Apa tantangan yang berbeda yang disajikan oleh penghapusan sub-kapsuler katarak, katarak nuklir, dan katarak kortikal?

Dilihat 421 • Ditanyakan 7 bulan lalu
1 Jawaban 1

Katarak merupakan bagian keruh yang menebal pada lensa mata. Katarak merupakan bagian alami dari proses penuaan - semua orang memiliki katarak jika mereka hidup cukup panjang. Tapi beberapa orang terlahir dengan memiliki katarak (katarak kongenital). Selain itu, katarak juga dapat muncul sebelum waktunya karena penyakit (diabetes), luka, obat - obatan (steroid), atau karena penyakit metabolik atau genetik.


Lensa mata manusia seperti kacang M&M: terdapat kacang (inti), di dalam korteks (coklat) yang dibungkus dalam kulit (kapsul). Ketika seorang dokter mata mengevaluasi katarak yang cukup signifikan untuk dioperasi, dia biasanya membuat catatan yang akan membantu dalam menentukan pendekatan yang terbaik dan paling aman untuk operasi yang akan dilakukan.


Lensa mata akan digolongkan jenisnya (nuklir, korteks, subkapsular atau kombinasi) dan kepadatannya (1+ sampai dengan 4+). Dia juga akan mencata seberapa baik pupil mata dapat melebar (pupil mata yang kecil membuat penglihatan menjadi lebih sulit) dan kesehatan dari bagian mata lainnya (selaput bening, retina mata, saraf mata), untuk membantu memperkirakan penglihatan pasca-operasi.


Katarak nuklir (sclerosis) merupakan jenis katarak "hari tua" yang paling umum terjadi. Katarak ini merupakan penebalan dari nukleus atau inti dari lensa. Jaman dulu, dokter akan menunggu sampai katarak ini keras atau "matang" karena katarak tersebut akan benar - benar disedot dari mata melalui irisan yang besar. Kalay katarak terlalu lembut seperti biji semangka putih, maka metode ini akan sulit untuk dilakukan. Karena itu dokter akan membiarkannya selama mungkin.


Operasi modern (sejak akhir tahun 80an) sangat berbeda. Nukleus dihancurkan menjadi kepingan - kepingan dan dicairkan atau "diemulsi" menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi melalui irisan kecil. Karena, tidak akan tidak ada bekas yang akan tertinggal pada pasien.


Karena dokter tidak perlu menunggu sampai katarak "matang", katarak akan diangkat secepat mungkin ketika sudah mulai mempengaruhi penglihatan secara signifikan. Semakin pada katarak nuklir, semakin besar energi gelombang suara yang dibutuhkan. Energi yang tinggi dapat membuat meata tertean, terrtama bagian selaput bening. Baru - baru ini, teknologi laser baru - laser femtosecond - digunakan untuk "memotong - motong" katarak menjadi bagian - bagian kecil untuk mengurangi jumlah gelombang  suara yang dibutuhkan.


Katarak kortikal menyebabkan bagian lensa mata menjadi kabur. Lapisan ini lebih mudah untuk diemulsi dibandingkan bagian nukleus. Tapi mungkin ada masalah dengan penglihatan. Dokter mengandalkan cahaya mikroskop yang terpantul dari retina (refleks merah) untuk menyinari katarak saat operasi. Katarak kortikal yang sangat tebal dapat mengurangi refleks merah tersebut. Dalam kasus ini, pewarna biru dapat disuntikkan ke dalam mata untuk menandai kapsul dan membuat penglihatan menjadi lebih mudah.


Jenis katarak ketiga adalah katarak subkapsular posterior. Katarak jenis ini seringkali dihubungkan dengan diabetes atau penggunaan steroid. Katarak jenis ini dapat berkembang dengan sangat cepat dan kadang dapat menurunkan refleks merah secara signifikan. Masalah lainnya dari katarak jenis ini adalah katarak ini dapat sangat lengkat dengan kapsul posterior. Karena itu kapsul harus digosok secara lembut. Kadang laser harus digunakan pasca operasi untuk mengangkat fibrosis yang merupakan hal yang sering terjadi dalam kasus ini.


Jenis katarak terakhir adalah katarak katarak pola posterior. Katarak jenis ini dapat berhubungan dengan pelekatan yang padat antara lensa dan kapsul dan memiliki kemungkinan besar menyebabkan robekan capsular posterior. Dalam kasus ini, dokter akan sangat berhati - hati dalam memutar nukleus dan harus siap untuk melakukan vitretomy.

Terjawab 6 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang