Apa yang harus kita ketahui tentang PMS?

Dilihat 2,44 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Tidak sedikit jumlah wanita yang sering mengeluhkan kram perut dan kelelahan saat hendak menstruasi. Mereka juga menjadi mudah marah, dan suasana hatinya sama sekali tidak bisa ditebak! Mungkin sebagai orang awam (terutama pria yang tidak mengalami haid), hal ini menjadi sangat membingungkan. Kita seringkali bingung bagaimana cara menghadapi mereka. Disini saya akan jelaskan apa saja yang perlu Anda ketahui soal PMS.


PMS (Sindrom Pra-Menstruental) didefinisikan sebagai gejala fisik maupun non fisik yang terjadi menjelang menstruasi. PMS seringkali disalahartikan oleh sebagian besar orang sebagai gejala yang dialami pada saat menstruasi, walaupun sebenarnya PMS adalah gejala yang ditunjukkan justru sebelum menstruasi berlangsung. 


10 poin penting mengenai PMS


  1. Akronim dari PMS (Sindrom Pra-Menstruental) digunakan pada dua konteks yang berbeda. Pertama, secara medis, untuk menunjukkan kondisi yang cukup intens yang ditandai dengan kesulitan mengatur atau ketidakstabilan emosi. Kedua, yaitu dalam bahasa sehari-hari, untuk menunjukkan emosi yang tidak menyenangkan dan gejala fisik yang dialami wanita saat menstruasi.

  2. Dari segi medis,gejala utama PMS adalah gejala emosional (dysphoria mengganggu, lekas marah, kegelisahan), disertai dengan gejala fisik (misalnya kram yang intens) yang cenderung meningkat 1-2 minggu sebelum masa haid dimulai (lapisan rahim yang meluruh), dan akan mulai berkurang saat masa haid.                                                                                                                                                                                    gejala pmsTabel 1. Daftar gejala fisik dan emosional dari PMS                                                                   
  3. Karena penggunaan kata ini yang sering dijumpai pada percakapan sehari-hari, banyak wanita yang percaya mereka memiliki PMS (atau dikatakan mengalami PMS) ketika gejala mereka tidak sesuai dengan kriteria diagnostik PMS (fenomena ini mirip dengan orang yang mendiagnosa dirinya sendiri dan orang lain dengan Attention Deficit Disorder, gangguan obsesif kompulsif, disleksia, dll - berdasarkan "gejala" yang sebenarnya ringan dan normal). Beberapa orang melihat PMS sebagai spektrum dari "gejala PMS ringan" ke "PMS" dan akhirnya "PMDD" (Lihat poin nomer 7 untuk penjelasan lebih lanjut).

  4. Kesulitan emosional atau sifat labil yang dirasakan oleh beberapa wanita bisa juga disebabkan oleh gejala fisik yang tidak nyaman, bukan karena fluktuasi hormon. Contohnya, jika seorang wanita sedang mengalami kram yang berkelanjutan (terasa seperti ditusuk dari dalam dengan garpu tumpul), tentu saja suasana hatinya akan menjadi buruk, tidak peduli bagaimana fluktuasi tingkat hormon pada wanita tersebut.                                                                                              emosi                                           
  5. Fluktuasi emosional non-mentruasi sepenuhnya mungkin bisa disalahartikan sebagai PMS. Contohnya, seorang wanita yang suasana hatinya sedang buruk karena alasan lain, yang biasanya menjadi argumentatif, atau yang merasa sangat sentimental bisa dikatakan (atau mengatakan dirinya sendiri) sedang mengalami PMS, walaupun sebenarnya hal ini kurang akurat. Sebagai hasilnya, menganggap seseorang sedang mengalami PMS bisa menghapus emosi negatif mereka. Hal ini juga sering digunakan untuk mengelompokkan seorang wanita sebagai mangsa tak berdaya kepada emosi yang cenderung labil tersebut. 

  6. Efek netral atau positif dari menstruasi (beberapa wanita, misalnya, mengalami peningkatan libido, tingkat suasana hati yang lebih tinggi, dll) secara umum tidak digolongkan sebagai konseptualisasi sehari-hari PMS. Hal ini mungkin disebabkan oleh kecenderungan untuk menganggap menstruasi sebagai sebuah proses yang negatif. Diskusi tentang PMS seringkali berakar pada kepercayaan budaya bahwa menstruasi itu menjijikan, melelahkan, dan/atau tabu

  7. Disisi lain, beberapa wanita yang mengalami PMDD (Pre-Menstrual Dysphoric Disorder) mungkin salah didiagnosa, atau salah mendiagnosa diri mereka sendiri, dan menganggapnya hanya sebatas PMS biasa. PMDD terdiri dari gejala seperti PMS yang lebih intens (bukan seperti kamu sedang menonton sebuah film Pixar berjudul 'Up' dan menangis selama berjam-jam, namun lebih pada pikiran untuk bunuh diri, perubahan suasana hati yang tiba-tiba dan intens, dll)                                                                                                                                                                                                               

  8. Ketika kita sedang mebahas soal PMS atau menstruasi, perlu diingat bahwa tidak semua wanita mengalami menstruasi (bisa disebabkan oleh alasan fisiologis yang beragam, mulai dari transgender hingga konsumsi pil KB tertentu). Jadi, jika kamu mengatakan bahwa semua wanita akan mengalami gejala haid atau menstruasi, baik secara sengaja maupun tidak, mungkin akan sedikit mengganggu sebagian wanita. 
  9. Tidak ada cara untuk menyembuhkan PMS, namun mengkonsumsi makanan dengan vitamin dan mineral yang memadai mungkin mengurangi gejala bagi beberapa wanita. Kamu juga bisa mengkombinasikannya dengan olahraga rutin. Ada juga banyak pilihan obat yang tersedia. Obat ini tentunya akan memiliki efek yang berbeda pada setiap wanita (dan kemungkinan adanya obat plasebo juga perlu dipertimbangkan. 
  10. Jika kamu adalah seorang pria, lalu temanmu atau pasanganmu adalah seorang wanita yang sedang mengalami menstruasi, jangan jadi orang yang membuatnya merasa lebih tidak nyaman. Ambilkan barang-barangnya untuknya (resep obat, pembunuh rasa sakit, tampon, pembalut, apapun itu), buatkan teh untuknya, dan rawat dia seperti yang biasa kamu lakukan pada seseorang yang sedang kurang enak badan.


Menghadapi orang yang sedang dilanda PMS bisa menjadi cukup menantang. Cobalah mengerti bahwa mungkin gejala yang muncul ini tidak mereka inginkan, meskipun terkadang PMS sering dijadikan alasan seseorang untuk membenarkan perilakunya yang sedikit labil. 


Jika kamu merasa bahwa gejala yang kamu alami berlebihan atau tidak tertahankan, kamu bisa mengkonsultasikannya pada dokter atau rumah sakit terdekat. 

Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang