Apa yang menyebabkan adanya lemak hati pada orang - orang yang kurus?

Dilihat 492 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Ada 2 jenis gula yang utama, glukosa dan fruktosa (jenis gula lainnya seperti laktosa dan sukrosa dibuat dari glukosa dan fruktosa). Ketika kamu mengkonsumsi glukosa, glukosa akan terserap ke dalam aliran darahmu dan digunakan untuk menghasilkan energi bagi otot - otot, otak, dll. Kalau kamu terlalu banyak mengkonsumsi glukosa, pankreas akan memproduksi insulin lebih banyak untuk mengatakan pada tubuhmu untuk menyimpan glukosa sebagai lemak (sebagian besar lemak subkuntan).


Ketika kamu mengkonsumsi fruktosa, sebagian di antaranya diubah menjadi glukosa sebelum diserap ke dalam aliran darah dan sisanya akan mengalir ke hati yang kemudian berubah menjadi : 1)glikogen atau 2)trigliserida (asam lemak). JIka hatimu kekurangan glikogen (setelah olahraga yang keras), maka sebagian besar dari fruktosa akan berubah lagi menjadi glikogen, sehingga tidak ada masalah yang terjadi.


Jika seandainya kamu sudah memiliki glikogen yang cukup, atau kamu mengkonsumsi fruktosa dalam jumlah yang banyak, maka fruktosa akan diubah menjadi trigliserida. Sebagian dari trigliserida tersebut akan dilepaskan ke dalam aliran darah kemudian akan disimpan sebagai lemak (tergantung jumlah insulin yang beredar) atau digunakan sebagai bahan bakar (tergantung seberapa keras tubuh dan otakmu bekerja, dengan asumsi tidak terdapat banyak insulin). Sisanya, tentunya akan disimpan di dalam hati sebagai cadangan jika tubuhmu membutuhkannya.


Kalau kamu kurang berolahraga sehingga trigliserida yang ada di hati jarang digunakan (biasanya trigliserida akan dilepaskan dari hari sebelum dilepaskan dari sel lemak), makan lemak akan menumpuk seiring dengan berjalannya waktu yang menyebabkan adanya lemak hati. Jadi ketika kamu melihat seseorang yang kurus memiliki lemak hati, hal tersebut berarti mereka mengkonsumsi banyak fruktosa dan jarang berolahraga untuk membakar glikogen/trigliserida yang ada di hati (biasanya pembakaran dicapai dengan melakukan latihan ketahanan, tapi latihan interval dan angkat beban juga bisa membantu, tergantung durasi dan bentuk olahraga yang dilakukan).


Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang