Apa yang dimaksud dengan gangguan obsesif kompulsif?

Dilihat 465 • Ditanyakan 11 bulan lalu
1 Jawaban 1

Seringkali gangguan obsesif kompulsif salah diartikan sebagai suatu gangguan perilaku yang dilakukan secara obsesif, seperti mencuci tangan, menyusun kaleng berdasarkan warnanya atau menjentikkan saklar lampu. Perilaku - perilaku tersebut hanya dorongan sampingan dari diagnosa. Dari apa yang saya lihat, banyak orang yang tidak memahami apa sebenarnya gangguan obsesif kompulsif.


Manual Diagnosa dan Statistik dari Gangguan Kesehatan Mental menyebutkan, "Gangguan Obsesif Kompulsif ditandai dengan adanya obsesi dan kompulsif/tekanan. Obsesi adalah pemikiran yang terjadi berulang kali dan terus - menerus, mendesak atau gambaran - gambaran yang menggannggu atau tidak diinginkan, sedangkan tekanan adalah perilaku yang berulang atau tindakan mental yang dirasa harus dilakukan oleh seseorang."


Ketika kita membatasi gangguan obsesif kompulsif hanya pada aspek perilaku, kita menghilangkan kemampuan kita untuk melihat spektrum penuh dari diagnosa dan mungkin salah memahami tingkat keparahan dari beberapa perilaku dan tidak mempercayai pengalaman mereka yang menderita diagnosa gangguan tersebut.


Apa itu kompulsif? Kompulsif adalah perilaku atau tindakan mental yang dilakukan seorang individu sebagai respon terhadap obsesi atau sesuai dengan atran yang harus diikuti dengan ketat. Kompulsif dilakukan untuk menghilangkan kecemasan dari obsesi. Misalnya, seorang individu yang kompulsif terhadap kebersihan mungkin memiliki masalah obsesi terhadap hal yang kotor, atau individu yang memiliki obsesi terdapat hal - hal yang simetris mungkin berpartisipasi dalam susunan, penghitungan, atau tugas berulang yang kompulsif. Tindakan mental juga merupakan salah satu kompulsi yang dapat melibatkan penghitungan atau mengulangi kata - kata secara diam - diam.


Apa itu obsesi? Obsesi merupakan pemikiran yang mendesak atau gambaran - gambaran. Obsesi dapat mencakup pemikiran yang terlarang atau tabu, rasa tanggung jawab yang meningkat, kecenderungan untuk melihat ancaman secara berlebihan, perfeksionis atau tidak dapat mentoleransi ketidakpastian. Misalnya, seorang individu dapat mengalami pemikiran yang berulang terkait hal yang agresif, seksual, atau bersifat keagamaan, atau ketakutan akan menyakiti diri sendidi atau orang lain. 


Seseorang yang menderita OCD mungkin hanya merasakan obsesi, atau obsesi dan kompulsif. Banyak orang - orang yang OCD yang hanya memiliki obsesif dan tidak merasakan tekanan. Objek dari obsesi mereka dapat berbeda antara individu yang satu dengan lainnya.

Terjawab 11 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang