Apa yang harus diperhatikan pada tes darah untuk fungsi liver?

Dilihat 2,03 rb • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Mari kita fokus ke elemen utama yang hampir selalu dimasukkan dalam panel kimia atau panel hati dalam hampir semua lab:


  • Total Bilirubin - Bilirubin merupakan gabungan dari bilirubin yang terkonjugasi (langsung) dan bilirubin yang tidak terkonjugasi (tidak langsung). Ketika sel darah merah hancur atau mencapai tahap akhir dari kehidupannya (hemolisis), hemoglobin akan dilepaskan. Pada akhirnya hemoglobin akan terpecah menjadi bilirubin yang tidak terkonjugasi (tidak larut dalam air). Kemudian hati akan bertugas untuk mengkonjugasikannya dengan asam glukuronat dan mengubahnya menjadi bilirubin terkonjugasi atau langsung yang dapat larut dalam air. Hati akan mengeluarkan bilirubin dengan empedu ke dalam usus kecil dan menyimpannya di dalam kantung empedu. Alasan kenapa melakukan tes fungsi hati penting ketika total bilirubin tinggi adalah untuk menentukan apakah masalahnya adalah saluran yang terblokir (jumlah bilirubin langsung yang meningkat berarti hati melakukan tugasnya) atau penyakit hati (jumlah bilirubin tidak langsung yang meningkat berarti hati tidak pernah melakukan proses konjugasi). Babi yang terkena penyakit kuning yang dikarenan oleh trauma atau HDN (hemolytic disease of the newborn) ditempatkan di bawah sinar biru untuk membantu  hati untuk memproses/menurunkan bilirubin tidak langsung ke tingkat yang tidak berbahaya. Kecuali untuk kondisi yang disebut sindrom Gilbert dimana terdapat peningkatan bilirubin non-patogen di dalam sistem, setiap terjadi peningkatan bilirubin berarti terdapat kematian sel darah merah, disfungsi hati, atau penyumbatan empedu yang sedang terjadi.
  • Enzim - Terdapat beberapa enzim yang di dalam sel hati. Ketika sel hati mati, isi yang ada di dalamnya akan dilepaskan. Sebagian dari enzim- enzim tersebut hanya ada di dalam hati dan sebagian lagi berbagi dengan organ / jaringan lain. Karena kematian sel hati terjadi setiap saat, biasanya terjadi tingkat enzim yang konsisten di dalam darah. 
  • SGPT dan SGOT - SGPT (juga disebut dengan ALT) dan SGOT (juga disebut dengan AST) hanya terdapat di dalam hati. SGOT dan SGPT akan mengalami peningkatan ketika terjadi peradangan hati yang kronis atau sesuatu yang menyebabkan meningkatnya kematian hepatoseluler. Tingkat SGOT dan SGPT yang rendah (kurang dari 16) dapat merupakan indikasi menurunnya aliran darah melalui hati yang dapat disebabkan oleh lemak hati.
  • GGTP atau GTP - Enzim ini hanya terdapat di dalam hati dan peningkatan dari enzim tersebut merupakan indikasi adanya penyakit hati.
  • LDH - LDH merupakan enzim yang tidak hanya berada di hati. Versi yang berbeda (isoenzim) berasal dari jaringan - jaringan yang berbeda (jatung , paru - paru, hati, otak, dsb).
  • ALP - Alkaline Phosphatase merupakan enzim yang juga memiliki isoenzim. Yang satu berasal dari tulang dan satu lagi berasal dari hati.
  • Albumin - Protein ini membantu berbagai macam fungsi penting di dalam tubuh manusia. Tapi, karena protein ini diproduksi di dalam hati, protein ini sangat penting bagi liver dan dapat berbahaya jika nilainya di bawah 3,5. Hal ini berarti hati menutup. Indikator paling nyata dari albumin yang rendah (karena albumin meningkatkan aliran air dari luar pembuluh darah ke dalam) akan menyebabkan bengkak yang dramatis di lengan dan kaki dan pada akhirnya, di rongga tubuh. Terkadang, karena albumin merupakan protein pembawa yang berada di sekitar kalsium, kamu mungkin akan melihat nilai albumi yang rendah (3.4-3.9) ketika kamu juga melihat niai kalsium di bawah 9. Kenapa? Karena tubuh kita menyesuaikan terhadap kebutuhan tertentu. Jika tubuh tidak membutuhkan jumlah albumin yang tinggi karena tidak ada jumlah kalsium yang banyak, maka sumbernya akan dibuat menjadi hal lain yang membutuhkan asam amino.
  • PT = Protime atau PT merupakan ukuran dari koagulasi atau pembekuan darah. Karena fibrinogen dan 11 faktor pembekuan lainnya dibuat di dalam hati, tes koagulasi ini biasanya akan mengalami peningkatan. Hal ini berarti orang tersebut akan lebih lambat dalam membekukan darah dan menjadi lebih rendah mengalami pendarahan. 

Penjelasan di atas seharusnya dapat memberikan kamu gambaran mengenai tes fungsi hati tradisional. Beberapa di antaranya mungkin tidak diuji, tergantung dari preferensi lab atau dokter.Ketika disfungsi hati sudah ditetapkan berdasarkan tes - tes di atas, mungkin akan dilakukan tes darah atau tes pencitraan lainnya.

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang