Apa yang memotivasi anda untuk masuk ke kedokteran ?

Dilihat 288 • Ditanyakan 10 bulan lalu
1 Jawaban 1

Seandainya saya bisa mengatakan bahwa faktor motivasi saya masuk ke kedokteran adalah untuk menemukan profesi di mana saya bisa membantu orang lain. Seandainya saya bisa mengatakan motivasi saya karena rasa cinta saya pada  ilmu pengetahuan. Kebanyakan orang, universitas, bahkan pasien berharap mendengar alasan seperti itu dan alasan itu adalah apa yang saya hampir tulis pada esai pendaftaran sekolah kedokteran saya. Tetapi saya tidak melakukannya. Tentu saja tidak. Jujur saja , hal itu bermula ketika orang tua saya membelikan saya ini : Tidak sama dengan senyum menipu di foto itu, saya banyak menghabiskan masa kecil saya dengan sebuah kemarahan yang tragis ketika sedang belajar memainkan biola. Semenjak usia dini, saya tidak menyadari saya mempunyai pilihan. 

Biola selalu menjadi bagian dari saya - skala frustasi, latihan jari yang menjengkelkan, masa-masa pahit jauh dari teman-teman, saat-saat sulit berlatih suara,  dan" ejekan" yang tidak diinginkan dari Vivaldi dan Mozart.  Saya orang yang sulit untuk ditaklukkan. Seperti ribuan anak lainnya, saya berkembang di musik. Tapi itu ada serangkaian keadaan acak yang membawa saya untuk maju lebih cepat daripada rekan-rekan saya ;

  • Seseorang yang ahli memainkan biola tinggal tidak jauh dari rumah saya -  
  • Kesempatan audisi yang membawa ke les privat dengan susah payah dibayar oleh orang tua saya yang imigran - 
  • Sebuah program musik yang berkembang dengan baik di kelas sekolah saya. 

Sewaktu di Sekolah Menengah Pertama,  saya adalah asisten konduktor (concertmaster) dari simponi orkestra di daerah tempat tinggal kami dan saya telah memenangkan beberapa "pertunjukan memimpin orkestra"  di acara final musik pada negara bagian. Waktu itu saya mempunyai suatu perasaan bahwa yang akan saya capai nanti menjadi sebuah serat inti dari pertanyaan "siapakah saya" : (yaitu) Persaingan (Kompetisi)

Menengok  lagi kebelakang, saya memang seseorang yang mempunyai sifat bersaing , seperti biola yang selalu saya bawa ke dan dari sekolah sewaktu di sekolah dasar. Pada awalnya, mengapa saya selalu ingin berkompetisi di karenakan sebagai seorang anak (waktu itu), kompetisi membawa saya meraih kemenangan. Sebagai orang dewasa muda, kompetisi menyebabkan peluang. 


Saya ingin berpikir bahwa musik merupakan "sisi kiri otak saya" yang bertanggung jawab atas ketertarikan saya pada aspek kemanusiaan dari ilmu kedokteran dan mungkin memiliki beberapa tingkatan.  Tetapi jika saya harus benar-benar jujur dengan diri saya sendiri, saya pikir sifat rasa bersaing saya yang sangat tinggi menarik saya untuk sebuah tantangan masuk ke sekolah kedokteran. Saya ingat dengan jelas membaca tentang angka alasan  statistik yang tidak mungkin membuat pelamar menjadi takut dan tidak percaya diri  daripada karena alasan intimidasi, Saya berfikir "Saya bisa melakukan ini"  

Mungkin tidak mengherankan, banyak rekan-rekan medis saya juga berbagi cerita serupa mengenai hal yang istimewa yang dimiliki dari masa kanak-kanaknya yang berakar dalam kompetisi apakah sebagai atlit atau musisi. 


Kerumitan yang indah dari tubuh manusia, hak istimewa untuk bekerja sama dengan orang-orang di saat yang paling rentan dari kehidupan mereka, tanggung jawab yang dirasakan ketika kepercayaan mutlak dari harta miliknya yang paling berharga ditempatkan dengan tepat di tangan anda, perasaan cinta dan rasa sakit dari kehidupan di ujung penemuan medis - ini adalah motivasi-motivasi yang mendorong saya untuk terus tinggal di dunia kedokteran. Tetapi sifat bersaing saya lah yang menjadi pembuka pintu pertama. 


Terjawab 9 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang