Apa yang harus saya pelajari untuk menjadi seorang ahli jantung?

Dilihat 10,6 rb • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

llmu penyakit jantung atau kardiologi adalah suatu cabang kedokteran yang berhubungan dengan studi dan perawatan kelainan-kelainan di sistem kardiovaskular, yaitu jantung, pembuluh darah dan pembuluh nadi. Kardiologi seringkali dipandang sebagai sub-spesialisasi dalam bidang kesehatan organ tubuh bagian dalam. Cabang ini memusatkan perhatian terhadap diagnosa dan perawatan kondisi kardiovaskular mulai dari kelainan yang bersifat bawaan, penyakit jantung katub, elektrofisiologi, hingga penyakit-penyakit jantung termasuk gagal jantung dan penyakit jantung koroner. Kardiologi berasal dari bahasa Yunani, kardia yang berarti jantung dan logia yang berarti ilmu. Dokter yang mengkhususkan diri pada cabang kedokteran ini disebut ahli jantung.  Kardiolog atau dokter ahli jantung merupakan dokter yang memiliki keahlian dalam penanganan dan pencegahan penyakit jantung dan pembuluh darah. Sementara dokter yang mengkhususkan diri pada pembedahan jantung disebut ahli bedah jantung. 


sakit jantung

Kardiolog

Dokter ahli jantung merupakan para ahli yang memusatkan perhatian di bidang kardiologi dan bertanggung jawab akan penanganan kesehatan dari beragam penyakit jantung. Mereka menjalankan dan menafsirkan tes-tes diagnostik dan menjalankan tindakan-tindakan yang bersifat intervensi termasuk angioplasty (pembalonan jantung). Mereka berbeda dengan dokter bedah toraks kardiovaskular yang melaksanakan tindakan bedah yang prosedurnya bersifat invasif seperti bedah dada dan bedah jantung.

Seorang ahli jantung merupakan dokter spesialis yang tepat untuk ditemui apabila seseorang merasakan keluhan pada jantungnya. Dokter umum akan merujuk pasien kepada seorang ahli jantung apabila terdapat gejala penyakit jantung.


gejala penyakit jantung

Gejala dan Penyebab Penyakit Jantung

Gejala penyakit jantung bervariasi  tergantung jenis penyakit jantung yang dialami oleh seseorang. Terdapat perbedaan antara sakit jantung dengan serangan jantung, namun banyak orang yang mengartikan keduanya dengan makna yang sama. Sakit jantung merupakan ketidakmampuan fungsi jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh, sedangkan serangan jantung adalah penyumbatan atau pengecilan pembuluh darah yang membawa sari makanan dan oksigen menuju jantung. Terlepas dari perbedaan tersebut tetap saja keduanya masih berhubungan erat.

Penyakit jantung yang paling umum terjadi adalah penyakit jantung koroner.  Penyakit jantung koroner juga dikenal dengan istilah penyakit jantung iskemik dan termasuk salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Sekitar 35 persen kematian di Indonesia disebabkan oleh penyakit jantung.  Seseorang mengalami penyakit jantung koroner jika aliran darah ke jantung terhambat oleh lemak. Penyakit ini terjadi ketika pasokan darah yang kaya oksigen menuju otot jantung terhambat oleh plak pada arteri koroner. Penimbunan lemak di dalam arteri jantung ini dikenal dengan istilah aterosklerosis dan merupakan penyebab penyakit jantung koroner. Selain dapat mengurangi suplai darah ke jantung, aterosklerosis juga dapat menyebabkan terbentuknya trombosis atau penggumpalan darah. Jika ini terjadi, aliran darah ke jantung terblokir sepenuhnya dan serangan jantung pun terjadi. Faktor  lain penyebab penyakit jantung koroner  meliputi  :  

  • Merokok
  • Pola Hidup yang Buruk
  • Kadar Kolesterol yang Tinggi
  • Hipertensi
  • Diabetes
  • Obesitas
  • Bertambanhnya  Usia
  • Menopause.
  • Riwayat Kesehatan Keluarga

penyebab sakit jantung

Penyakit jantung koroner terbagi ke dalam dua jenis yang dikategorikan berdasarkan tingkat penghambatan aliran darah, yaitu angina (angin duduk) dan serangan jantung. Penyakit jantung yang tidak ditangani akan mengakibatkan komplikasi mematikan. Ketika tidak menerima suplai darah yang cukup hingga terlalu lemah untuk memompa darah, kinerja jantung akan menurun. Kondisi ini dikenal sebagai gagal jantung. Komplikasi ini dapat terjadi secara tiba-tiba maupun bertahap. Berikut merupakan beberapa gejala penyakit jantung koroner

  • Nyeri dada
  • Merasakan sakit pada bagian kepala
  • Bagian perut yang membengkak
  • Detak yang tidak teratur
  • Sesak nafas dan terengah-engah
  • Selalu merasakan mual, Nafsu makan berkurang
  • Keluar keringat meskipun tidak beraktifitas
  • Rasa lelah terjadi meskipun tidak beraktifitas berat
  • Pada wanita sering merasakan rasa sakit pada tangan kanan dan lengan kiri
  • Pada pria rasa sakit sering terjadi pada lengan kiri
  • Rasa sakit dibagian tubuh lainnya seperti, bahu, leher, punggung, siku
  • Pembengkakan yang terjadi pada pergelangan kaki dan perut.

Tugas seorang ahli jantung

Seorang ahli jantung mendiagnosa dan memberikan pengobatan untuk penyakit jantung koroner, gagal jantung, penyumbatan arteri, artimia dan kondisi-kondisi lainnya. Pengobatannya bervariasi mulai dari pemberian obat sampai dengan bedah invasif.  Di samping itu edukasi juga merupakan bagian dari pekerjaan mereka. Ahli jantung menjelaskan pemeriksaan dan prosedur kepada pasiennya. Mereka  mengajarkan mengenai pola makan, olahraga dan komponen-komponen hidup sehat ainnya.

Beberapa penyakit yang didiagnosis dan dirawat oleh dokter jantung meliputi:

  • Penyakit-penyakit kardiovaskular termasuk aterosklerosis (penyempitan dan pengerasan pembuluh darah), pembengkakan pembuluh darah, pembekuan darah di pembuluh darah dalam, pembengkakan pembuluh nadi, dan radang pembuluh darah atau vaskulitis.
  • Penyakit  jantung yang bersifat bawaan.
  • Kelainan-kelainan dari sirkulasi koroner termasuk sindrom penyakit jantung koroner akut (ACS), insufisiensi jantung (ischemia), aterosklerosis (penumpukan plak di pembuluh darah), penyakit jantung koroner, infark miokardial dan stenosis (penyempitan pembuluh nadi koroner).
  • Kelainani katup jantung termasuk katup aorta, mitral, pulmonal (berkenaan dengan paru-paru), dan tricuspid.
  • Kelainan miokardium (otot-otot jantung) seperti kardiomiopati (melemahnya otot jantung) dan perpecahan miokardial.
  • Kelainan dari perikardium (garis luar dari jantung) termasuk pengeluaran cairan perikadial, dan perikarditis.
  • Kelainan yang berkaitan dengan atau berpotensi mengalami serangan jantung, termasuk asistol (tidak adanya aktivitas listrik), takikardia ventrikular yang tidak berdenyut (tidak ada denyut) dan fibrilasi ventrikular.
  • Gagal jantung
  • Tumor jantung
  • Pembesaran ventrikular (kiri dan kanan)

Bagaimana Cara Menjadi Seorang Ahli Jantung


cara menjadi dokter jantung

Siapapun yang ingin menjadi ahli jantung harus memahami bahwa posisi ini membutuhkan pendidikan dan latihan yang tidak sebentar.

  • Berawal dari SMA, ketika seorang siswa  tertarik dengan karir di bidang medis disarankan untuk mengambil kelas sains (biologi, kimia, dan fisika dan matematika)
  • Langkah selanjutnya adalah kuliah selama empat tahun di jurusan kedokteran pada kampus yang terakreditasi. Persaingan untuk masuk ke sekolah kedokteran sangat ketat, hanya kandidat dengan nilai tinggi dan hasil wawancara yang baik yang dapat masuk untuk mempelajari ilmu kedokteran. Para siswa yang berhasil masuk ke sekolah kedokteran harus menjalani 4 tahun kurikulum akademis yang intensif yang terdiri dari kelas dan pengalaman klinis. Dua tahun pertama mencakup pelajaran tentang sains secara umum, termasuk anatomi, embriologi, mikrobiologi, fisiologi, farmakologi, dan patologi. Setelah melewati dua tahun pertama di sekolah kedokteran, mahasiswa harus melalui bagian pertama dari tes USMLE. Setelah lulus dari tes tersebut, para siswa akan melanjutkan dua tahun berikutnya dengan fokus mempelajari pelatihan klinis. Banyak di antara mereka yang mendapatkan pengalaman dengan menjadi sukarelawan pada rumah sakit atau klinik-klinik.
cara mengobati penyakit jantung

  • Setelah lulus dari fakultas  kedokteran, guna memperoleh kualifikasi untuk menjalani pendidikan di bidang kardiologi, seorang dokter harus menyelesaikan tiga tahun pendidikan dan pelatihan (program residensi) di bidang kesehatan internal (penyakit dalam) setelah kuliah kedokteran. Calon dokter bekerja bersama dengan dokter berlisensi di bawah pengawasan yang ketat, tapi mereka dapat menjalankan fungsi dan tugas yang sama. Program ini harus dijalani selama dua atau tiga tahun sebelum seseorang dapat menjadi ahli jantung yang berlisensi.

Selama pendidikan berlangsung, seorang ahli kardiologi memperoleh pembelajaran serta pelatihan yang intensif dan khusus mengenai :

  • Cara mengevaluasi, mendiagnosa, dan mengobati berbagai macam kondisi-kondisi jantung yang akut dan kronis.
  • Anatomi kardiovaskuler, fisiologi, metabolisme, dan biologi molekul, berikut ilmu farmasi kardiovaskuler yang mencakup peresepan obat, metabolisme, gejala, dan efek yang merugikan. 
  • Bidang patologi, biostatistik, dan epidemiologi kardiovaskuler. 
  • Pengetahuan dan kompetensi dalam melaksanakan dan menjelaskan semua tindakan termasuk pemeriksaan jasmani, kardioversi, kateterisasi jantung, memasang dan mengendalikan alat pacu jantung, dan rehabilitasi kardiovaskuler. 
  • Teknik-teknik terbaik untuk penanganan penyakit-penyakit jantung koroner, hipertensi, aritmia, kardiomiopati, perikardial, penyakit-penyakit jantung valvular dan pulmonal, dan lain sebagainya.

Setelah menyelesaikan pendidikan, dokter kardiologi akan mengikuti ujian kardiologi yang diawasi oleh Dewan Ilmu Penyakit Dalam yang setara di negara asal dokter tersebut.


mencegah penyakit jantung


WHO menyebutkan penyakit jantung merupakan penyakit pembunuh no. 1 di dunia,  yang tentu saja telah merenggut banyak nyawa di berbagai belahan dunia. Berdasarkan fakta tersebut, dapat diketahui bahwa penyakit jantung merupakan penyakit yang mengkhawatirkan dan perlu diwaspadai oleh setiap orang.

Ironisnya, jumlah tenaga dokter jantung masih sangat minim. Sekarang Indonesia baru memiliki 555 dokter spesialis jantung. Jika dibandingkan dengan 240 juta penduduk, jumlah tersebut sangat tidak memadai. Idealnya, satu orang dokter menangani 260 ribu jiwa, dengan begitu ahli jantung masih merupakan salah satu posisi yang paling bergengsi dengan bayaran yang tinggi di bidang kesehatan. Namun demikian gelar dokter, pelatihan spesial, dan persyaratan lainnya harus dipenuhi untuk menjadi seorang ahli jantung. Demikian sedikit informasi yang dapat kami bagikan mengenai ahli jantung yang dapat anda jadikan referensi. Semoga artikel ini bermanfaat !

Baca juga : Apa intervensi para ahli jantung

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang