Apa umum kalau bayi yang bru lahir mengalami diare? Apa yang harus seorang orang tua lakukan untuk menangani ini?

Dilihat 5,54 rb • Ditanyakan hampir 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Bayi yang baru lahir punya pola BAB yang beda dari orang dewasa dan anak-anak yang lebih tua. Bayi yang baru lahir melakukan BAB lebih mudah dan sering yang bisa disalah-artikan sebagai diare. Di hari-hari pertama, bayi yang baru lahir akan melakukan BAB "mekonium" yang warnanya gelap, tebal, lamban yang merupakan zat yang ada didalam usus sebelum lahir. Kotoran mekonium itu diikuti oleh kotoran transisi yang lebih mudah dikeluarkan dan warnanya lebih berwarna hijau atau kecoklatan. Hal ini biasanya terjadi diantara 2-6 hari setelah kelahiran.

Setelah periode kotoran transisi, kotoran bayi yang baru lahir ini akan berubah menjadi warna kuning, hijau, atau coklat dan biasanya lebih mudah dikeluarkan. Bayi yang diberi ASI sering kali melakukan BAB setelah setiap pemberian ASI, dan minimal 3-4 kotoran per harinya. Kotorannya itu basah dan mengandung partikel berbiji.

Bayi yang diberi susu formula akan melakukan BAB lebih sedikit dan lebih keras dari bayi yang diberi ASI. Pada minggu ke-4 sampai 8 sering kali ada perubahan dari yang sering melakukan BAB semakin lama semakin jarang karena bayi sudah meiliki penyerapan penuh pada susu pada waktu itu. Kotoran bayi yang baru lahir akan berubah menjadi diare beneran kalau kotorannya mengandung mukus atau darah, bau yang tidak enak, atau penambahan jumlah yang drastis. Pada titik itu, aku sarankan untuk konsultasikan dengan dokter anak, terutama kalau bayimu itu sakit atau memiliki demam.

Terjawab 10 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang