Apakah penyebab kemungkinan terjadinya pembengkakan kelenjar getah bening?

Dilihat 528 • Ditanyakan 9 bulan lalu
1 Jawaban 1

    pembengkakan kelenjar getah bening

Kelenjar getah bening merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh manusia yang bisa membantu melawan infeksi, baik disebabkan oleh bakteri, virus, atau lainnya. Fungsi kelenjar getah bening itu sendiri adalah untuk menghasilkan sel darah putih untuk dijadikan sistem kekebalan tubuh, selain itu juga berfungsi menyaring virus, radikal bebas, bakteri, zat kimia berbahaya serta menetralisir protein dalam darah.

Sebuah kelenjar getah bening bisa membengkak dalam menanggapi infeksi di suatu tempat di tubuh anda. Pembengkakan kelenjar getah bening dapat muncul sebagai benjolan di bawah kulit. Biasanya ketika terjadi infeksi, kelenjar getah bening akan membengkak untuk memberikan tanda. Infeksi bakteri atau virus yang tergolong ringan merupakan faktor yang paling sering menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening. Beberapa contoh infeksi ringan tersebut adalah demam kelenjar, pilek, infeksi tenggorokan, radang amandel, infeksi gigi, infeksi telinga, dan infeksi kulit (selulitis). Setelah infeksi mereda, kelenjar getah bening akan mengempis dengan sendirinya.

Meskipun begitu, anda harus tetap mewaspadai pembengkakan kelenjar getah bening karena kondisi ini juga bisa disebabkan oleh kondisi (penyebab lain) yang tergolong serius. Mengetahui kelenjar getah bening mana yang bengkak akan membantu mengidentifikasi penyebab yang mendasari. 

Jadi, selain infeksi bakteri atau virus, apa saja penyebab-penyebab lain sehingga terjadinya pembengkakan kelenjar getah benih tersebut? Mari kita mengetahuinya dengan membaca artikel ini lebih jauh:


Pembengkakan kelenjar getah bening (Limfadenopati)

Pembengkakan kelenjar getah bening (limfadenopati) adalah kondisi ketika kelenjar getah bening atau gumpalan jaringan sebesar kacang yang berisi sel darah putih mengalami pembesaran. Pada dasarnya, kelenjar getah bening terdapat di seluruh tubuh kita, namun kondisi pembengkakan biasanya hanya terjadi di area leher, ketiak, dan pangkal paha. Normalnya kelenjar getah bening tidak teraba, namun pada beberapa orang terutama yang bertubuh kurus, kelenjar getah bening dapat normal teraba dengan ukuran tidak lebih dari 1 cm, tidak disertai nyeri, mudah digerakan, terasa lunak. Akan tetapi limfadenopati bisa jadi merupakan tanda awal dari penyakit serius, jika ukurannya lebih dari 1 cm.

Hal penting yang harus dipertimbangkan (diperhatikan) dari limfadenopati adalah: 

  • Lokasi (kepala, leher, lengan, dada, daerah inguinalis/pangkal paha)
  • Kualitas kelenjar (kencang/elastis/keras/tidak beraturan, lunak/tidak, berpindah-pindah/tidak bergerak)
  • Gejala lain yang berhubungan (tanda-tanda infeksi lokal, ruam, demam, kelelahan, penurunan berat badan, organomegali/pembesaran limfa, dan lain sebagainya)
  • Durasi

                   ciri pembengkakan kelenjar getah bening


Penyebab pembengkakan kelenjar getah bening (Limfadenopati)

Penyebab paling umum dari pembengkakan kelenjar getah bening (limfadenopati) adalah: 

  • Infeksi

Gejala kelenjar getah bening yang mengalami pembengkakan sering disebabkan oleh adanya infeksi. Setiap jenis infeksi bakteri atau virus dapat menyebabkan limfadenopati yang dapat melokalisasi daerah infeksi. Sebagai contoh, banyak infeksi saluran pernapasan atas akan menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening di leher. Jika yang terjadi Infeksi menular seksual, maka yang membengkak adalah kelenjar getah bening di daerah inguinalis. Infeksi mononukleosis, akan menyebabkan pembengkakan menyeluruh di seluruh tubuh.Kelenjar getah bening yang bengkak akibat infeksi-infeksi tersebut biasanya lunak dan dapat berpindah-pindah dan jika sedang bengkak kulit diatas kelenjar getah bening tampak kemerahan. 

  • Neoplasma (Tumor/Kanker)

Hal ini bisa termasuk Limfoma (limfoma non-Hodgkin dan limfoma Hodgkin), Leukemia, atau Metastasis pada daerah kelenjar getah bening. Keganasan penyakit-penyakit tersebut sering berkaitan dengan gejala kelenjar getah bening yang bengkak yang bersifat dasar, seperti demam, kelelahan, penurunan berat badan, dan berkeringat di malam hari. Kelenjar getah bening ini biasanya bertahan secara kronis selama berminggu-minggu, namun juga tumbuh dengan cepat. Terjadi pembesaran di bagian kelenjar getah bening bisa juga menjadi tanda Limfoma Hodgkin. Kelenjar yang kencang, elastis, dan tidak terasa sakit ditemukan di Limfoma. Namun, kelenjar yang keras, tidak lunak dan tidak bergerak sering ditemukan saat keganasan dari penyakit tersebut terus menyebar ke lokasi kelenjar getah bening . Lokasi kelenjar getah bening ini akan tergantung pada lokasi keganasan yang primer. Lokalisasi ini menyebar ke daerah kelenjar getah bening yang tidak dianggap sebagai metastasis sesungguhnya, walaupun membawa prognosa yang lebih buruk daripada keganasan yang belum menyebar.

  • Hypersensitif terhadap obat

Obat-obat tertentu bisa menyebabkan reaksi yang disebut Penyakit Serum pada sebagian kecil pasien. Reaksi ini adalah hasil dari penyuntikan protein asing ke dalam tubuh, yang menyebabkan sistem imun bereaksi. Obat yang terlibat dalam reaksi ini termasuk: allopurinol, barbituates, Wellbutrin, methyldopa, Dilantin, quinidine, sulfonamides, hydralazine, dan sebagainya. Gejala yang terkait meliputi demam, arthritis, ruam, dan pembengkakan di lokasi penyuntikan, dan juga nyeri otot. Gejala bisa berlangsung dari 1-21 hari setelah pemberian obat dan biasanya mereda dalam waktu 2 minggu dari penghentian obat. Limfadenopati akan terjadi daerah penyuntikan dan kelenjar getah bening yang membengkak tersebut biasanya lunak.

  • Immunodefisiensi

Limfadenopati dapat terjadi dengan segala bentuk disfungsi (gangguan) kekebalan tubuh. Imunodefisiensi primer sering diderita pasien sejak lahir dan kemungkinan didapatkan/diwariskan dari orangtuanya. Sementara itu, imunodefisiensi sekunder adalah penyakit yang didapatkan. Ada berbagai faktor eksternal yang dapat menyebabkan kondisi ini, misalnya karena infeksi kronis. Salah satu penyakit yang dapat menyebabkan imunodefisiensi adalah Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). Limfadenopati dapat menjadi tanda awal dari infeksi HIV. Pembengkakan kelenjar getah bening di seluruh tubuh (pembengkakan yang terjadi di dua atau lebih pada daerah luar inguinalis) selama lebih dari 3 bulan tanpa sebab lainnya sering merupakan tanda paling awal dari infeksi HIV. Kelenjar tersebut bervariasi dan berpindah-pindah.  



Penyebab lain Limfadenopati

  •  Lupus Eritematosus Sistemik -  Penyakit ini bisa muncul ditandai dengan adanya limfadenopati bersamaan dengan sejumlah besar gejala lainnya termasuk diantaranya yaitu adanya ruam kupu-kupu pada pipi dan batang hidung, ruam photosensitivity, demam tinggi, kelelahan, arthritis (radang sendi), dan sakit dada.
  • Kikuchi disease -  Penyakit langka yang lebih banyak ditemukan di wilayah Asia Timur ini sering menyerang kaum muda khususnya wanita. Gejalanya adalah demam yang disertai pembengkakan kelenjar getah bening di leher akibat adanya pelebaran pada pembuluh limpa. Kelenjar getah bening yang bengkak akibat penyakit ini tidak berasa sakit, agak lunak, kencang, dan berpindah-pindah. Penyakit ini biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam beberapa minggu sampai 6 bulan.
  • Histiocytosis  -  Adalah kompleks kondisi patologis dimana sel-sel pembersih yang disebut histiosit dan sel sistem kekebalan lainnya yang disebut eosinofil, berkembang biak secara abnormal, terutama di tulang dan paru-paru dan seringkali menyebabkan terbentuknya jaringan parut. Keterlibatan kelenjar getah bening dialami oleh 30% pasien dalam penyakit ini.
  • Penyakit kawasaki -  Adalah penyakit yang dapat menyebabkan inflamasi pada dinding pembuluh darah di seluruh tubuh. Kondisi ini termasuk penyakit langka yang mayoritas menyerang anak-anak di bawah usia 5 tahun. Gejalanya yaitu demam tinggi, ruam, konjungtivis (mata merah tetapi tidak keluar cairan), mengelupasnya kulit pada jari-jari tangan dan kaki. Penyakit juga dapat menyebabkan limfadenopati, yaitu pembengkakan kelenjar getah bening di leher, dimana terasa agak nyeri.

Itulah penjelasan mengenai penyebab pembengkakan kelenjar getah bening. Dapat disimpulkan bahwa secara umum pembengkakan kelenjar getah bening disebabkan oleh infeksi dan juga penyakit tertentu. Kondisi tersebut biasanya dipicu oleh pola hidup tidak sehat. Karena itu, menerapkan pola hidup sehat adalah metode paling efektif untuk mencegah terjadinya pembengkakan kelenjar getah bening. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua.

Terjawab 8 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang