Apa yang menyebabkan epidemik obsitas?

Dilihat 571 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Kita berada di momen sejarah ketika langkah kemajuan teknologi itu lebih cepat daripada langkah evolusi. Untuk kebanyakan sejarah manusia, kalori sulit didapatkan. Seseorang bisa mencari akar dan berry, yang pasif dan relatif mudah didapat, tapi nilai kalori mereka relatif terbatas. Seseorang bisa berburu hewan, denganpengeluaran kalori yang bertambah, dan kalau kamu berhasil, berarti kamu bisa makan dengan baik - daging memiliki lemak daripada kebanyakan sayur-sayuran/buah-buahan, jadi berat yang diberikan akan menjagamu lebih lama daripada berat yang sama dengan buah-buahan dan sayur-sayuran. Seiring waktu, evolusi membentuk kita sebagai makhluk yang diprogramkan untuk menginginkan kalori makanan yang lebih tinggi, seperti lemak dan gula - kalau itulah cara paling efisienmu mengambil energi kedalam tubuhmu yang diperlukan untuk subsisten, berarti itulah apa yang akhirnya akan mendominasi populasi.

Sekarang, percepat ke abad ke-20. Dengan kerangka waktu yang sangat singkat, kemampuan kita untuk memproduksi kalori, baik lewat industri pertanian ataupun petanian masal heewan, melewati tingkat kebutuhan kita sebenarnya. Dan pada titik tersebut, dorongan biologis kita (untuk mengonsumsi sebanyak kalori sebisa kita ketika masih ada, berpikir tidak ada lagi nantinya) bertubrukan dengan faktor lainnya - peningkatan peran kerja yang tak berpindah-pindah untuk pekerja rata-rata, dan kandungan kalori disekitar kita yang lebih selalu sedia kala - untuk memroduksi orang-orang yang mengonsumsi jauh lebih dari yang mereka butuhkan untuk hidup.

Alasan yang didaftarkan di postingan lain itu cukup sempurna (ukuran porsi, tingkat aktivitas, dll).; tapi kurasa dampak terbesarnya adalah dari kenyataan kalau gen kita belum mencapai untuk lingkungan kita sekarang ini.

Terjawab 12 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang