Apa tujuan dari sebuah pernikahan ?

Dilihat 1,14 rb • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
2 Jawaban 2

Pernikahan adalah berkat untuk pasanganmu. Hadiah yang berkata, "Aku senang melewati masa lalu bersama-sama, Aku senang melewati masa ini bersama, sekarang aku mau memberikan sisa masa depan saya untuk menggapai mimpimu, untuk bersama dengan kamu, kamu dengan aku, dan merawat kamu (dan sebaliknya) ketika kita sudah tua dan sakit, yang pasti akan kita lakukan." Kamu tidak dapat memberi hadiah itu dengan mudah. Bagian-bagiannya harus di siapkan di tempat yang benar. Semuanya harus selaras. Sedikit saja yang tidak tepat, posisi anda dari yang "menarik" menjadi "meragukan". Benih-benih bencana akan selalu ada di depan Anda. Salah satu saat di mana Claudia dan saya berbeda, misalnya, bahwa dia suka bepergian. Saya tidak. Tapi aku menyerah. Kami telah pergi ke seluruh dunia sejak kami bertemu, yang untungnya membawa kesenangan untuk saya. Salah satu cara dia "dikorbankan" jika Anda menyebutnya begitu, adalah bahwa saya memiliki dua anak. Dua anak-anak berarti banyak pekerjaan! Tapi dia mencintai mereka. Jadi saya senang untuk memberinya hadiah ini dan saya berharap dia senang untuk memberikan hadiah ini kepada saya.

Terjawab sekitar 2 tahun lalu

Pernikahan adalah hadiah yang kamu berikan pada pasangan mu. Itu merupakan hadiah yang mengatakan, "Aku sepenuhnya menikmati masa lalu kita bersama, aku sepenuhnya menikmati masa sekarang kita bersama, dan sekarang aku ingin mencurahkan sisa masa depanku untuk membantumu mencapai tujuanmu, bersama denganmu, kamu bersama dengan ku, dan untuk merawatmu (atau sebaliknya) ketika kita tua dan sakit, dengan pasti." Kamu tidak bisa memberikan hadiah seperti ini dengan mudahnya. Bagian-bagianya harus diatur ditempat yang tepat. Semuanya diatur rapi. Bagian yang hanya sedikit salah bisa membuat posisimu hilang dari "menarik" menjadi "ragu-ragu", Benih-benih bencana selalu berada didepanmu kalau mereka ada. Satu hak dimana Claudia dan aku berbeda, misalnya, kalau dia suka berkeliling dunia. Aku tidak. Tapi aku menyerah. Kami sudah pergi keseluruh dunia sejak kami bertemu, dimana untungnya menjadi kenikmatan bagiku juga. Satu hal yang dia "korbankan" kalau kamu menyebutnya itu, adalah kalau aku memiliki dua anak. Dua anak itu butuh banyak usaha! Tapi dia mencintai mereka dan bekerja dengan baik. Tapi sisa posisi yang ada juga bekerja. Jadi, aku bahagia dapat memberinya hadiah ini dan kuharap dia bahagia untuk memberikan hadiah ini padaku.

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang