Apa sih anemia itu?

Dilihat 281 • Ditanyakan 9 bulan lalu
1 Jawaban 1

Anemia didiagnosa sebagai kondisi dimana tubuh kita tidak memroduksi sel darah merah yang cukup. Sel darah merah sangatlah penting untuk tubuh kita. Mereka membawa haemoglobin, protein yang kompleks yang mengandung molekul besi. Fungsi utamanya adalah membawa oksigen cukup dari paru-paru ke seluruh tubuh. Jika tubuh kekurangan sel darah meraah, maka kamu akan mengalami gejala seperti merasa kelelahan. Ada lebih dari 400 tipe anemia yang diketahui dan dibagi menjadi tiga kelompok utama berdasarkan sebabnya.


Anemia dikarenakan kehilangan darah

Anemia dikarenakan kurang atau kesalahan sel darah merah

Anemia dikarenakan rusaknya sel darah merah


Kehilangan darah bisa cepat atau kronik. Contoh dari kehilangan darah yang cepat bisa termasuk pembedahan, melahirkan atau pembuluh darah yang pecah. Kehilangan darah yang kronik lebih sering diantara pasien yang didiagnosa anemia. Di sini, kehilangan darah bisa dikarenakan ulkus lambung, kanker atau tumor. Perempuan yang mengalami pendarahan menstruasi bisa beresiko anemia. Saat darah hilang, tubuh bereaksi dengan cara mengambil air dari jaringan di luar aliran darah supaya menjaga pembuluh darah tetap terisi. Air yang ditambahkan ini menyebabkan darah menjadi encer, dan hasilnya, konsentrasi sel darah merah berkurang. Pola makan pasien bisa menyebaabkan anemia. Kurangnya zat besi atau makanan kaya vitamin bisa berefek pada kapasitas untuk memroduksi sel darah merah yang sehat. Vegetarian biasanya beresik anemia karena kekurangan daging dan, karena itu, kandungan zat besi yang tinggi. Tetapi, ada makanan yang kaya zat besi dan suplemen vitamin tersedia untuk pasien yang dibatasi makanannya. Ada banyak cara penyembuhan anemia, semua bertujuan untuk meningkatkan banyaknya ksigen yang dibawa darah, yang mana, meningkatkan banyaknya sel darah merah. Mengganti pola makan menjadi makanan yang mengandung banyak zat besi bisa membantu menghilangkan gejala anemia. Untuk melakukan ini, pasien bisa makan lebih banyak sayuran segar, daging, dan makanan lain yang disarankan. Zat besi dan suplemen vitaminnjuga tersedia, yang mana berguna untuk pasien yang dibatasi makanannya. Menggantikan pola makan bisa menambah zat besi, vitamin b12, dan asam folat, yang mana bisa menjadi peran dalam memroduksi sel darah merah. Jika anemia serius, dokter mungkin menuliskan resep obat yang bagus buat tubuh untuk memroduksi sel darah merah dan mengobati penyebab anemia itu sendiri. Ini bisa termasuk antibiotic untuk mengoobati infeksi dan medikasi untuk membantu meregulasi pendarahan berat pada mens. Erythropoietin versi buatan, kpengingkatan hormone yang mempercepat produksi del darah merah, bisa diberikan dokter. Di beberapa kasus, transfuse darah bisa disarankan untuk mengingkatkan tingkat sel darah merah. Jika sumsum tulang terkena penyakit dan tidak bisa memroduksi sel darah merah, maka transplantasi sumsum mungkin dibutuhkan.

Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang