Apa yang ada dalam pikiran seekor anjing?

Dilihat 229 • Ditanyakan 7 bulan lalu
1 Jawaban 1

Kadang saya juga sering membayangkan hal itu. Waktu natal, saya memperhatikan anjing saya Bilbo duduk dan menatap perapian. Berbeda dari kebanyakan anjing lainnya, yang ketika kamu melihat ke dalam matanya, kamu dapat melihat suatu tingkatan pemahaman dan empati, Bilbo hanya terlihat bodoh. Dia memang anjing yang bodoh, tapi saya sangat mencintainya.


Walau begitu, mereka pasti memikirkan sesuatu. Hal pertama yang harus diingat adalah bawah kemanusiaan memiliki bahasa. Melalui hal tersebut muncullah kemampuan untuk berkomunikasi dengan pemikiran yang abstrak. Jadi dengan memiliki kualitas tersebut, kita mulai mengerti pemikiran di dalam bahasa kita sendiri.


Tentu saja hal tersebut tidak mungkin. Spesies manusia telah ada selama ribuan tahun sebelum kita mulai memiliki bahasa. Saya rasa pertanyaan yang sesuai dengan hal ini adalah, "Sebelum kita memiliki bahasa, media apa yang kita gunakan untuk menyampaikan suara hati kita?"


Jawaban yang telah saya putuskan bagi diri saya sendiri adalah hal tersebtu tidak berubah. KIta tidak berpikir melalui suara, kita berpikir di dalam pemikiran. Pemikiran cukup sejalan dengan emosi dan begitu pula sebaliknya. Seluruh hewan berkembang lebih jauh, bahkan kadal memiliki emosi. 


Emosi dasar dari bertarung atau berlari merupakan hal yang universal bagi seluruh makhluk hidup. Dalam meningkatkan adrenalin, meningkatkan denyut jantung, meningkatkan kesadaran, dll. kita dapat melihat cetak biru dari emosi - emosi dasar. Anjing akan berbagi hal tersebut bersama kita. Saya bertaruh bahwa anjing juga berpikir.


Anjing menunjukkan tanda - tanda pemecahan masalah. Setiap pemilik anjing mengetahui bagaimana anjing mereka hampir mampu memutar kenop pintu, membuk microwave, menyiapkan peralatan memanjat dengan memindahkan kursi - kursi, dll. Pemecahan masalah menyiratkan tanda dari preferensi. misalnya memiliki satu hal ketimbang yang lain.. Yang juga terkait dengan memiliki serangkaian nilai.. Mungkin dasar dari kode moral?


Anjing merupakan hewan yang bergerombol. Saya rasa kita bisa menganggap bahwa jika ada anggota keluarga yang berada dalam bahaya, Bilbo akan memikirkan hal seperti, "Jo dalam bahaya, dia harus diselamatkan". Mereka berevolusi dan berpikir bahwa gerombolan harus aman dan selamat. Dan Bilbo akan ingin untuk menjaga kekompokan kawanannya.


Jutaan pemilik anjing lainnya juga akan setuju bahwa anjing mereka menghibur dan memberikan kenyamanan bagi meerka ketika mereka sedih. Hal tersebut dapat menujukkan tanda pikiran yang tidak jujur; yang memahami pemikiran dan emosi dari orang lain. Jadi menurut saya anjing cukup baik dalam berpikir. Keberatan saya adalah tentang kesanggupan mereka dalam merasakan. Anjing memiliki etika sosial dengan sesamanya. Hal tersebut mencakup menandai dan menentukan wilayah mereka. Sehingga mereka dapat saling mengenali.


Tapi apakah anjing dapat mengenali diri mereka sendiri? Nah, menurut saya inilah masalahnya. Saya belum pernah melihat penelitian yang menunjukkan bhwa anjing mengetahui tampilan mereka sendiri dan mengenalinya. Dengan adanya kekurangan ini, kita harus membatasi kemampuan mereka dalam berpikir.

Anjing dapat merasakan emosi, membaca emosi makhluk lain dan mengartikannya, memecahkan masalah, memiliki serangkaian struktur nilai yang kecil dan dapat berkomunikasi dengan hewan lainnya. Tapi, mereka tidak mengenali diri mereka sendiri. Hal ini akan membatasi pemikiran mereka sehingga mereka tidak banyak berpikir tentang aspirasi pribadi dan lebih banyak berpikir mengenai apa yang mereka rasakan dan bagaimana agar perasaan tersebut terus bertahan. Saya pikir manusia juga banyak yang melakukan hal ini.

Terjawab 11 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang