Apa yang dipikirkan orang - orang ketika melihat bekas luka yang disebabkan oleh diri sendiri?

Dilihat 768 • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Saya memiliki bekas luka yang disebabkan karena menyakiti diri sendiri dan sekarang semuanya sudah sembuh. Seorang dokter dulu berpikir bahwa bekas luka tersebut masih baru dan dia ingin merujuk saya ke unit darurat psikiatrik. Beberapa orang tertawa dan menunjuk - nunjuk ke arah saya. Hal itu menyakitkan bagi saya ketika lukanya masih baru, tapi sekarang saya tidak peduli lagi. Pertama kalinya saya keluar rumah dengan menggunakan kemeja lengan pendek, seseorang memanggil saya "". Saya hampir menangis. Kalau sekarang saya akan bilang, "belajar ngomong dulu yang bener!!".


Beberapa orang akan menatap saya. Berbeda dari teman baik saya yang selalu memperhatikannya dan berteriak kepada mereka atau menatap balik, saya baru memeprhatikan ketika hidung mereka suka dekat dengan lengan saya. Beberapa orang berpikir bahwa tidak jadi masalah untuk mulai menanyakan beberap pertanyaan yang bersifat pribadi. Beberapa orang bahkan berpikir bahwa mereka dapat menyentuk bekas luka saya tanpa bertanya (lo gila ya??). Oh ya, dan saat saya benar - benar kecelakaan, orang -orang tidak percaya bahwa saya benar - benar kecelakaan (teman saya mengenal saya dengan baik sehingga dia tahu saya tidak akan berbohong). 


Waktu suatu ketika saya pingsan di bus dan terantuk ke - saya tidak ingat apa itu, saya pingsan - dan berakhir dengan mata yang lebam, bahkan orang  yang tidak saya kenal di jalan mengatakan kepada saya bahwa saya tidak perlu menahannya, bahwa tidak seorangpun yang berhak untuk memukul saya, meskipun pacar saya sendiri, bahsa saya berhak mendapat lebih baik, dst. Pada akhirnnya saya berhenti mengkoreksi mereka. Hal yang sama juga terjadi pada wanita yang tidak memiliki bekas luka, tapi orang - orang memiliki asumsi lebih besar bahwa kamu tidak dapat meninggalkan orang yang menyiksamu ketika kamu memiliki bekas luka yang disebabkan oleh diri sendiri.


Some people even think it's okay to touch my scars without asking. (hint: are you crazy?) Oh, and when real accidents happen, strangers don't believe it really is an accident (my friends know me good enough to know I wouldn't lie). When I once fainted ont the bus and bumped against - I don't remember what it was, I fainted ;-) and ended with a black eye, even strangers on the street told me that I don't have to endure this, that no one has the right to hit me, not even my boyfriend, that I deserved better and so on. I gave up correcting them eventually. This happens to women without scars as well, but people assume even more that you are not capable of leaving an abuser when you have scars from self-harm.

Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang