Apa unsur-unsur kimia pada vaksinasi H1N1 yang membunuh virus flu babi?

Dilihat 1,63 rb • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Saat terjadi pandemi suatu penyakit di suatu daerah biasanya akan dilakukan pemberian vaksinasi. Vaksinasi, misalnya vaksin flu, digunakan untuk mencegah penyebaran virus penyebab penyakit semakin meluas. Banyak orang yang menganggap vaksinasi berguna untuk menyembuhkan penyakit tetapi sebenarnya vaksinasi digunakan untuk mencegah penyakit menyerang orang yang sehat. Pengertian vaksinasi sendiri adalah pemberian vaksin ke dalam tubuh seseorang untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit tertentu. 


Dari pengertian ini, kita bisa menyimpulkan bahwa vaksinasi digunakan untuk mencegah suatu penyakit bukan untuk mengobati suatu penyakit. Pemahaman lain mengenai vaksin adalah vaksin tidak membunuh virus dan memang bukan begitu cara kerjanya. Virus itu bahkan tidak benar-benar hidup. Mereka bukanlah sel juga tidak memiliki proses metabolisme. Virus juga tidak bisa memproduksi diri mereka sendiri. 


Vaksinasi


Partikel virus hanyalah bagian kecil dari materi genetik molekul DNA atau RNA dan dalam kasus flu, virus merupakan RNA yang tertutup di dalam kulit (capsid) dan terbuat dari protein. Pada dasarnya virus tidak memiliki kekuatan dan tidak aktif dalam bersentuhan dengan sel dari organisme inangnya. 


Sebagaimana yang terjadi pada pandemi flu babi pada tahun 1998 di Amerika Serikat, kemudian pada tahun 2009 WHO menyatakan bahwa flu babi telah menjadi pandemi di seluruh dunia karena telah berhasil menyebar ke berbagai negara di dunia. Sejak saat itu vaksinasi pada flu babi gencar dilakukan.



Virus Flu Babi


Flu babi atau lebih dikenal dengan nama virus flu H1N1 adalah sejenis virus flu tetapi dengan gejala dan strain virus yang berbeda dari virus flu yang biasa. Penamaan virus H1N1 berasal dari nama virus yang selalu melingkupi jenis virus flu yaitu hemaglutinin (HA) dan neuraminidase (NA). Biasanya orang yang tidak mempunyai kekebalan pada virus flu babi akan mudah terserang karena tubuh mereka tidak siap untuk melawan virus flu babi ini. 


Bagaimana cara mengetahui apakah kita mengidap flu babi atau flu biasa? Cara mengetahuinya adalah dari gejala yang muncul. Gajala saat seseorang terserang virus flu babi di antaranya lesu, demam, sakit tenggorokan, nyeri otot, batuk, dan bersin. Beberapa orang mengalami gejala berbeda seperti diare dan muntah-muntah. 


Biasanya virus flu babi akan membaik dalam waktu seminggu tetapi beberapa orang mengalami pneumonia (infeksi saluran pernapasan) dan terserang penyakit serius lainnya. Maka dari itu, sebagian dari penderita flu babi meninggal akibat komplikasi gejala yang ditimbulkan oleh virus ini. Pandemi virus flu babi pada tahun 2009 sangat ditakuti oleh semua orang di dunia. Kepanikan masyarakat akan wabah virus flu babi sama halnya saat terjadi pandemi virus flu burung. Apalagi virus ini mudah sekali menular dari orang ke orang melalui batuk, bersin, dan juga dari benda yang telah terkontaminasi virus. 


Vaksinas virus flu babi


Vaksinasi Virus Flu Babi


Vaksin flu babi telah tersedia saat pandemi pada tahun 2009, WHO menyumbangkan vaksin flu babi pada 100 negara berkembang di dunia. Hal ini untuk mencegah penyebaran virus flu babi sebelum beberapa negara tersebut memasuki musim dingin. Data yang dimiliki WHO saat wabah pandemi flu babi menyerang menunjukkan bahwa lebih dari 4.500 orang di seluruh dunia meninggal karena virus ini dan ratusan ribu orang menunjukkan gejala ringan flu babi. Vaksinasi bukan satu-satu cara mengatasi flu babi yang diupayakan WHO saat itu. 


Beberapa negara juga dianjurkan untuk menutup sekolah jika terdapat murid yang terkena gejala flu babi. Jika seseorang terbukti terjangkit, penderita harus segera dievakuasi dan mendapat pantauan medis dari pemerintah di setiap negara. Itulah yang terjadi pada tahun 2009 ketika pandemi flu babi sedang gencar terjadi di dunia. Tetapi seseorang tidak bisa diberikan vaksin ketika mereka sedang sakit, vaksin hanya diberikan kepada mereka yang sehat dan sedang tidak terinfeksi dengan virus flu.  

Sebuah (hipotesa) menyebutkan bahwa obat yang dapat menghancurkan virus dalam satu dosis tunggal akan dicerna keluar dari sistem tubuh dalam waktu yang singkat dan sudah tidak akan ada lagi ketika seseorang sudah terinfeksi.


Cara membuat vaksin flu babi sebenarnya sama seperti cara menciptakan vaksin yang diberikan pada flu biasa. Tetapi vaksin flu babi tidak bisa digunakan untuk mencegah virus flu biasa yang diakibatkan oleh virus influenza yang lainnya. 


Dalam pembuatan vaksin flu babi terdapat dua teknik yang digunakan: 

  1. Teknik pertama adalah dengan menggunakan virus influenza tipe A subtipe H1N1 yang sudah disiapkan untuk diambil hemaglutinin (HA) dan neuraminidase (NA). Kemudian virus tersebut dicampurkan dengan virus PR8 yang akan menciptakan hibrid baru yang tidak berbahaya saat digunakan sebagai vaksin.
  2. Teknik kedua adalah dengan menyuntikkan virus influenza tipe A subtipe H1N1 dan PR8 ke dalam embrio pada telur ayam. Teknik ini juga bertujuan untuk menghasilkan hibrid yang terjadi secara alami dan dapat digunakan sebagai vaksin H1N1.
Aantibodi dalam tubuh

Jadi sebenarnya vaksin yang mengobati virus H1N1 terbuat dari virus flu babi itu sendiri. Inilah salah satu cara mengatasi flu babi dengan memberikan vaksin berupa virus flu babi yang tidak aktif ke dalam tubuh manusia. Vaksin dimasukkan ke dalam tubuh untuk membuat sistem kekebalan tubuh menganggap kita terjangkit virus flu babi. Ini akan memicu sistem kekebalan tubuh untuk menciptakan antibodi terhadap virus flu babi. 

Jadi vaksin flu babi bertugas "memancing" sistem kekebalan tubuh dengan cara ini, untuk mengantisipasi ketika virus yang sebenarnya datang. Sistem kekebalan tubuh kita akan mengatakan, "Aku sudah pernah melihatnya" dan akan langsung bekerja menyingkirkan virus tersebut. 


Itulah penjelasan mengenai vaksin flu khususnya mengenai vaksinasi flu babi yang mendorong terciptanya vaksin virus H1N1 ini. Jadi dapat disimpulkan bahwa sebenarnya yang membunuh virus flu babi dalam tubuh adalah sistem antibodi dari tubuh kita sendiri yang terangsang oleh vaksin flu babi yang diberikan kepada seseorang yang tidak terinfeksi. 

Vaksin flu babi tersebut diciptakan dari virus H1N1 juga, tetapi berupa virus yang tidak aktif, vaksin hanya bertugas untuk merangsang sistem kekebalan tubuh untuk menghasilkan antibodi yang akan menyerang virus flu babi ketika virus sebenarnya menyerang tubuh. 


Penjelasan yang cukup menarik, bukan? Semoga memberikanmu informasi mengenai vaksinasi virus flu babi!

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang