Apa yang dibutuhkan untuk memulai usaha teknologi di Indonesia?

Dilihat 1,26 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Saya berasumsi pertanyaannya adalah memulai usaha teknologi di Indonesia akan sukses, benar? (semenjak sayangnya kebanyakan tidak, dan beberapa lainnya tidak begitu menguntungkan, dianggap hanya sebagai aktivitas biasa)


Saya pikir dasarnya sama dengan memulai usaha apapun: Mencari apa yang kamu suka lakukan / masalah yang suka kamu pecahkan dan mulai usaha (bukan sebaliknya, yang menjadi kesalahan), mencari tim funding, tanpa henti berakal, membangun yang diinginkan pasaran, menyeimbangkan idelistik dan pragmatik, d.l.l. Masukkan pepatah dari Paul Graham / Eric Ries / Steve Blank / lainnya di sini)


Di Indonesia khususnya, ada beberapa tantangan (pasar online yang lebih susah untuk dimonetisasi, sedikit bakat yang hebat, biro yang rumit), dan beberapa keuntungan (sedikit kompetitor di domain teknis yang lebih menantang). Tapi ku rasa itu hanyalah properti dari penglihatan kebutuhan strategi untuk ini. Mungkin susah untuk memikirkan properti dari penglihatan usaha teknologi di beberapa negara lain.


Internet Indonesia sering disamakan dengan Cina di 2005 atau AS di 2001, dasarnya saat setelah banyak pengusaha menjadi lebih pragmatis, namun sekali lagi entusiasme didukung oleh pasar yang bertumbuh pelan, di mana banyak kesempatan untuk membuat layanan internet yang dasar terbuka dengan lebar. Sebagai negara berkembang, sepertinya yang terbukti sukses biasanya yang menavigasi karakteristik “tidak biasa” dari pasar untuk membuat produk yang giat (di jalan pemain asing tidak bisa lakukan), dan menahan perjalanan panjang menuju kedewasaan pasar dengan cara selalu siap dan terbiasa, tidak menjadi pelan.


Membuat usaha baru terkadang sesederhana berkomitmen untuk melakukannya (yang mana itu susah), menyewa tempat, membeli meja dan kursi, dan memutar versi prototype 0.1, lalu versi 0.2, 0.3, dan seterusnya dengan tidur yang kurang, sampai pasar mendapatkannya atau sampai kita dapat pasarnya. Mempekerjakan, membiayai, memperbesar, dan akan datang dengan sendirinya setelah dasarnya (membuat apa yang diinginkan orang-orang) diselesaikan dan divalidasi dengan cara daya tarik yang kamu dapat (yang hoki mendapatkan pembiayaan benihnya sebelum prototypenya dibuat).


Untuk membuat usaha baru di Indonesia di masalah lain. Tanpa sejarah yang banyak dari usaha keci Indonesia yang sukses untuk dipelajari (kecuali dari usaha kecil media online yang penilaiannya hanya sekitar $100 mio), mungkin tidak ada yang memiliki jawaban yang pasti. Banyak pengusaha sukses dulunya pernah gagal, atau belum sukses di domain online. Riset dan pelaksanaan yang direncanakan mungkin tidak begitu membantu.


----


Saya tidak tahu yang dibutuhkan tapi dari pengalaman 1 tahun saya membuat usaha baru, kesimpulanku adalah: Kita masih mencari tahu. Kita mulai dari tidak mengetahui pasar sama sekalu (atau sedikit) dan pasar tidak begitu mengetahui produk yang dibutuhkan, kecuali bisa tahu apapun eksperimen yang dilakukan ke mereka (dan menolak kebanyakan dari itu). Dan usaha baru dan pasar dengan ekosistem dan dukungan sekitarnya yang kurang secara bertahap berkumpul menjadi solusi yang “hanya bekerja”. Ini hanya terjadi saat usaha baru meluncurkan cukup sering untuk mendapatkan komentar yang cukup di apa yang bekerja dan yang tidak, belajar, dan menjadi lebih baik.


Jadi jalan terbaik hanyalah jalan kedepan di pasar baru ini mungkin untuk mencari tahu lebih cepat dan lebih awal dari orang lain dengan mendapat kesadaran akan kesalahan sendiri lebih cepat dari orang lain. Benar-benar marathon sprint untuk menyadari visimu dari sebagian masa depan.

Saya bertaruh di gairah, ketekunan dan kerendahdirian.

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang