Apa yang orang asing anggap aneh dan tidak masuk akal di Indonesia?

Dilihat 1,27 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Pertama kali aku mengunjungi Indonesia, aku sedang dalam perjalanan bisnis di Jakarta sebagai bagian dari tim beranggotakan enam orang, lima sisanya adalah pria. Ketika kami sampai di hotel mewah tempat kita menginap, Wanita muda berhijab yang sangat ramah yang mengecek ku mengatakan kalau dia menaruhku kedalam ruangan di lantai wanita di hotel. Aku bertanya kalau itu artinya aku harus bergaya seperti seorang wanita dan dia bilang tidak, tapi tidak ada pengunjung pria yang diperbolehkan dilantai itu, apakah itu oke untukku? Aku bilang oke. Jadi, aku naik ke ruanganku di lantai wanita, yang sangat enak, dan dalam beberapa menit ada ketukan di pintuku. Seorang pelayan wanita mengetuk untuk memberitahukan kalau seorang pelayan pria telah sampai dengan tasku. Dia mengawali pelayan pria itu ke ruanganku, berdiri didekatnya saat dia meletakkan tasku untukku, dan kemudian keluar ruangan dan menuju lift kargo. Anggota staf perempuan selalu bertugas 24/7 untuk memastikan kalau tidak ada pria yang masuk ke lantai wanita. 

Pelayannya itu perempuan dan kalau aku meminta servis ruangan, akan dibawa oleh server perempuan, atau server pria yang dikawal sama seperti orang yang meembawa tasku itu. Kamar mandiku sangat mewah, dan ketika aku bertanya pada timku untuk mendeskripsikan ruangan mereka, terlihat kalau aku punya kamar mandi yang lebih mewah dan fasilitas yang lebih daripada mereka. Tempat shower ku ada plastik putih yang besar yang tergantung di dinding yang berisikan lima atau enam semprotan jet yang berbeda yang menyemprot mu secara horizontal.

Di pagi pertamaku di Jakarta, mandi, aku memakai shampo di rambutku dan mengatur temperatur air ketika satu pegangan (dingin, kurasa) copot. Shamponya menetes turun ke wajahku dan aku tidak bisa melihat dengan jelas, tapi aku benar-benar berusaha mencoba memasak pegangannya kembali sampai entah bagaimana aku berhasil. Disaat-saat panik itu aku merasa beruntung karena, kalau ku harus lari bersabun, basah, telanjang, dan berteriak minta tolong di koridor, paling tidak aku ada di lantai wanita. Aku mengerti kalau pemisahan gender di hotel ini adalah cara untuk melindungi pengunjung wanita. Dan maksud mereka itu memang baik. Tapi, aku jujur saja kalau ini terasa sedikit berlebihan untukku.

Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang