Apa yang menyebabkan batu ginjal?

Dilihat 314 • Ditanyakan 9 bulan lalu
1 Jawaban 1

Batu ginjal dapat disebabkan oleh berbagai faktor, berbeda dari cacar air yang disebabkan hanya oleh satu virus dan karena itu dapat dicegah dan diobati dengan mudah. Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan terbentuknya batu ginjal. Beberapa diantaranya karena fator genetik, misalnya tidak aktifnya mutasi gen untuk reseptor kalsium (CaSR). Hal ini dapat menyebabkan meningkatnya jumlah kalsium dan terbentuknya batu ginjal. 


Untuk lebih sederhananya, mari kita lihat analogi sebotol air yang ditambahkan garam secara terus menerus.Jika konsentrasi garam rendah, maka akan mudah untuk dilarutkan. Namun ketika konsentrasi garam melebihi ambang batas (jenuh), maka akan terbentuk kristal. Hal yang sama juga bisa terjadi pada konsentrasi yang rendah jika ada yang memicu proses kristalisasi. Selain itu, jika permukaan botol bagian dalam kasar (mirip seperti lapisan ginjal yang rusak), kristal - kristal tersebut dapat menempel pada permukaan. Akhirnya ketika botol diguncang secara terus - menerus (sama seperti gerakan aerobik), kristal tidak akan tetap berada di bawah.  


Gunakan analogy di atas pada ginjal, ketika urin terkonsentrasi karena jumlah garam yang tinggi (kalsium, oksalat, asam urat, fosfor, sodium) atau jumlah air yang sedikit (kurang minum air), garam akan mengendap dan pada akhirnya membentuk batu ginjal. Komposisi batu ginjal yang paling umum adalah kalsium oksalat. Komponen yang paling umum berikutnya adalah asam urat. FAktor kedua adalah pengaruh relatif dari pemicu (pH urin yang rendah, protein glikosilasi Tamm- Horsfall yang rendah, pecahan sel, pengumpulan protein, kristal - kristal lainnya, dll) dan zat pencegah pertumbuhan (asam sitrat, potasium, magnesium, bikunin, osteopontin, fragment kemih protrombin 1, protein glikosilasi Tamm- Horsfall, lithostathine ginjal, dll). Jika pemicunya tinggi, garam bisa mengkristal para konsentrasi yang rendah. Di sisi lain, jika zat pencegah pertumbuhannya tinggi, garam tidak akan mengkristal meskipun berada pada konsentrasi tinggi. Tingkat keasaman urin juga dapat menyebabkan kristalisasi asam urat dan pembentukan batu asam urat.

Pasien yang mengalami sindrom metabolisme (obesitas, diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi) mengeluarkan lebih banyak asam urat. Mereka cenderung lebih rentan mengalami pembentukan batu asam urat. Batu tersebut bersifat radiolusen, tidak dapat terlihat menggunakan x-ray. Banyak bakteri yang dapat memproduksi enzim yang disebut urease, yang memecah urea dalam urin menjadi amonia dan karbondioksida. Kedua zat tersebut pada akhirnya akan dikonversikan menjadi magnesium amonium fosfat  (struvite atau triple phosphate)  dalam alkali urin. Struvite dapat berkembang dengan cepat dan menjadi besar di dalam ginjal. Batu ini juga dikenal dengan istilah batu staghorn karena bentuknya menyerupai tanduk (horn) dari rusa jantan (stag).


Penelitian dilakukan untuk menguraikan peranan dari kelompok bakteri yang disebut nanobacteria yang sering ditemukan dalam batu ginjal. Faktor penting lainnya (mungkin merupakan yang paling penting) adalah kerusakan pada lapisan ginjal (tubulus dan urothelium). Hal tersebut dapat terjadi karena kerusakan oksidatif oleh spesies oksigen reaktif, produksi oksalat yang berlebihan, obat - obatan nefrotoksik, kurangnya vitamin A, dll. Area ini merupakan sasaran utama dalam penelitan baru - baru ini. Karena adanya mekanisme yang belum dapat dimengerti, kristal  memasuki jaringan ginjal (Plak Randall) dan membentuk plak di bawah lapisan ginjal (urothelium).

Ketika urothelium berada di atas plak randall, kristal kalsium fosfat menempel pada area tersebut. Di situ, kristal kalsium oksalat dan matriks protein mengendap dan membentuk batu yang kecil. Hal tersebut terjadi pada suatu tempat yang disebut papilla. Lalu lapisan dari berbagai kristal mengendap seiring dengan berjalannya waktu dan batu ginjal menjadi semakin besar. Segala macam halangan yang terdapat di dalam saluran kemih dapat menghambat urin dan menyebabkan terbentuknya batu ginjal.


Kondisi yang sering terjadi termasuk pembesaran prostat, penyempitan saluran kencing, dan hambatan di persimpangan saluran kencing Kondisi - kondisi tersebut dapat diobati dengan intervensi urologis. Selama ukuran batu ginjal masih kecil dan menempel pada papilla, dampaknya tidak terlalu besar. Ketika batu terlepas dari papilla dan menghalagi salurah kencing, pasien akan merasa kesakitan dan dapat terjadi kerusakan ginjal (hydroureteronephrosis). Kerusakan ginjal juga bisa terjadi kalau batu tidak terlepas tapi ukurannya menjadi semakin besar yang menyebabkan peradangan lokal, infeksi, dan rintangan (hidronefrosis). 


Dari penjelasan di atas, kamu bisa melihat bahwa hanya beberapa faktor batu ginjal yang benar - benar bisa kita kendalikan dan banyak faktor lainnya yang membutuhkan penelitian yang lebih mendalam sebelum kita dalam sepenuhnya menaklukan batu ginjal.


Bagaimana cara mencegah batu ginjal? Minumlah air putih yang banyak serta cairan lainnya agar kita buang air paling tidak 2 liter sehari. Untuk mencapai hal itu, kamu membutuhkan setidaknya 3 - 4 liter cairan.

Hal yang paling sederhana adalah dengan menjaga urin agar tetap berwana kuning terang.Semakin gelap warna urin, semakin tinggi konsentrasi garamnya. Kurangi garam yang tidak baik seperti kalsium, oksalat, sodium, fosfor, dan asam urat. Kalsium biasanya terdapat dalam produk olahan susu dan oksalat biasanya tedapat dalam sayuran seperti bayam, bit, okra, kol, dll, juga dalam kopi / tehcoklat dan kacang - kacangan. Ketika kita mengkombinasikan makanan yang megnandung kalsium dan oksalat, garam yang berlebih akan mengendap sebagai kalsium oksalat dan dibuang melalui feses, buka melalui ginjal. Inilah yang menyebabkan cara tradisional yang menganjurkan pembatasan kalsium tidak bisa mengurangi batu ginjal.

Ketika kalsium dibatasi, hal tersebut akan meningkatkan jumlah oksalat di dalam ginjal yang kemudian akan meningkatkan pembentukan batu ginjal. Asupan kalsium harus dijaga, tapi bukan dibatasi. Produk olahan susu harus dikombinasikan dengan makanan jenis lain dan tidak dikonsumsi dalam keadaan perut kosong. Kurangi konsumsi garam menjadi kurang dari 4 gram per hari. Ya, kamu hanya bisa makan garam kurang dari satu sendok teh dalam satu hari!


Makan buah yang banyak. Buah - buahan kaya akan potasium, asam sitrat, magnesium dll, dan juga kaya akan antioksidan yang dapat melindungi terhapat kerusakan oksidatif ginjal. Kurangi asupan protein hewani. Protein hewani mengandung banyak zat pemicu batu ginjal dan juga meningkatkan asam urat. Lakukan aerobik secara rutin. Kurang bergerak bukan hanya membayakan gunjal tapi juga organ - organ vital lainnya. Lakukan pencegahan terhadap infeksi saluran kencing. Lakukan pencegahan terhadap penyakit yang berhubungan dengan gaya hidup seperti diabetes, kolesterol tinggi dan hipertensi. Seluruh hal di atas dapat membantu mengurangi pembentukan batu ginjal. Meskipun hal tersebut tidak berarti kamu tidak akan pernah kena batu ginjal.

Masih ada banyak faktor lainnya yang menyebabkan batu ginjal yang masih belum dapat ditemukan dengan teknologi yang ada saat ini. Meskipun begitu, pemeriksaan lengkap termasuk analisa batu ginjal, serum kalsium, serum asam urat, serum hormon paratiroid, serum bikarbonat, dan natrium urin, kalsium, fosfor, asam urat, magnesium, asam sitrat, tingkat keasaman urin 24 jam dapat mendeteksi penyebab umum dari batu ginjal. Pemeriksaan tersebut dapat menemukan setidaknya satu ketidaknormalan dari  97% pembetukan batu ginjal.

Ada jenis obat - obat yang dapat mengurangi tingkat kalsium dan asam urat. Garam yang mencegah pertumbuhan batu ginjal seperti potasium, magnesium, asam sitrat juga dapat dikonsumsi dalam bentuk suplemen. Bakteri yang disebut Oxalobacter formigenes yang dapat menurunkan oksalat dalam makanan juga dapat ditemukan dalam bentuk kapsul. Ketika bakteri tersebut mencapai usu, mereka dapat mengurasi tingkat oksalat. 

Untuk mencegah pembentukan kembali batu ginjal, lakukan USG pada saluran kencing secara berkala. Ini pemeriksaan yang sederhana dan tanpa efek samping seperti x-ray ataupoun CT-Scan. Yang terakhir, setiap kali kamu menjalani prosedur pengangkatan batu ginjal, pastikan bahwa seluruh batu ginjal sudah disingkarkan. Jika masih ada yang tersisa bisa menyebabkan batu ginjal terbentuk kembali di kemudian hari. Teknologi yang modern seperti ureterorenoscopy  dan laser (Retrograde Intra-Renal Surgery, RIRS) memungkinkan pengangkatan batu ginjal secara keseluruhan.

Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang