Apa yang ada di dalam Masjidil Haram di Mekkah? Seperti apa arsitektur bangunannya?

Dilihat 353 • Ditanyakan 10 bulan lalu
1 Jawaban 1

Masjidil Haram (dalam bahasa Arab: Al Masjid Al Haram) artinya masjid yang memiliki tanah haram. Masjidil Haram adalah suatu masjid yang berada di tanah haram yang di dalamnya terdapat Ka’bah. Kata Al Haram disini merujuk pada tanah suci Mekkah Al Mukaramah, yang di dalamnya dilarang untuk berbuat yang diharamkan oleh Allah SWT, oleh karena itulah disebut sebagai Masjidil Haram.

Masjidil Haram merupakan tempat ribuan jama’ah Muslim menyelesaikan poin nomor lima dalam rukun Islam, yaitu menunaikan ibadah Haji. Oleh karena itu, berbagai pengembangan pun dilakukan di Masjidil Haram agar umat muslim mendapatkan kenyamanan selama melaksanakan ibadah Haji atau pun Umroh. 

Saat ini, kompleks Masjidil Haram juga sedang dalam proses konstruksi besar-besaran yang diperkirakan akan selesai pada tahun 2020 mendatang. Desain Masjidil Haram 2020 mendatang tersebut adalah desain yang modern dan dapat memberi kenyamanan pada seluruh jama’ah haji yang semakin tahun semakin bertambah berdatangan ke Masjidil Haram. Perluasan area Masjidil Haram sekarang ini dilakukan dalam rangka menambah kenyamanan jemaah saat beribadah. Rencananya, dalam perluasan tersebut, akan dibuat bangunan lima lantai yang akan digunakan untuk prosesi tawaf. 

Nah, artikel berikut ini akan menguraikan tentang sejarah singkat mengenai Masjidil Haram (Ka'bah) serta bagaimana pembangunan dan perluasan Masjidil Haram sekarang ini. Oleh karena itu, bagi anda yang ingin melaksanakan Ibadah Haji atau Umroh, wajib membaca artikel bermanfaat ini sampai tuntas ya, biar tambah afdol :) Yuk kita lihat.


Asal Mula Ka'bah

   

Menurut Agama Islam, Ka'bah sudah lebih dahulu ada sebelum Masjidil Haram dibangun. Baitullah ini merupakan tempat ibadah yang pertama kali dibangun di atas dunia, hal itu berdasarkan firman Allah Ta’ala di dalam Al-Qur'an:

“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia”. (QS. Ali Imran: 96)

Menurut beberapa riwayat dan ahli tafsir, Ka’bah telah dibangun sejak zaman Nabi Adam AS, dan sebelumnya Ka'bah dibangun oleh para malaikat. Allah SWT memerintahkan para malaikat-Nya untuk membangun Baitullah di muka bumi dan melaksanakan Tawaf di sana. Peristiwa tersebut terjadi sebelum Adam diturunkan ke bumi. Setelah turun, Adam menyempurnakan bangunannya dan bertawaf disana dan juga para nabi setelahnya. Hingga suatu hari, sebuah bencana banjir di masa Nabi Nuh AS datang, Allah mengangkat Ka’bah kembali ke langit agar tak tercemari dosa penduduk bumi. Ka’bah dimuliakan di langit.

Setelah peristiwa banjir di masa Nabi Nuh AS dan Ka’bah hilang (diangkat oleh Allah ke langit), lokasi Ka’bah tinggal berupa tanah tinggi yang berwarna merah. Sampai suatu ketika Allah memerintahkan Nabi Ibrahim AS bersama putranya Ismail untuk membangun Ka'bah kembali di tempat Ka'bah pertama didirikan. Penjelasan ini berdasarkan keterangan Al-Qur'an surah Al-Baqarah[2] ayat 127 dan surah Al-Hajj[22] ayat 26. 

“Dan, ingatlah ketika Ibrahim meninggikan pondasi Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa), ‘Ya Rabb kami, terimalah (amal) dari kami. Sesungguhnya, Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 127).

"Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan) : “Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-oang yang thawaf , dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang ruku’ dan sujud".

Dari keterangan ini, jelaslah bahwa yang pertama kali membangun Ka’bah adalah Nabi Adam AS. Dan, yang menyempurnakan pembangunan Ka’bah dengan memasang atau meninggikan pondasinya adalah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. 

Masjidil Haram


Masjidil Haram adalah masjid yang mengelilingi kiblat umat Islam yaitu Ka'bah yang terletak di kota Mekkah. Masjidil Haram dan Ka’bah saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Masjidil Haram, sejak dibangunnya Ka’bah sampai dengan masa permulaan Islam, terdiri dari halaman yang luas dan di tengahnya ada Ka’bah. Tidak ada dinding yang mengelilinginya, hanya bangunan rumah-rumah penduduk Mekkah yang mengelilingi halaman itu, seakan-akan dia adalah dindingnya.

Saat ini, Masjidil Haram merupakan masjid terbesar di dunia. Sebagai masjid pertama yang dibangun di bumi, Masjidil Haram juga tercatat sebagai masjid tertua di dunia.

Masjidil Haram berbentuk persegi dengan Ka’bah berada di tengah-tengahnya. Di sinilah pusat ibadah Haji dan Umroh dilakukan. Muslim dari berbagai penjuru dunia berdatangan ke tempat ini untuk beribadah sesuai dengan tuntunan ajaran agama Islam. (Baca: Bolehkan seorang non Muslim mengunjungan Masjidil Haram dan Menyentuh Hajar Aswad?)


Perluasan Masjidil Haram

 

Maket Masjidil Haram 2020

Dimulai sejak tahun 2007 silam, Masjidil Haram terus dibangun dan diperluas oleh pemerintah kerajaan Saudi Arabia. Nantinya, masjid yang berada di pusat Kota Mekkah ini akan mampu menampung hingga jutaan jamaah Haji dan Umroh.  

Arsitektur bangunan Masjidil Haram 2020 bisa dilihat di museum dua mesjid suci (museum Mekkah) yang berada di Hudaibiyah. Di sana, ada maket bentuk dan luas Masjidil Haram dengan kapasitas yang sangat besar untuk menampung para jamaah baik yang sedang berhaji maupun Umroh. 

Area tawaf di Masjidil Haram sekarang akan diperluas. Dengan perluasan di area tawaf ini diharapkan bisa lebih banyak menampung para jamaah. Termasuk juga di area lantai dua dan lantai tiga.

Khusus untuk area sholat, kawasan Bab Abdullah yang sebagian sudah dibuka, akan diperpanjang ke bagian belakang. Nantinya, para jamaah Haji dan Umroh tak perlu berdesakan menuju area tawaf bila ingin mengikuti sholat jamaah di Masjidil Haram.

Saat ini, proyek perluasan di area tawaf sudah hampir selesai. Begitu juga sebagian bangunan tambahan di Bab Abdullah. Yang masih dalam proses pembangunan, adalah tambahan area di sekitar Bab Abdullah dan beberapa titik lainnya.

Prediksinya, proyek perluasan Masjidil haram ini akan selesai total pada tahun 2020. Kapasitas Masjidil Haram 2020 bisa menampung sekitar dua juta jamaah Haji dan Umroh. 

Imbas dari proyek perluasan ini, jamaah haji di seluruh dunia dikurangi kuotanya sejak tahun 2013 lalu sebanyak 20% tiap negara. Indonesia pun kebagian jatah pengurangan jamaah. 

Kuota jamaah haji kembali normal pada tahun 2017 ini, sebab proyek perluasan khusus di area tawaf sudah hampir rampung. Insya Allah Indonesia akan mendapatkan kembali jatahnya dan akan ditambah sesuai jatah kuota perluasan Masjidil Haram.


Bab (Gate) Abdullah Masjidil Haram 

Itulah artikel singkat mengenai Ka'bah dan Masjidil Haram 2020. Semoga tulisan di atas dapat menambah ilmu dan pengetahuan kita tentang Ka’bah dan Masjidil Haram, yang mana keduanya mungkin menjadi bagian dari sejarah hidup kita sebagai Muslim. Masjidil Haram, kota suci para Nabi, selalu menjadi tempat yang dirindukan umat Muslim seluruh dunia. Semoga kondisi Masjidil Haram yang baru nanti dapat memberikan manfaat dan kebaikan pada seluruh umat muslim yang berniat menunaikan ibadah Haji dan Umroh. Aamiin. (Baca: Apakah yang spesial dari Masjid Agung Sheikh Zayed di Abu Dhabi?)

Terjawab 10 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang