Apa yang menyebabkan vertigo? Apa gejalanya? Bagaimana caranya mengatasinya? Apakah vertigo bisa terjadi pada usia 25 tahun?

Dilihat 709 • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Vertigo biasanya terjadi karena adanya gangguan pada sistem vertibular. Sistem vertibular merupakan salah satu dari tiga sistem sensorik yang membantu mengatur orientasi ruang dan sikap badan; dua sistem lainnya adalah sistem penglihatan (retina ke oksipital korteks) dan sistem somatosensori yang mengantarkan informasi periferal dari reseptor kulit, sendi, dan otot. Ketiga sistem tersebut saling melengkapi satu sama lain. Vertigo bisa disebabkan oleh faktor psikologi ataupun adanya disfungsi patologi dari salah satu atau ketiga sistem tersebut.


Vertigo psikologis. Vertigo ini dapat terjadi ketika :

  • Terdapat gangguan antar sensorik pada ketiga sistem tersebut di otak.
  • SIstem vestibular merasakan gerakan kepala yang tidak dikenal seperti mabuk laut.
  • Posisi kepada / leher yang tidak biasa, seperti ketika mengecat atap, atau
  • Ketika habis berputar - putar. Kepala menjadi pusing, efek sementara yang sering terjadi dari pergerakan kepala dalam lingkungan tanpa gravitasi.

Vertigo patologi : Vertigo ini terjadi karena adanya luka pada penglihatan, somatosensori, atau sistem vestibular. Vertigo penglihatan disebabkan karena memakai kacamata yang tidak sesuai, atau karena adanya serangan tiba - tiba pada paresis otot ekstraokular dengan diplopia.  Berdasarkan penyebabnya, vertigo juga bisa dikategorikan sebagai vertigo pusat dan psikogenik. 


Cara mengobati vertigo :Alat diagnosa yang paling penting adalah riwayat rinci mengenai "rasa pusing" yang pernah dialami oleh pasien.Uji paling sederhana untuk disfungsi vertibular adalah dengan rotasi yang cepat dan berhenti tiba- tiba pada kursi putar. Hal ini akan menyebabkan vertigo yang bisa dibandingkan dengan gejala pusing. 


Uji vestibular yang paling akhir membutuhkan kacamata Frenzel (kacamata iluminasi dengan kaca cembung yang dapat mengaburkan penglihatan pasien, tapi memungkinkan penguji untuk melihat mata pasien yang membesar), yang menggoyangkan kepala dengan hebat di dalam pesawat horizontal selama 10 detik. Pengujian tersebut bergantung pada apakah etiologi pusat terpengaruh. Jika ya, maka harus dilakukan MRI. Pengujian jenis ini jarang membantu pada kasus vertigo dengan gejala tunggal yang berulang dengan uji neurologi yang normal.

Pengobatan untuk vertigo akut antara lain adalah istirahat penuh (selama 1 - 2 hari) dan obat penekan vestibular seperti antihistamin (meclizine, dimenhydrinate, promethazine), obat penenang dengan efek GABA (diazepam, clonazepam), (prochlorperazine), (prochlorperazine), atau glucocorticoids. Jika vertigo masih berlanjtu selama beberapa hari, beberapa ahli menganjurkan ambulasi yang bertujuan untuk menginduksi mekanisme kompensasi pusat, walaupun hal ini dapat mengakibatkan ketidaknyamanan pada pasien.


Vertigo kronis dapat diobati dengan program rehabilitasi vestibular yang tersistematisasi untuk mempermudah pusat kompensasi. 
Alat pencegah yang digunakan untuk mencegah kembalinya vertigo memiliki efektifitas yang berbeda - beda. Antihistamin cukup sering digunakan tapi memiliki nilai yang terbatas. Penyakit meniere dapat merespon terhadapt obat diuretic dengan lebih efektif serta diet rendah garam (1 gr/hari). 


Vertigo yang berhubungan dengan sakit kepala sebelah yang terjadi berulang kali harus diobati dengan terapi anti migrain. Vertigo psikogenik dapat ditangani dengan baik dengan terapi perilaku kognitif.

Terjawab 12 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang