Apa yang membuat seseorang mengidap trypophobia?

Dilihat 5,92 rb • Ditanyakan hampir 2 tahun lalu
1 Jawaban 1



Pasti sering sekali ya kita dengar kata ‘fobia’. Kita sering menggunakan kata tersebut untuk mengungkapkan ketakutan terhadap sesuatu. Misalnya fobia kucing (takut terhadap kucing), fobia binatang berbulu, fobia pada bunga dan sebagainya. Namun tahukan Anda apakah sebenarnya fobia? Fobia pada dasarnya adalah rasa takut –biasanya perasaan takut yang berlebihan dan tidak wajar- terhadap sesuatu baik itu hewan, tumbuhan, benda atau terhadap situasi tertentu (misalnya fobia pada ketinggian, kegelapan, ruang tertutup, atau situasi ramai).

Fobia dapat dikatakan sebagai suatu gangguan mental/psikis (tetapi bukan sakit jiwa/gila) yang dapat terjadi pada siapapun –baik pria atau wanita- dan timbul karena terjadi trauma atau mengalami hal buruk dengan objek yang ditakuti. Pada pembahasan kali ini saya akan memfokuskan untuk membahas mengenai fobia pada lubang. Ya, Lubang! Mungkin sebagian dari kita masih asing dengan istilah penyakit trypophobia ya. Secara singkat dapat dikatakan trypophobia adalah rasa takut pada sekumpulan lubang.

Benarkah ada fobia seperti itu? Apa sih penyebabnya? Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Nah, Anda pasti penasaran nih ;) Bagi Anda yang tidak mau tertinggal informasi, wajib membaca artikel ini sampai tuntas ya,,,


Apa itu Trypophobia?

Penyakit trypophobia adalah penyakit psikologis yang membuat penderita akan merasakan takut atau rasa geli dan jijik yang berlebihan dan cenderung tidak masuk akal ketika melihat segala bentuk lubang atau sekumpulan lubang. Akan muncul kegelisahan secara ekstrim atau perasaan tidak nyaman pada diri penderita ketika melihat sesuatu dan/atau benda yang memiliki banyak lubang dengan pola berulang (klaster lubang), seperti sarang lebah, sarang semut, terumbu karang, kepala bunga teratai, gelembung adonan kue dan sebagainya. Namun tidak hanya pada benda yang nyata, pengidap penyakit ini juga akan merasa takut dan gelisah jika melihat gambar tubuh manusia yang dipenuhi dengan lubang-lubang, meskipun gambar tersebut jelas merupakan gambar hasil rekayasa atau editan pada komputer. 

Kegelisahan yang terjadi pada penderita ketika melihat benda-benda tersebut dapat menimbulkan perasaan mual, serangan panik, berkeringat, jantung berdebar, merinding, ngeri, timbul rasa gatal dan pastinya rasa takut yang berlebihan.

Penderita penyakit ini memang tidak banyak, entah karena banyak yang tidak menyadari bahwa dirinya terkena trypophobia, atau memang belum adanya data yang sistematis yang menghitung berapa banyak jumlah penderita  trypophobia. Namun, banyak penelitian dilakukan yang menyatakan bahwa penyakit trypophobia bukanlah penyakit fobia resmi yang diakui dalam literatur ilmiah secara umum, ketakutan yang dirasakan umumnya lebih ke arah jijik ketimbang rasa takut itu sendiri. Penyakit ini adalah salah satu dari sejumlah ketakutan yang dialami oleh sebagian orang dengan tingkat ketakutan yang berbeda-beda, dan biasanya sebagian besar orang yang mengidap Trypophobia tidak menyadari sebagai bentuk fobia yang nyata.



Penyebab Trypophobia

Lalu, apakah yang menyebabkan trypophobia? Apa yang menjadi penyebab Trypophobia belum diketahui secara medis. Dokter belum mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan seseorang mengalami penyakit fobia yang satu ini. Penelitian menyatakan bahwa rasa takut dan jijik pada seseorang dapat berasal dari mana saja dan timbul kapan saja, sehingga dianggap bahwa Trypophobia merupakan sesuatu yang wajar dan bukan fobia yang sesungguhnya. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa hampir semua hal yang memicu reaksi jijik biasanya secara otomatis juga akan memunculkan rasa takut akan sebuah penyakit. Peneliti juga menambahkan bahwa kemungkinan besar rasa jijik yang timbul akibat melihat benda penuh lubang adalah reaksi bawah sadar seseorang yang terjadi karena rasa takut akan penyakit tertentu.

Walaupun belum diketahui secara pasti, namun beberapa kalangan meyakini bahwa Trypophobia bisa dialami sejak masih anak-anak. Penderita mengalami traumatik terhadap sesuatu yang berlubang sejak masih kecil. Bisa saja seseorang punya pengalaman tidak menyenangkan dengan melihat lubang dimana-mana, lubang-lubang kasar, tajam, tidak rata dan bahkan menyakitkan, ini bisa menjadi salah satu alasan yang menyebabkan phobia terhadap lubang terjadi.

Pendapat lain menyatakan bahwa kemungkinan penyebab Trypophobia adalah karena adanya kemiripan pola lubang berulang dengan hewan beracun tertentu. Rasa jijik dan takut yang muncul merupakan rekasi alamiah terhadap hewan tersebut. Penderita akan melakukan fiksasi -istilah dalam kedokteran jiwa- yaitu usaha membuat diri merasa nyaman/aman dengan cara memilih mundur atau ‘berhenti’ sejenak pada suatu peristiwa/fase tertentu. Hal ini didasari keadaan bahwa pada dasarnya setiap individu memiliki ketakutan/kewaspadaan secara alami terhadap hal-hal yang dapat menyakitkan, contohnya hewan beracun tersebut.



Cara Mengatasi

Pada dasarnya tidak semua fobia membutuhkan pengobatan, hal ini dikarenakan sebagian besar fobia terjadi karena masalah emosional. Namun jika berpengaruh pada kehidupan normal sehari-hari maka disarankan untuk melakukan terapi untuk mengatasi fobia yang Anda derita. Bagi penderita fobia, hal umum yang dilakukan untuk menghilangkan rasa takut biasanya adalah dengan melakukan terapi.

Karena Trypophobia belum diketahui secara pasti penyebabnya, maka beberapa langkah pengobatan dapat dilakukan seperti terapi dengan cara hipnoterapi, terapi perilaku atau konseling. Berikut ini akan diuraikan beberapa terapi yang dapat dilakukan oleh penderita Trypophobia :

   

       


  • Hilangkan segala pikiran negatif tentang hal-hal yang membuat Anda merasa takut dan jijik. 
  • Memberanikan diri berlatih melihat pola gambar klaster berlubang. Jika dilakukan secara rutin, maka gangguan trypophobia perlahan akan menghilang seiring dengan terbiasanya penderita melihat pola gambar dengan lubang berulang. 
  • Terapi Kognitf – Terapi ini bertujuan untuk mengubah pola berpikir ketakutan secara tidak produktif 
  • Terapi Perilaku – Terapi ini bertujuan untuk mengontrol perilaku terhadap hal yang tidak diinginkan. 
  • Hipnoterapi - Cara lainnya yang bisa Anda coba untuk menghilangkan perasaan takut terhadap lubang-lubang kecil ini adalah dengan cara hipnoterapi. Hipnoterapi adalah proses penyembuhan fobia dengan cara memberikan sugesti kepada penderita agar berkurang rasa takutnya terhadap lubang-lubang kecil pada permukaan. 
  • Desentiasi Sistematis - Apa itu desentiasi sistematis? Desentiasi sistematis adalah proses penyembuhan fobia dengan cara si penderita dibuat rileks, sehingga membayangkan suasana yang nyaman dan indah. Kemudian diperlihatkan gambar lubang-lubang pada tubuh manusia kepada si penderita secara perlahan. 
  • Abreaksi – Abreaksi adalah penyembuhan fobia dengan cara memperlihatkan gambar-gambar atau foto lubang-lubang kecil dari kejauhan, lalu sedikit demi sedikit didekatkan. Foto lubang-lubang pada tubuh manusia diperlihatkan dari jauh, kemudian jika sudah agak terbiasa, perlahan-lahan didekatkan hingga si penderita berani melihat dengan jarak yang sangat dekat. 
  • Flooding - Yaitu menghilangkan trypophobia dengan cara menempatkan si penderita dengan gambar lubang-lubang di tubuh manusia atau sumsum tulang hingga penderita terbiasa melihat hal tersebut. Pada awalnya mungkin melalui cara ini agak sulit, karena penderita bisa saja mengalami serangan panik, takut berlebihan bahkan pingsan.
  • Reframing - Cara menghilangkan rasa takut terhadap lubang-lubang dengan cara membayangkan masa lalu, kemudian menceritakannya kepada dokter yang mengobati bagaimana awalnya dapat terkena fobia ini.
  • Obat-obatan - Cara ini sebenarnya tidak dianjurkan, karena pemakaian obat yang dikonsumsi dalam jangka panjang dapat menyebabkan efek samping. Namun jika terpaksa, Anda dapat meminum obat antidepresan, obat penenang, beta-blocker atau obat lainnya yang tentunya harus sesuai dengan rekomendasi dokter. 
  • Konseling – Merupakan tahap yang paling penting. Berkonsultasilah secara rutin dengan dokter yang menangani Anda. Ceritakan mengenai perasaan Anda, keluhan, rasa sakit , rasa takut yang Anda alami. Semakin jelas Anda berkonsultasi, akan semakin mudah bagi dokter untuk membantu Anda 



Demikianlah pembahasan singkat mengenai trypophobia, sedini mungkin kenali gejala fobia pada diri Anda, sehingga dapat diambil tindakan yang cepat dan tepat untuk mengatasinya, contohnya dengan melakukan terapi. Rasa takut dan jijik adalah perasaan normal yang ada pada diri manusia, namun sedapat mungkin kenalilah rasa takut tersebut sehingga tidak berlebihan yang justru dapat merugikan diri Anda sendiri. Semoga bermanfaat!


Terjawab hampir 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang