Bagaimana perbedaan budaya pacaran orang Indonesia dengan orang Barat?

Dilihat 1,28 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

gaya pacaran orang indonesia


Pacaran, siapa yang tidak mengenal aktifitas ini? Pacar-pacaran ini tidak hanya dilakoni oleh anak remaja sekolahan, tapi oleh semua orang yang sedang dalam proses mencari pasangan hidup.


Miris memang kalau melihat banyak anak sekolah di bawah umur mulai mengenal lawan jenis dan berpacaran, bukan apa-apa, namun seringkali mereka melakukannya hingga melewati batas. Seperti sampai membolos sekolah, berbohong pada orang tua agar diberi uang untuk berjalan-jalan dengan sang pacar, malas belajar, hingga seks bebas di kalangan remaja.


Sering juga kita lihat di media sosial bagaimana orang-orang muda yang memadu kasih di tempat umum tanpa tahu aturan. Beberapa orang tertangkap basah oleh kamera sedang melakukan kegiatan yang tidak senonoh di tempat terbuka, mengira bahwa tidak ada yang memerhatikan mereka.


Bagaimana hal semacam ini bisa terjadi?


Tanpa mengadili pihak manapun, tapi kita semua mengetahui bahwa itu adalah budaya pacaran orang Barat. Anak muda banyak melihatnya melalui media sosial dan film-film, kemudian menirunya tanpa memahami bahwa gaya pacaran orang Indonesia dan orang Barat berbeda.


Ada beberapa perbedaan yang signifikan antara orang Indonesia atau Asia Tenggara dengan orang Barat seperti Eropa dan Amerika. Nah, apa sajakah perbedaan itu? Mari simak uraian singkatnya di bawah ini!




Perbedaan Budaya Pacaran Orang Indonesia dengan Orang Barat



Sebagai negara di Asia Tenggara, Indonesia merupakan salah satu negara yang masih memiliki aturan dan norma yang cukup ketat. Selain karena kita terus menjunjung tinggi budaya ketimuran, mayoritas penduduk Indonesia masih taat beragama.


Saya tidak akan mengatakan mayoritas Muslim, karena pada dasarnya tidak ada agama yang mengizinkan aktifitas pacaran yang berlebihan (atau seks bebas).


Namun karena globalisasi mengakibatkan perubahan pandangan dan budaya di kalangan anak muda, cara berkencan pun turut mengalami perubahan. Ada banyak hal yang dianggap wajar oleh penduduk di negara Barat, namun sebenarnya tidak bisa diterapkan di Indonesia.


Beberapa perbedaan antara budaya pacaran orang Barat dengan orang Indonesia adalah sebagai berikut:


gaya pacaran orang indonesia


  • Bermesraan di tempat umum

Bermesraan di tempat umum adalah hal yang tidak sedap dipandang. Dalam hal public display of affection, masyarakat kurang suka jika melihatnya di tengah-tengah khalayak ramai. Mungkin di Barat merupakan hal yang lumrah, namun ini belum bisa diadopsi sebagai gaya pacaran orang Indonesia. Tidak ada yang suka melihat sepasang kekasih bermesraan di muka publik. 


Seringkali orang merekam sepasang muda mudi yang bermesraan (hingga bahkan berhubungan seks) di tempat umum seperti restoran, gang sempit, beranda rumah, hingga di balik batu besar di tempat wisata. Fenomena ini memang bikin geleng-geleng kepala, kenapa bisa begitu ya?


Lain halnya dengan pasangan lansia. Saya pribadi tidak masalah jika melihat sepasang kakek nenek yang berusia sangat lanjut masih mesra dan setia hingga akhir hayat. Dan tentu mereka tidak akan melakukannya secara berlebihan. Benar, tidak?



budaya pacaran orang barat


  • Tinggal serumah tanpa hubungan pernikahan

Meskipun sudah banyak pelaku paham ini di kota besar seperti Jakarta, pada dasarnya tinggal serumah tanpa terikat hubungan pernikahan adalah hal yang sangat dilarang di Indonesia. Jangankan tinggal serumah, menginap di satu kamar hotel saja kadang bisa jadi masalah. 

Sanksi hukum mungkin tidak berat, yang berat adalah cibiran tetangga :D


Tinggal bersama adalah budaya pacaran orang Barat dan umumnya tidak ada negara di Asia Tenggara yang melegalkannya. Termasuk Malaysia, walaupun tercatat sebagai salah satu negara dengan seks bebas paling tinggi di dunia.


gaya pacaran orang indonesia


  • Memiliki anak di luar nikah

Dalam budaya Barat, tidak ada salahnya untuk mempunyai anak terlebih dahulu, baru kemudian menikah. Banyak yang melakukan praktik ini, termasuk para selebriti Hollywood. Di Perancis juga diizinkan untuk memiliki anak tanpa melalui pernikahan, tidak akan ada tetangga yang mencibir :D


Tapi hal ini bukanlah gaya pacaran orang Indonesia, budaya ketimuran dan hukum kita berbeda. Terlepas dari masalah dosa, jika pasangan memiliki anak tanpa menikah, maka pasangan tersebut akan mengalami kesulitan untuk menyekolahkan anak mereka. Untuk mendaftarkan anak ke sekolah diperlukan akta kelahiran, dan akta hanya akan diterbitkan oleh pemerintah apabila kedua orangtuanya merupakan pasangan yang sah. Selain itu, Indonesia masih menjunjung tinggi kesakralan pernikahan.


Menikah sirih saja repot, apalagi jika di luar nikah, pasti lebih repot lagi :D


budaya pacaran orang barat


  • Seks bebas

Dalam budaya pacaran orang Barat, hubungan seks adalah sebuah kegiatan yang wajar, baik bagi sepasang kekasih yang saling mencintai, maupun untuk sekedar besenang-senang. Lingkungan, teman, bahkan orang tua tidak ada yang melarang karena memang sudah merupakan sesuatu yang lumrah saja.


Sebagai sesama negara di Timur, Jepang dan Korea juga sebenarnya sudah berkiblat ke Barat. Bahkan, pacaran tanpa hubungan seks adalah hal yang aneh di Jepang. Cina sudah mulai mengikuti, namun nilai tradisional mereka tetap lebih kental daripada Jepang dan Korea.


Di Indonesia, seks dalam hubungan pacaran masih tetap dianggap salah dan bisa dikenakan sanksi, bisa berupa sanksi hukum maupun sanksi sosial.

Selain itu, juga berisiko akan Penyakit Menular Seksual (PMS), karena jujur saja, harga kondom di Indonesia masih cukup mahal, banyak pemuda yang tidak sanggup untuk membelinya, dan banyak orang tidak mengetahui manfaat menggunakan kondom. Berbeda dengan negara Barat dan Jepang, harga kondom di sana relatif murah dan membeli kondom bukanlah hal yang memalukan.



gaya pacaran orang indonesia

Selain empat hal yang 'berbahaya' di atas, masih ada lagi beberapa hal yang membedakan antara gaya pacaran orang Indonesia dan Barat, seperti:


  • Pria selalu diharapkan untuk mengambil inisiatif

Di Indonesia, pria biasanya harus selalu melakukan tindakan pertama, baik perkenalan, menyatakan perasaan, hingga melamar. Jika wanita menyatakan perasaan atau memulai pendekatan, maka orang akan menganggap wanita ini agresif dan tidak elegan. 

Meskipun saya merasa tidak ada yang salah dan kita tidak perlu memikirkan omongan orang, ada banyak pria yang tidak suka dengan tipe wanita seperti ini.


Sementara itu di negara Barat, persamaan antara wanita dan pria dijunjung tinggi, tidak ada yang salah apabila seorang wanita berinisiatif untuk memulai sebuah hubungan.


  • Pria harus selalu membayar

Meskipun tidak berlaku bagi semua orang, ada banyak orang tidak tahu diri di Indonesia yang berpikir bahwa pria harus membiayai seluruh pengeluaran untuk kencan dengan kekasihnya, baik uang makan siang/malam, bensin, hingga oleh-oleh untuk orang tua pacar.


Di Barat, biasanya mereka membagi dua jumlah pengeluaran atau membayar makanan mereka masing-masing. Apalagi di Jepang, biasanya mereka tidak ingin berhutang budi dengan orang lain, meskipun itu kekasih mereka sendiri.


  • Persetujuan keluarga sangat dibutuhkan

Orang-orang di Asia selalu membutuhkan persetujuan orang tua dan keluarga sebelum menikah, dan mereka tidak akan menikah sebelum mendapatkan restu. Berbeda dengan negara Barat, orang tua tidak perlu memutuskan apapun dan pernikahan dapat terus berjalan tanpa persetujuan orang tua.


Hal ini juga disebabkan oleh sistem regulasi pemerintahan mereka yang cenderung lebih simpel dan ikatan antara individu dengan keluarganya memang tidak terlalu dalam.


--


Nah, beberapa hal di atas adalah perbedaan antara budaya pacaran orang Barat dan orang Indonesia yang paling mendasar. Masih ada hal seperti cara pengungkapan perasaan, masalah privasi dalam sebuah hubungan, dan lainnya yang juga berbeda dengan kita.


Globalisasi memang sedang terjadi besar-besaran, namun bukan berarti kita bisa mengikuti semuanya tanpa memertimbangkan budaya Timur kita, bukan?

Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang