Apa Spesialis medis yang lebih memfokuskan pekerjaan nya ke penelitian untuk seorang peneliti obat obatan?

Dilihat 790 • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Bidang yang "ramah" terhadap dokter peneliti (asumsi saya yang kamu maksud adalah di akademis), dibanding bidang lain -- berdasarkan pengalaman saya, ada hubungannya dengan waktu dan uang. Misalnya: kamu mengambil ilmu penyakit jantung, sekalipun kamu bisa menyelesaikan dengan cepat, kamu akan menjalani 2 tahun ilmu penyakit dalam, lalu kamu maganglalu mulai prakter - biasanya pada usia 39-40, kalau kamu mengambil S2 dan S3, kamu bisa mempertimbangkan psikiatri - dimana masa magangmu adalah 3+1 (3 tahun klinis ditambah 1 tahun penelitian) dan karir penelitianmu dapat lebih cepat. Coba bandingkan dengan jika kamu mengambil ahli bedah dimana waktu magangnya lebih lama, tapi jumlah peneliti yang merupakan ahli bedah sangat sedikit.


Contoh bagus lainnya adah dokter kulit: mereka selalu menjadi penelitian yang bagus, dan persaingannya, dari yang saya lihat, tidak terlalu ketat. Jadi kamu bisa magang sebagai dokter kulit (mungkin ini adalah tantangan yang paling sulit, tapi akan lebih mudah kalau kamu memiliki kredibilitas penelitian), maka jalanmu akan lebih mudah.


Pada akhirnya, kalau kamu ingin melakukan penelitian, lakukan penelitian yang kamu sukai. Kalau kamu menyukai segala  macam penelitian, maka kuncinya adalah habiskan waktu sesedikit mungkin pada latihan klinis, tapi tentunya hal tersebtu berarti kamu tidak akan terlalu ahli dalam hal klinis - tapi dimanapun juga selalu ada yang harus dikorbankan.

Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang