengan model dan nilai artistik dari cincin tersebut, pakai saja. Ahli astrologi hanya menipu orang supaya mereka mempercayai konsep yang tidak memiliki dasar ilmiah. Bahkan ilmu astrologi pun tidak dianggap sebagai bagian dari ilmu pengetahuan, tapi dianggap sebagai bagian dari pseudosains.


Batu permata berasal dari bintang - bintang, jadi secara tidak langsung mereka terkait dengan langit.:) Tapi, kalsium yang ada di tulang kita, zat besi di dalam darah kita, zat arang dalam tubuh kita, semua itu terbentuk pada pembakaran nuklir pada bintang - bintang. Mengutip apa yang dikatakan oleh Sir Lawrence Krauss, seorang kosmolog, "Setiap atom yang ada di dalam tubuh kita berasal dari bintang yang meledak. Dan atom yang ada di dalam tangan kirimu mungkin berasal dari bintang yang berbeda dengan atom yang berada di tangan kananmu. Ini mungkin hal paling puitis yang sata tahu tentang fisika. Kita semua adalah butiran debu di antariksa. Kita tidak akan ada di sini kalau bintang - bintang tidak meledak, karena elemen - elemen - karbon, nitrogen, oksigen, zat besi, semua hal yang penting untuk evolusi dan kehidupan - belum diciptakan pada awal waktu. Semua itu tercipta ketika terjadi pembakaran nuklir pada bintang - bintang, dan satu - satunya cara semua atom tersebut bisa masuk ke dalam tubuh kita adalah ketika bintang - bintang meledak.Jadi lupakan Yesus. Bintang - bintang meledak supaya kita semua bisa ada di sini sekarang.".


Sekarang kita kembali ke sanggahan mengenai astrologi, Jayant Narikar, seorang ahli perbintangan yang terkenal di India dan pendiri IUCAA mempublikasikan sebuah artikel yang berjudul "Pengujian Statistik Terhadap Astrologi". Pada artikel tersebut dia mengatakan bahwa pada era Weda tidak ada yang namanya konsep 7 hari dalam seminggu. Pada astrolog juga belum ada pada masa itu. Mereka baru bermunculan ketika Alexander datang ke India."


Mereka mengadopsi eksperimen yang sebelumnya dilakukan oleh Bernie Silverman, seorang mahasiswa lulusan Univertas Negeri Michigan di Amerika. Mereka mengumpulkan data zodiak dari 100 mahasiswa yang sangat berprestasi dan 100 mahasiswan yang mengalami masalah dalam belajar. Setelah pemilihan acak dari zodiak - zodiak tersebut, terpilih 40 zodiak dari setiap kelompok. Mereka kemudian mengundang para astrolog di negara tersebut untuk memisahkan zodiak dari mereka yang berprestasi dan mereka yang mengalami masalah dalam bidang akademis dan memberikan sebuah pedoman statistik kepada para astrolog tersebut. Targetnya adalah dari 40 zodiak, para astrolog harus dapat mempredikasi paling tidak 28 dari masa depan mahasiswa tersebut. Dari 53 astrolog yang meminta data tersebut, 27 di antaranya memberikan jawaban. Tapi tidak satupun dari astrolog tersebut yang dapat lolos dari tes tersebut. Rata - rata hanya mampu memprediksi 17 data.  Narlikar berkata, "Pengujian yang kamu lakukan berfokus pada sebuah pertanyaan dan para astrolog tidak bisa menterjamahkan ambiguitas yang ada. Pengujian ini menunjukkan gagalnya klaim astrologi yang sering digembar-gemborkan".


Yang ingin saya sampaikan adalah, jangan takut terhadap konsp yang salah yang dibuat oleh para astrolog. Batu permata seharusnya dihargai kaena nilai artistiknya dan keindahan ilmiah dari formasinya, bukan karena anggapan yang salah bahwa batu permata tersebut dapat mempengaruhi kehidupan dan takdir kita.

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang