Apa sumberterbaik asam lemak Omega-3? Kenapa?

Dilihat 650 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Asam lemak omega 3 (ALA, DHA&EPA) merupakan asam lemak esensial. Asam lemak esensial sangat penting bagi kesehatan tubuh, tapi tubuh kita tidak dapat memproduksi zat - zat tersebut. Kamu harus mendapatkannya melalui makanan nabati yang mengandung asam alfa linolenat (ALA) yang dapat ditemukan dalam buah kenari dan minyak sayur. ALA dapat diubat menjadi EPA dan DHA di dalam tubuh, tapi proses perubahan tersebu tidak berlangsung dengan efisien, terutama pada orang tua.


Docosahexaenoic acid (DHA) &. Eicosapentaenoic acid (EPA) juga dapat ditemukan pada minyak ikan. EPA dan DHA sangat bermanfaat bagi kesehatan. Penelitian yang dilakukan baru - baru ini telah menemukan bahwa minyak ikan (EPA dan DHA) memainkan peranan penting mencegah aterosklerosis, serangan jantung, depresi, dan kanker.


Para ahli percaya bahwa alasan utama dari tingginya kasus serangan jantung, hipertensi, diabetes, obesitas, penuaan dini, dan beberapa jenis kanker adalah karena adanya ketidakseimbangan asupan asam lemak omega 6 dan omega 3. Rasio yang seharusnya dari omega 6 dan omega 3 dalam tubuh kita adalah 1:1. Nenek moyang kita memiliki pola makan dengan rasio omega 6 dan omega 3 sebesar 1:1.


Perubahan besar dalam kebiasan pola makan dalam beberapa abad terakhir mengubah rasio tersebut menjadi sekitar 20:1 dan ini merupakan masalah besar. Menurut perkiraan sekitar 85% orang yang seluruh dunia kekurangan asam lemak esensial dan banyak di antaranya yang mengkonsumsik terlalu banyak asam lemak omega 6.


Asupan DHA dan EPa yang cukup sangat penting dalam masa kehamilan dan menyusui. Dalam masa - masa tersebut, sang ibu harus memenuhi kebutuhan  DHA dan EPA dari bayinya karena dia tidak bisa menghasilkan asam lemak esensial sendiri. DHA menciptakan 15 - 20% dari korteks serebral dan 30 - 60% dari retina jadi DHA merupakan hal yang sangat penting bagi perkembangan janin dan bayi.


Beberapa penelitian menunjukkan bahwa asam lemak omega 3 dapat membantu meningkatkan jumlah kalsium di dalam tubuh dan meningkatkan kekuatan tulang dan membantu melawan osteoporosis. Terdapat beberapa bukti bahwa kurangnya asupan asam lemak omega 3 dapat meningkatkan resiko kelahiran prematur dan berat badan yang sangat rendah ketika kelahiran.


Ada juga bukti yang menujukkan bawha tingkat asam lemak esensial yang rendah dapat menyebabkan hiperaktif pada anak - anak. Menurut para peneliti, kurangnya jumlah DHA yan dimiliki oleh sang ibu dapat menyebabkan preeklamsia (tekanan darah tinggi saat kehamilan) dan depresi postpartum.


Para ahli merekomendasikan para wanita untuk mengkonsumsi setidaknya 500 - 600 mg DHA setiap hari pada masa kehamilan dan menyusui. Cara paling mudah untuk memastikan asupan DHA yang cukup adalah dengan mengkonsumsi suplemen minyak ikan setiap.


Orang - orang yang menderita diabetes seringkali memiliki tingkat trigliserida yang tinggi dan HDL (kolesterol baik) yang rendah. Asam lemak esensial membantu menurunkan tingkat trigliserida dan meningkatkan HDL. ALA (misalnya dari biji rami) tidak memiliki manfaat kesehatan yang sama seperti minyak ikan. Tapi kamu bisa mendapatkan tingkat ALA yang baik dengan mengkonsumsi suplemen minyak biji rami dan makan banyak sayuran hijau.

Untuk membantu konversi ALA menjadi EPA dan DHA, kurangi konsumsi asam lemak omega 6 sebanyak mungkin seperti minyak sayur dan makanan olahan. Beberapa orang yang menderita diabetes tidak dapat mengkonversi ALA menjadi DHA yang dapat digunakan oleh tubuh. Selain itu sebagian orang yang menderita diabetes mungkin akan mengalami peningkatan gula darah puasa ketika mengkonsumsi minyak ikan.


Minyak ikan kualitas rendah mungkin tidak stabil dan mengandung sejumlah merkuri, pestisida, dan produk oksidasi yang tidak diinginkan. Minya ikan yang berkualitas sudah distabilkan dan mengandung sejumlah vitamin E. Minyak ikan kod berbeda dari minyak ikan. Minyak ikan kod merupakan sumber yang sangat baik dari vitamin A dan D. Minyak ikan merupakan sumber yang sangat baik dari EPA dan DHA. Minyak ikan hanya mengandung sangat sedikit vitamin A dan D, tapi minyak ikan kod mengadung EPA dan DHA.

Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang