Apa tahap-tahap dekomposisi pada jenazah baru?

Dilihat 239 • Ditanyakan 7 bulan lalu
1 Jawaban 1

Dekomposisi termasuk dalam tahap-tahap akhir peruabahan yang terjadi setelah kematian seseorang. Pertanda kematian muncul dengan urutan seperti berikut:

1. Pertanda yang segera muncul (kematian somatis)

   Kehilangan kesadaran dan kekuatan untuk melakukan gerakan apapun dengan kesadaran sendiri, terhentinya sistem respirasi, serta terhentinya sistem sirkulasi

2. Perubahan awal (kematian tingkat seluler)

   Hilangnya elastisitas pada kulit dan warna kulit yang mulai memucat, perubahan pada mata, melemahnya otot, turunnya suhu tubuh (Algor Mortis), lebam mayat (Livor Mortis) dan rigor mortis. 

3. Perubahan tahap akhir (dekomposisi dan kebusukan)

  Putrefaksi, pembentukan adipocere, dan mumifikasi.


Pada saat tahap lebam mayat atau livor mortis, terjadi stagnansi darah di pembuluh darah dan kecenderungan untuk pengendapan darah akibat gaya gravitasi. Darah pada tubuh cenderung terakumulasi pada pembuluh kapiler dan vena pada bagian tubuh tertentu. Postmortem hypostasis segera terjadi pada saat darah mulai mengalir pada jaringan lunak di sekitarnya yang diakibatkan oleh haemolisis dan dekomposisi dari pembuluh darah. Hal ini pada uumumnya terjadi pada 8-12 jam atau lebih. Fiksasi terjadi pada awal musim panas dan proses ini terhambat pada kematian asphyxial dan luka intrakranial. Dekomposisi dan putrafeksi adalah sinonim yang sering digunakan. Putrafeksi biasanya terjadi setelah tahap rigor mortis mulai menghilang. Saat musim panas, putrafeksi bisa terjadi sebelum rigor mortis. Ciri-ciri terjadinya putrafeksi adalah perubahan warna pada jaringan, produksi gas berbau tidak sedap dan pencairan jaringan. 

Terjawab 12 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang