Apa yang akan terjadi jika Paus Francis mengumandangkan perang salib kesembilan?

Dilihat 1,15 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Saya rasa sangat sedikit jumlahnya. Ada sejumlah berita, dan sekelompok ateis semi-rasional di pameran-pameran yang berteriak "Gereja Setan".

Pertama-tama, dikumandangkannya sebuah perang salib tidak akan bertahan dalam pikiran Katolik selama berabad-abad. Kondisi sosial dan politiknya sangatlah berbeda; perang sekarang menjadi lebih keji (dalam hal ini penduduk menjadi bahan cemoohan, dan pembunuhan dianggap sebagai tujuan yang sah ketimbang sebuah dosa yang harus diakui). Jadi ajakan apapun semacam itu akan dipertanyakan secara luas dalam Katolik - dan hal itu tidak termasuk dalam definisi kesucian kepausan, jadi sifatnya tidak mengikat.


Kedua, masa-masa dimana orang-orang yang punya kapasitas untuk mengumpulkan dan mengirim tentara yang peduli tentang apa itu arti agama telah hilang. Pendorong utama politik saat ini adalah minyak, uang, kekuasaan dan keserakahan; etika dan prinsip menjadi tidak keren dan politisi hidup di atas pilihan-pilihannya yang plin-plan dalam beberapa tahun ke depan saja, tidak untuk jangka panjang ataupun masalah moral yang serius. Tentu saja, itu berarti dunia barat sedang membodohi timur tengah dengan memperburuk keadaan, mulai dari para pemimpinnya, yang salah menilai agama sebagai suatu hal yang personal dan tidak relevan untuk kehidupan publik, tidak memiliki konsep mengenai apa yang dibutuhkan masyarakat disana (lihat hasilnya di Irak, Libya, Mesir, Syria...); dan secara bersamaan hal itu mengucilkan pendekatan agama dan filosofi sehingga mereka dapat berbuat semena-mena.


ISIS dianggap oleh politisi barat sebagai kekuatan jahat karena mengancam ladang-ladang minyak, dan secara tidak sengaja mereka membunuh orang-orang dan mendiskriminasikan orang lain. Kita tidak membahas alasan-alasan mengapa kelompok ekstrimis seperti itu bisa muncul dan mengapa hal itu sangat populer di bidang-bidang yang terpengaruh oleh mereka. Faktanya masyarakat barat dengan rutin membunuh lebih banyak orang (dengan penuh hukum, hanya saja mereka lebih muda) dan itu tidak disebutkan -- atau tidak diperhatikan sebagaimana ISIS jelas sekali menunjukkan alasannya memberi label dunia barat itu jahat.


Dan itu hanya satu contoh. Masih banyak lagi yang lainnya. Saya tidak menjustifikasi ISIS sama sekali: mereka melakukan hal-hal yang sangat jahat. Tapi saya rasa dunia barat, yang mengabaikan konsistensi moralitas, yang seharusnya lebih banyak diteriaki, dan dunia barat tentu saja tidak dalam posisi membangun sesuatu yang bisa disebut perang salib.

Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang